Topeng Blantek Warisan Budaya Betawi Sejak Abad 19

Berita Kawasan

Topeng Blantek, Warisan Budaya Betawi Sejak Abad 19

Apakah Anda mengetahui apa itu Topeng Blantek? Sepatutnya, masyarakat Betawi mengenal salah satu seni budayanya yaitu Topeng Blantek. Kesenian tradisional ini mungkin tidak sering didengar seperti seni budaya betawi lainnya, yakni lenong atau gambang kromong. Namun, Topeng Blantek sebenarnya sudah lebih dulu hadir di tengah masyarakat Betawi sebelumnya.

Mengutip dari data budaya yang ditulis Abdul Azis pada laman budaya-indonesia.org (18/6/2015), Topeng Blantek memiliki asal-usul sejarah dalam masyarakat Betawi. Pada zaman penjajahan Belanda di sekitar abad 19, pagelaran Topeng Blantek sering ditampilkan orang-orang Betawi pada saat malam hari sebagai hiburan untuk para koloni Belanda dan juga hiburan rakyat.

[Baca Juga: Walau Bau, Jengkol Jadi Makanan Favorit Orang Betawi]

Asal usul nama Topeng Blantek berasal dari dua suku kata, yaitu topeng dan blantek. Istilah topeng berasal dari bahasa Cina dan bila dipecah menjadi to dan peng yang memiliki sebuah arti, yakni to artinya sandi dan peng artinya wara, sehingga bila dijabarkan topeng berarti sandiwara. Sedangkan Blantek berasal dari bahasa inggris yaitu blind text yang artinya buta teks atau buta naskah. Namun, ada juga beberapa pendapat tokoh Betawi yang mengatakan kata Blantek berasal dari rebana biang dan satu kecrek yang mengiringi pagelaran Topeng Blantek yang berbunyi blang dan tek.

Berdasarkan namanya, Topeng Blantek merupakan kesenian tradisional Betawi yang menampilkan sebuah pertunjukan sandiwara yang dimainkan tidak memakai teks atau naskah yang diiringi musik dari satu rebana biang, dua rebana kecil dan satu kecrek. Pemain Topeng Blantek tidak ada yang membaca teks sebelum pementasan. Sisi kreatifitas setiap pemain Topeng Blantek menjadi faktor utama saat pertunjukan dalam menghasilkan sebuah dialog agar sesuai pembagian tugas pemain dan berdasarkan tema cerita.

[Baca Juga: Melestarikan Tarian Betawi di Setu Babakan]

Seiringnya waktu, penggunaan rebana biang sebagai musik pengiring Topeng Blantek telah bergeser pada musik tradisional lainnya seperti gambang kromong, tanjidor, marawis dan lain-lain. Dalam pementasannya, kesenian tradisional ini memiliki ciri khas tersendiri yaitu adanya tiga sundung, alat pembawa rumput dan satu obor sebagaimana dirilis info budaya pada kebudayaan.kemdikbud.go.id (21/11/16).

Ciri khas yang dimiliki Topeng Blantek tersebut merupakan simbol kerakyatan dan identitas seni teater masyarakat Betawi. Seni budaya Topeng Blantek juga identik dengan tokoh Jantuk dalam pertunjukannya yang selalu menggunakan topeng. Tokoh Jantuk memiliki peran yang cukup penting dalam setiap pertunjukan Topeng Blantek, yakni memberikan kesimpulan di akhir cerita. Sehingga, sampai saat ini sebagian orang yang mengetahui kesenian tradisional Topeng Blantek tentu juga akan langsung teringat tokoh Jantuk.

[Baca Juga: Reza Purbaya, Penjaga Terakhir Wayang Golek Betawi]

Kini, topeng yang dulunya biasa dipakai untuk pementasan sandiwara Topeng Blantek, terkadang digunakan para penari ronggeng sebagai salah satu bentuk melestarikan Topeng Blantek. Dengan begitu banyaknya seni budaya Betawi, pemerintah dan masyarakat Betawi perlu bekerjasama melestarikan dan membangkitkan kembali kesenian tradisional yang pernah ada, termasuk seni Topeng Blantek. Mari lestarikan seni budaya Betawi!


Read More

Artikel Lainnya

Wayang Jogja Night Carnival 2022 Siap Digelar Akhir Pekan Ini!.jpg

Berita Kawasan

Wayang Jogja Night Carnival 2022 Siap Digelar Akhir Pekan Ini!

04 October 2022, 17:54

Pekan ini warga Kota Gudeg akan dihibur dengan acara Wayang Jogja Night Carnival 2022 sebagai acara puncak HUT Kota Yogyakarta ke-266.

East Ventures Pimpin Pendanaan Startup Penyewaan Kebutuhan Rumah dan Kanto r.jpg

Properti dan Solusi

East Ventures Pimpin Pendanaan Startup Penyewaan Kebutuhan Rumah dan Kantor

04 October 2022, 15:58

Perusahaan startup product-as-a-service Bioma baru-baru ini disebut meraih suntikan pendanaan pre-seed yang dipimpon oleh East Ventures serta Init-6.

Unik! Brand Ini Hadirkan Produk Sepatu dari Ceker Ayam.jpg

Kecantikan dan Fashion

Unik! Brand Ini Hadirkan Produk Sepatu dari Ceker Ayam

03 October 2022, 17:32

Alih-alih menggunakan kulit sapi, kambing, atau reptil, salah satu brand di Kota Bandung menggunakan ceker ayam sebagai bahan baku produk sepatunya.

Melalui Buku Ini, Masyarakat Diajak Sajikan dan Lestarikan Kuliner Asli Betawi.jpg

Kuliner

Lestarikan Kuliner Asli Betawi Melalui Buku

03 October 2022, 14:30

Belum lama ini Yayasan Nusa Gastronomi Indonesia, istri Gubernur DKI Jakarta dan istri mantan Sekda DKI Jakarta berkolaborasi guna menghasilkan buku yang mengulas resep tradisional khas Betawi.


Comments


Please Login to leave a comment.