TPA Cipayung Akan Terapkan Metode Sanitary Landfill 1.jpg

Berita Kawasan

TPA Cipayung Bakal Menerapkan Metode Sanitary Landfill

Pengelolaan sampah di TPA Cipayung wilayah Depok bakal menerapkan metode sanitary landfill dalam waktu dekat. Metode sanitary landfill sendiri ialah sistem pengelolaan (pemusnahan) sampah dengan cara membuang dan menumpuk sampah di lokasi cekung, memadatkannya, dan kemudian menimbunnya dengan tanah. Sudah banyak lokasi TPA yang telah menggunakan metode ini.

[Baca Juga: Cleanee Jakarta Project, Gerakan Anak Muda Peduli Masalah Sampah]

Lokasi yang dipergunakan biasanya jauh dari pemukiman untuk menghindarkan berbagai masalah sosial karena bau menyengat yang dihasilkan dari pembusukan sampah. Hal ini juga dilakukan agar bibit penyakit yang ada dalam sampah tidak sampai ke wilayah pemukiman.

Rencananya, metode ini akan diberlakukan setelah sebagian sampah dibuang ke Tempat Pembuangan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Regional Lulut-Nambo di Kabupaten Bogor.

Tempat Pembuangan dan Pemrosesan Akhir Sampah Regional Lulut-Nambo di Kabupaten Bogor

“Apabila Pemerintah Kota (Pemkot) Depok sudah membuang sebagian sampah ke Lulut-Nambo, maka kami bisa menerapkan metode sanitary landfill ini. Karena secara otomatis sampah akan berkurang dan kita bisa fokus menumpuk sampah di lokasi TPA Cipayung,” tutur Kepala DLHK Depok, Etty Suryahati, yang dilansir dari Depok.go.id (29/1/2019).

“Tentunya sebelum metode ini dilakukan, kita pelihara dulu kebersihannya, baru kita cari titik lokasi untuk diterapkan. Karena beberapa titik lain, biasanya masih aktif digunakan,” tambahnya.

Menurutnya, metode sanitary landfill lebih efektif daripada metode controled landfill. Metode ini lebih berkembang dibanding open dumping. Pada metode ini, sampah yang datang setiap hari diratakan dan dipadatkan dengan alat barat. Sampah dipadatkan menjadi sebuah sel.

[Baca Juga: Baru Memulai Gaya Hidup Zero Waste? Ikuti Langkah Ini]

Etty juga menambahkan saat ini pihaknya terus menyiasati langkah awal dengan menutup sampah menggunakan kompos dari Unit Pengelola Sampah (UPS). Hal ini cukup membantu menyerap bau yang dihasilkan sampah.

“Sementara ini sampai kita tutup menggunakan kompos. Namun, kedepannya kami akan buang sampah ke Nambo dan menjalankan metode sanitary landfill,” ujarnya.


Read More

Artikel Lainnya

Kenali PCOS, Pakar UNABPA Hingga Obesitas Bisa Jadi Pemicuny a.jpg

Kesehatan

Kenali PCOS, Pakar UNAIR: BPA Hingga Obesitas Bisa Jadi Pemicunya

31 January 2023, 16:40

Berdasarkan keterangan Pakar UNAIR, terdapat sejumlah pemicu kaum hawa terkena PCOS dengan di antaranya adalah paparan bahan kimia BPA sampai obesitas.

Walau Banyak Bisnis Penyewaan Buku Punah, Pitimoss Fun Library Mampu Tetap Eksis.jpg

Pendidikan

Walau Banyak Bisnis Penyewaan Buku Punah, Pitimoss Fun Library Mampu Tetap Eksis

31 January 2023, 12:38

Di tengah hantaman digitalisasi yang membuat akses membaca buku novel serta komik mudah, Pitimoss Fun Library tetap mampu bertahan hingga hampir 20 tahun terakhir.

Wow, Bank Sampah di Kota Tangerang Ini Hasilkan Produk Lilin Aromat erapi.jpg

Bisnis

Wow, Bank Sampah di Kota Tangerang Ini Hasilkan Produk Lilin Aromaterapi

30 January 2023, 15:01

Bank sampah ternyata tak hanya bisa mendapatkan cuan dari pemilahan sampah semata, karena bank sampah satu ini menunjukan bahwa mereka juga mampu membuat produk yang bernilai ekonomi.

Perayaan Imlek 2023 di Taman Banteng, Pj Gubernur DKI Jakarta Dampingi Jokowi.jpg

Berita Kawasan

Perayaan Imlek 2023 di Taman Banteng, Pj Gubernur DKI Jakarta Dampingi Jokowi

30 January 2023, 12:58

Pada akhir pekan kemarin, Presiden Jokowi terlihat hadir bersama Pj Gubernur DKI Jakarta dalam momen perayaan Imlek Nasional yang digelar di Taman Banteng


Comments


Please Login to leave a comment.