TPS Disulap Menjadi Taman Bunga Matahari 1.jpg

Berita Kawasan

TPS Disulap Menjadi Taman Bunga Matahari

Bukannya tidak mungkin sesuatu yang tadinya nampak kumuh berubah menjadi indah bahkan dijadikan tempat wisata, seperti Taman Bunga Matahari yang berada di Bekasi, tepatnya di Kampung Rawakeladi, Desa Sukamurni.

Seperti dilansir radarbekasi.id (20/02/2019), Ketua Kelompok Budidaya Bunga Matahari, Sarman Faisal (34) bersama rekan-rekannya menyulap Tempat Pembuangan Sampah (TPS) liar di Desa Sukamurni menjadi tempat wisata. Alasannya, karena hendak menghidupkan ekonomi masyarakat di tempatnya tinggal.

[Baca Juga: Cleanee Jakarta Project, Gerakan Anak Muda Peduli Masalah Sampah]

Taman Bunga matahari sudah dibuka untuk umum pada 17 Februari kemarin. Warga sekitar dapat menikmati tempat wisata baru yang ada di Bekasi tersebut. Dibuka dan diresmikan Dinas Pariwisata . acara pembukaan disambut sukacita warga. Tak hanya warga setempat yang datang dan melihat persemiannya, kota dari tetangga pun, seperti Kota Depok dan Kabupaten Karawang turut hadir.

Ide mengubah TPS menjadi tempat wisata ini datang dari Sarman dan rekan-rekannya. Dengan luas lahan 2500 meter persegi dan dengan modal sendiri yang mereka bangun untuk tujuan tempat wisata.

TPS Disulap Menjadi Taman Bunga Matahari

Masih dari sumber yang sama, Sarman menceritakan, pembangunan tempat wisata itu bermula ketika ia mendapatkan informasi tentang budi daya bunga matahari dari temannya yang berada di Brebes, Jawa Tengah. Kemudian, ia bersama dengan warga Desa Sukamurni menanam bunga matahari sebanyak dua ribu pohon. Setelah pohon bunga besar, warga berinsiatif untuk menambah spot lain agar tempat tersebut menjadi lebih menarik. Alhasil, taman tersebut dilengkapi dengan permainan bebek air, permainan anak, dan beberapa spot foto.

Taman Bunga Matahari jadi dikenal masyarakat luas karena ikut membantu promosi tempat ini melalui media sosial. Nantinya, tempat ini ditargetkan akan diperluas untuk mengembangkan wisata lokal.

[Baca Juga: Tahun 2019 Jadi Prioritas Infrastruktur Pendidikan di Bekasi]

“Karena tempatnya masih minim, kita akan perluas dulu tempatnya, agar bisa menambah spot-spot, agar pengunjung tidak bosan,” tuturnya

Seperti dilansir dari laman beritacikarang.com (18/02/2019), Kepala Seksie (Kasie) Kelembagaan Dinas Pariwisata Kabupaten Bekasi, Waryanto mengatakan pihaknya sangat mengapresiasi kelompok masyarakat dan mahasiswa yang sudah bekerjasama hingga menjadikan Taman Bunga Matahari Bekasi sebagai tempat wisata. Untuk ke depannya, pihaknya pun akan memfasilitasi kebutuhan kelompok budidaya kebun bunga matahari mulai dari pembinaan dan yang lainnya.

TPS yang disulap jadi tempat wisata Taman Bunga Matahari ini pun mulai dipadati warga untuk sekadar berswa foto sambil menikmati Taman Bunga Matahari yang sedang naik daun ini.

Read More

Artikel Lainnya

Penelitian Menemukan Kaitan Imunitas DBD dapat Membantu Melawan COVID-19

Kesehatan

Penelitian Menemukan Kaitan Imunitas DBD dalam Melawan COVID-19

22 September 2020, 17:03

Penelitian ini membandingkan distribusi geografis kasus virus corona dengan penyebaran demam berdarah pada 2019 dan 2020.

DKI Jakarta Perlu Penambahan Lahan Pemakaman Khusus COVID-19

Berita Kawasan

DKI Jakarta Perlu Penambahan Lahan Pemakaman Khusus COVID-19

22 September 2020, 16:20

Saat ini, terdapat dua TPU khusus COVID-19: Pondok Ranggon dan TPU Tegal Alur. Jika tak ada penambahan lahan, dikhawatirkan lahan itu akan habis.

Pemkot Bogor Luncurkan Pedoman PJJ dan WiFi Publik Gratis di 797 RW

Pendidikan

Pemkot Bogor Luncurkan Pedoman PJJ dan WiFi Publik Gratis di 797 RW

22 September 2020, 14:15

Ada sejumlah persoalan dalam penerapan PJJ, seperti persoalan akses wifi yang tidak merata, kemampuan untuk membeli kuota internet dan materi pembelajaran.

Dengan 620 Pompa, DKI Jakarta Siaga 24 Jam Hadapi Banjir

Berita Kawasan

Dengan 620 Pompa, DKI Jakarta Siaga 24 Jam Hadapi Banjir

22 September 2020, 13:17

Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta memastikan mayoritas pompa mobile dan pompa stasioner di Jakarta dalam kondisi prima menghadapi musim hujan.


Comments


Please Login to leave a comment.