Tracing Vaksinasi, Pemkot Jakarta Barat Imbau Perusahaan Gunakan Pedulilindungi.jpg

Berita Kawasan

Tracing Vaksinasi, Perusahaan Diimbau Gunakan Pedulilindungi

Saat ini Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Barat semakin menggencarkan penggunaan apps Pedulilindungi selain di pusat perbelanjaan serta restoran dan kafe. Di mana baru-baru ini, Pemkot Jakarta Barat juga memberikan imbauan kepada perusahaan yang beroperasi di wilayahnya agar para pegawainya turut menggunakan apps ini. Pihak pemkot menyebut bahwa Pedulilindungi penting digunakan oleh perusahaan demi melihat progres vaksinasi di lingkungan perkantoran demi membantu upaya pembentukan herd immunity atau kekebalan massal.

Menurut Pemkot Jakarta Barat, selain digunakan untuk melacar karyawan mana yang telah menerima dosis vaksin COVID-19 dan yang belum, Pedulilindungi juga mempermudah metode tracing di kantor terhadap potensi paparan. “Kita selama ini baru sosialisasi kepada teman-teman perusahaan supaya menggunakan aplikasi Pedulilindungi,” ujar Kepala Seksi Pengawasan Suku Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Energi Jakarta Barat Tri Yuni Wanto, sebagaimana dikutip dari Barat.Jakarta.go.id (13/9/2021).

Tracing Vaksinasi, Pemkot Jakarta Barat Imbau Perusahaan Gunakan Pedulilindungit.jpg

Tri menuturkan, saat ini memang masih proses sosialisasi kepada perusahaan-perusahaan dan setelah semuanya terjangkau maka Pemkot Jakarta Barat akan mewajibkan penggunaan Pedulilindungi. “Nanti kita akan rutin sidak ke seluruh perusahaan,” tegasnya.

Selain perusahaan, sosialisasi penggunaan Pedulilindungi juga turut mencakup para pengusaha wisata serta tempat hiburan di Jakarta Barat. Dengan Pemkot Jakarta Barat yang mengikuti Surat Edaran Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta Nomor 230/SE/2021. Dalam Surat Edaran ini terdapat panduan mengenai penggunaan apps tersebut selama masa uji coba pembukaan usaha pariwisata penyedia jasa makanan dan minuman di seluruh wilayah Ibu Kota.

[#R]

Terkait Pedulilindungi, pada pekan ini muncul kabar yang terbilang mengejutkan dan terbilang efektif dalam upaya tracing pemerintah terhadap penyebaran COVID-19 di area pusat perbelanjaan dan mal. Pasalnya berdasarkan pemaparan Menteri Kesehatan Budi Sadikin dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi IX DPR RI pada 13 September 2021, ada ribuan orang yang terdeteksi terpapar COVID-19 dan masih beraktivtas di fasilitas umum selama sebulan terakhir.

Sebagaimana dilansir dari Antaranes.com (13/9/2021), menurut Menkes selama sebulan sudah ada 29 juta orang yang check-in melalui Pedulilindungi dengan sekitar 3.839 orang yang masuk kategori hitam. Kategori ini di Pedulilindungi berarti pengunjung ke fasilitas umum tersebut memang positif COVID-19 atau pernah kontak erat.

Budi melanjutkan, dari ribuan orang itu yang masuk kategori hitam terdiri dari 3.000 di antaranya merupakan pengunjung mal, 63 orang merupakan penumpang kereta, 55 orang adalah mereka yang masuk restoran, dan 43 lainnya yang berada di area bandara. Budi menambahkan, ribuan orang ini sebenarnya adalah individu yang seharusnya melakukan isolasi mandiri di rumah atau lokasi isoman berpusat. Tapi untungnya berkat Pedulilindungi, pihak Kementerian Kesehatan bisa melacak dan mengarantina orang-orang tersebut.


Read More

Artikel Lainnya

IMG_26102021_071120_(1100_x_600_piksel).jpg

Hobi dan Hiburan

Pemandu Acara di Medan Terkena Dampak Saat Pandemi

26 October 2021, 17:03

Otomatis mempengaruhi penghasilannya dari nge-MC. Meski demikian, ia bersyukur karena ada acara-acara yang digelar webinar,

Program Bedas Sapujagat Cegah Angka Pernikahan Anak di Bandung

Kesehatan

Program Bedas Sapujagat Cegah Angka Pernikahan Anak di Bandung

26 October 2021, 16:34

Angka pernikahan anak di Kabupaten Bandung cukup tinggi sehingga membuat Pemkab dan pihak-pihak terkait mengadakan sebuah program untuk menghapus angka pernikahan dini di Kabupaten Bandung.

ITB Luluskan 2.596 Wisudawan dengan Menggelar Wisuda Hybrid, Wisudawan Program Magister dan Doktor Raih IPK Tertinggi.jpg

Pendidikan

ITB Luluskan 2.596 Wisudawan dengan Menggelar Wisuda Hybrid

26 October 2021, 15:32

ITB menggelar wisuda periode Oktober Tahun Akademik 2021/2022 secara Hybrid. Pelaksanaan tersebut berjalan dengan lancar sebagaimana mestinya.

Romaldi 1.jpg

Kesehatan

Ini Klinik yang Banyak Dituju Warga Bumiaji di Giripurno

26 October 2021, 15:01

Dengan biaya pemeriksaan mulai dari Rp10.000 dan selebihnya harga proses pengobatan tergantung jenis produk yang dipakai, klinik ini menjadi acuan bagi warga Bumiaji.


Comments


Please Login to leave a comment.