Balap Kediri 1.jpg

Berita Kawasan

Tradisi Gembreng Motor Standing di Kebun Hindari Keributan Jalanan

Jalan-jalan ke Kota Kediri pada 30 Mei 2021, PingPoint mendapati tradisi gembreng motor sebelum balapan di lakukan. Tradisi ini terus-menerus dijaga oleh pembalap konvensional di Kota Kediri sebagai cara meramaikan liburan. Balapan konvensional ini pun dilakukan di area tanpa pengendara. Biasanya, jalanan kampung sengaja di kosongkan untuk menonton balapan ini dari pagi sampai siang. Hanya saja, karena sifatnya yang konvensional keamanan dan kesehatan tidak menjadi perhatian utama.

Beberapa tukang pijat memang siap sedia kalau ada yang terjatuh atau terluka. Namun demikian, sebagai bentuk keamanan penonton, arena balap dengan tempat nongkrong penonton hanya dibatasi oleh tumpukan ban seadanya dan karung dhedhek (kulit beras yang sisa penggilingan).

[Baca Juga: Bakda Kupat, Rejeki Penjual Ketupat Pasar Peterongan Semarang]

“Ini adalah ritual menolak bala agar tidak terjadi kecelakaan saat balapan,” terang Rodhek, salah satu peserta balapan yang tidak mau disebut dengan nama aslinya. Tradisi ini biasa dilakukan oleh pemuda bagian Kediri Selatan yang berbatasan dengan Kota Mojokerto atau Kabupaten Malang. Adanya tradisi ini juga mengundang banyak respon dari masyarakat setempat.

“Mau gitu tiap mulai balapan kalau remnya blong juga tetep kecelakaan, cek dulu kelengkapannya ya bos!” terang Finda, warga Kediri Selatan yang sudah sering mendapati pelaksanaan tradisi ini.

“Sungguh yang demikian itu menyerupai Snagkakala. Semoga benar-benar tidak di jalanan yang banyak dilewati warga” ungkap Rian Haidar menyampaikan perhatiannya terhadap lingkungan sosial tempat para pemuda Kediri biasa melakukan balapan.

“Pasukanmu tolong dikondisikan!” tukas Sagita kepada peserta balapan lain usai tradisi gembreng motor selesai dilakukan.

Balap Kediri 2.jpg

Berbagai tanggapan dan keyakinan dalam pelaksanaan balapan untuk meramaikan bulan syawal tersebut adalah fenomena sosial di Kediri Selatan. Kesadaran untuk melaksanakan suka cita memang pada dasarnya perlu dilengkapi dengan kesadaran sosial dan emosional. Sehingga, kegiatan yang diniatkan untuk menggembirakan bukan justru menjadi jalan kegaduhan.

Sebagaimana yang dilakukan oleh pemuda-pemuda di Kediri Selatan tersebut. Prosedur pelaksanaan gembreng di tengah kebun memang jauh dari masyarakat, yang mana menunjukkan perhatian mereka terhadap ketertiban. Suka cita masyarakat sekitar yang melihatnya tampak sebagai wujud persetujuan akan kegiatan tersebut. Namun demikian, meminta tanggapan dari masyarakat baik yang hadir atau tidak hadir dalam kegiatan tersebut bisa menjadi pertimbangan norma sosial.


Read More

Artikel Lainnya

Mulai Hari Ini! Tangerang Great Sale Digelar Hingga 31 Desember 2022.jpg

Bisnis

Mulai Hari Ini! Tangerang Great Sale Digelar Hingga 31 Desember 2022

01 December 2022, 13:32

Menjelang momen Natal 2022 dan Tahun Baru 2023, pesta diskon serta pameran UMKM bertajuk Tangerang Great Sale siap digelar sampai 31 Desember 2022.

Permudah Belanja Kebutuhan Natal dan Tahun Baru di ruparupa.com.jpg

Bisnis

Permudah Belanja Kebutuhan Natal dan Tahun Baru di ruparupa.com

01 December 2022, 10:30

Bagi Anda yang saat ini sudah bersiap untuk berbelanja kebutuhan di rumah untuk sambut momen Natal 2022 dan Tahun Baru 2023, maka ruparupa.com dapat jadi solusi mudahnya.

Sambut Momen Akhir Tahun, realme Gelar Promo Golden Carnival.jpg

Bisnis

realme Gelar Promo Golden Carnival di Momen Akhir Tahun 2022

30 November 2022, 14:25

Dalam rangka mendekatkan diri dengan realme Fans, realme akan menggelar promo serta event dengan tema Let It Gold dalam rangka menyambut momen akhir tahun 2022.

Bantu Permodalan Pembudidaya Ikan, Amartha Gandeng eFishery.jpg

Bisnis

Bantu Permodalan Pembudidaya Ikan, Amartha Gandeng eFishery

30 November 2022, 14:24

Dalam rangka mendukung UMKM di ranah budidaya ikan, Amartha bekerjasama dengan perusahaan eFishery untuk membantu memberikan akses peminjaman modal usaha.


Comments


Please Login to leave a comment.