Transportasi Publik, Solusi Jakarta Atasi Polusi Udara

Berita Kawasan

Transportasi Publik, Solusi Jakarta Atasi Polusi Udara

Pada pekan lalu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengumumkan Instruksi Gubernur atau Ingub Nomor 66 Tahun 2019 mengenai langkah untuk pengendalian kualitas udara di Ibu Kota. Ingub ini dipandang sebagai jurus dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam mengurangi polusi udara, usai Ibu Kota kerap masuk dalam daftar lima besar kota paling berpolusi di dunia. Salah satu poin dari Ingub tersebut adalah agar masyarakat menggunakan moda transportasi publik.

Tidak bisa dipungkiri poin dari Ingub ini memang menggambarkan kondisi lalu lintas di Jakarta pada jam-jam sibuk. Di mana banyak kendaraan pribadi memenuhi jalan raya dan memicu kemacetan di banyak titik Ibu Kota. Namun selain kemacetan, dampak negatif yang muncul dari kendaraan bermotor tersebut adalah emisi gas buang yang memicu polusi udara di Jakarta semakin buruk.

Transportasi Publik, Solusi Jakarta Atasi Polusi Udara

“Mendorong peralihan ke moda transportasi umum dan meningkatkan kenyamanan berjalan kaki melalui percepatan pembangunan fasilitas pejalan di 25 (dua puluh lima) ruas jalan protokol, arteri, dan penghubung ke angkutan umum massal pada tahun,” tulis poin keempat di Ingub Nomor 66 Tahun 2019.

[Baca Juga: Tentang Perluasan Ganjil-Genap, Ini Pandangan Pengamat Tata Kota]

Walau memiliki tujuan yang positif dalam rangka memperbaiki kualitas udara di Jakarta, namun menurut pengamat tata kota Nirwono Joga, warga Ibu Kota masih belum siap untuk melepaskan penggunaan kendaraan bermotor pribadi mereka. Pasalnya, selain kepada kesiapan dari warganya, faktor lain yang dapat merubah kebiasaan penggunaan kendaraan pribadi ini juga kembali kepada siapkah Pemprov DKI mengubah tata kotanya.

“Untuk saat ini belum siap. Untuk mengatasi kemacetan lalu lintas Pemprov DKI juga harus menata ulang tata ruang kotanya, seperti membangun hunian vertikal yang terjangkau (flat, rusunawa, apartemen menengah) dan terpadu dekat jaringan transportasi massal ke pusat kota,” ucap Nirwono kepada PingPoint.co.id (9/8/2019).

[Baca Juga: Pemprov DKI Rencanakan Pemasangan Panel Surya]

Menurut pakar planologi tersebut, dengan pengadaan hunian vertikal yang terpadu tersebut, secara otomatis pola commuting warga Jakarta pun berubah dengan sendirinya. “Sehingga warga sehari-hari cukup berjalan kaki atau bersepeda dalam beraktivitas ke sekolah, pasar, kantor, dan menggunakan angkutan massal saat keluar dari kawasan,” ujar Nirwono.

Nirwono menambahkan, masalah didorongnya penggunaan transportasi publik di Ibu Kota ini sebenarnya bukan hanya pekerjaan rumah Pemprov DKI. Pasalnya, banyak juga warga dari kota satelit yang beraktivitas pada jam sibuk di Jakarta sehingga dibutuhkan kerjasama banyak pihak untuk mengatasinya, khususnya perihal permukiman warga mereka. “Pemprov DKI, Jawa Barat, dan Banten serta Pemda se-Jabodetabek harus bekerja sama mengendalikan pertumbuhan permukiman yang semakin jauh dari pusat kota dan tidak terintegrasi dengan jaringan transportasi massal,” pungkasnya.


Read More

Artikel Lainnya

Konser Full Team Dewa 19 Siap Digelar di Solo.jpg

Hobi dan Hiburan

Konser Full Team Dewa 19 Siap Digelar di Solo

23 September 2022, 15:57

Setelah sukses digelar di Candi Prambanan, konser Dewa 19 yang menghadirkan full team akan kembali manggung bersama dan kali ini digelar di wilayah Solo.

Perkuat Kehadirannya di Jawa Timur, Amartha Kolaborasi dengan BPR Jatim.jpg

Bisnis

Perkuat Kehadirannya di Jawa Timur, Amartha Kolaborasi dengan BPR Jatim

23 September 2022, 13:56

Baru-baru ini Amartha dan BPR Jatim resmi berkolaborasi dalam upaya menyalurkan Rp250 miliar untuk membantu pengembangan bisnis perempuan pengusaha mikro di wilayah Jawa Timur serta Jawa Tengah.

Ini Pandangan Pakar Unpad Terkait Pencegahan HIVAIDS.jpg

Kesehatan

Ini Pandangan Pakar Unpad Terkait Pencegahan HIV/AIDS

23 September 2022, 11:54

Setelah bulan lalu sempat ramai pembahasan kabar ribuan orang di Kota Bandung yang menderita HIV/AIDS, pakar Universitas Padjadjaran memberikan masukan terkait metode pencegahannya, khususnya di wilayah kampus.

Konsistensi Bambang Suprapto dalam Berkarya Melalui Solo Exhibition Uncertainty

Hobi dan Hiburan

Konsistensi Bambang Suprapto dalam Berkarya Melalui Solo Exhibition ‘Uncertainty’

22 September 2022, 18:20

Seniman muda Kota Malang, Bambang Suprapto, menggelar pameran tunggal yang bertajuk ‘Uncertainty’ di Kedai Lantjar Djaya, Kota Malang.


Comments


Please Login to leave a comment.