ads
TERNYATA TUGU PANCORAN BELUM DIRESMIKAN

Berita Kawasan

Tugu Pancoran, Patung yang Tidak Pernah Diresmikan

Monumen Patung Dirgantara atau yang lebih dikenal Tugu Pancoran ternyata belum pernah diresmikan sampai sekarang. Padahal, patung itu sudah selesai dibuat pada tahun 1970. Sebuah patung atau monumen, biasanya diresmikan saat rampung dibangun. Namun beda cerita dengan Monumen Patung Dirgantara atau yang lebih akrab dikenal dengan Tugu Pancoran. Meski telah selesai dibangun pada 1970, nyatanya patung itu belum pernah diresmikan sampai sekarang.

Faktanya, dari banyak sumber, ada kisah dan alasan di balik hal tersebut. Kisah itu bermula dari presiden pertama Indonesia, Ir. Soekarno. Beliau meminta Edhi Sunarso, sang perancang, untuk merancang patung yang mampu menampilkan keperkasaan bangsa Indonesia di bidang dirgantara.

Makanya, patung itu ditempatkan di dekat Bandara Halim Perdana Kusuma, serta dekat dengan Markas Besar Angkatan Udara Republik Indonesia pada saat itu. Atas permintaan Presiden Soekarno, Edhi Sunarso pun kemudian merancang patung tersebut sekitar 1964-1965, lalu kemudian mulai membangunnya.Tapi sayangnya, Peristiwa G30S/PKI membuat pembuatan patung ini sempat terhenti.

Presiden Soekarno menghadapi hantaman dari dalam negeri. Hingga puncaknya, penolakan MPRS atas pertanggungjawaban Presiden Soekarno terhadap peristiwa pemberontakan PKI. Buntutnya, Presiden Soekarno dilengserkan dan Presiden Soeharto pun diorbitkan.

Namun, sebelum dilengserkan, Presiden Soekarno berupaya sekuat tenaga untuk bisa merampungkan patung tersebut. Beliau bahkan kerap datang ke lokasi proyek untuk memastikan kelancaran pembangunan patung yang menelan biaya hingga Rp12 juta itu.

Tapi di sisi lain, Edhi Sunarso sang perancang merasa sudah tidak bisa melanjutkan pekerjaannya. Ia merasa dililit utang untuk dana awal pembuatan patung. Sebab, pembuatan monumen tidak menggunakan dokumen perintah resmi negara, melainkan murni soal kepercayaan. Sehingga, dana awal pembangunan Tugu Pancoran juga ditanggung sendiri oleh Edhi Sunarso sendiri.

Mengetahui kondisi itu, Presiden Soekarno memanggil Edhi Sunarso dan memberinya uang sebesar Rp1,7 juta. Hingga pada akhirnya, Edhi Sunarso mengetahui bahwa uang yang diberikan merupakan hasil penjualan mobil pribadi Presiden Soekarno. Walau dengan uang itu belum mampu menutupi semua biaya, Edhi Sunarso langsung menuntaskan pengerjaan Monumen Patung Dirgantara atau Tugu Pancoran.

Wajah yang Baru Nampak

Pada Minggu, 21 Juni 1970, Edhi Sunarso bersama rekannya berada di puncak Tugu Pancoran untuk proses finishing dan persiapan akhir. Tapi tiba-tiba, terlintas iringan mobil jenazah. Seorang rekannya yang berada di bawah lekas memberi tahu Edhi Sunarso bahwa mobil jenazah yang baru saja lewat membawa jenazah sang penggagas Monumen Patung Dirgantara, Presiden Soekarno.

Lemas mendengar berita yang disampaikan, Edhi Sunarso langsung menuruni Tugu Pancoran dan menyusul ke Blitar. Itu dilakukan karena ia sangat ingin memberikan penghormatan terakhir kepada Putera Sang Fajar. Setelah selesai dan belum lepas dari masa berkabung, Edhi Sunarso dengan cepat menuntaskan amanat terakhir presiden pertama Indonesia itu. Hingga akhirnya, Tugu Pancoran pun rampung, tapi tidak diresmikan.

Dengan tinggi patung 11 meter dan penopangnya yang mencapai 27 meter, sangat sulit bagi masyarakat untuk melihat seperti apa bentuk rupa Patung Dirgantara saat melintas di kawasan Pancoran. Tapi belakangan, muncul foto dari rupa patung patung tersebut. Karena setelah puluhan tahun baru nampak, foto wajah patung di Tugu Pancoran itu pun viral.

Cerita viral bermula akun Imam Sjafei melalui akun @Imanlagi yang mengunggah “Seumur hidup baru ini liat muka Patung Pancoran.” Cuitan ini pun langsung direspon keras dengan mendapat ribuan retweet dan ratusan like. Sebagian besar netizen pun sepakat bahwa kebanyakan dari mereka belum pernah melihat wajah Patung Pancoran, walaupun sudah berkali-kali lewat di kawasan itu atau bertahun-tahun tinggal di daerah sana.

Foto wajah Patung Pancoran ini diambil oleh fotografer bernama Rudy Sunandar. Pria asal Jakarta itu mengaku awalnya iseng saat tengah bermain drone di atas gedung yang lokasinya tak jauh dengan Tugu Pancoran.

ads
ads
ads

Artikel Lainnya

Perhatikan Hal ini Ketika Membuat Taman di Rumah.jpg

Properti dan Solusi

Perhatikan Hal ini Ketika Membuat Taman di Rumah

20 February 2019, 4 a.m.  |  4 Views

Banyak manfaat miliki taman di halaman rumah. Taman memberikan sirkulasi udara yang baik. Memandanginya juga baik untuk mata lelah.

Eka Kurniawan Jaga Kesehatan dengan Bersepeda.jpg

Kesehatan

Eka Kurniawan Jaga Kesehatan dengan Bersepeda

20 February 2019, 5 a.m.  |  6 Views

Mengetik berjam-jam di depan layar komputer dapat mengganggu kesehatan. Sastrawan Eka Kurniawan mengatasinya dengan rajin bersepeda.

Ngopi Instagramable di Serpong 1.jpg

Kuliner

4 Tempat Ngopi Instagramable di Serpong

20 February 2019, 3 a.m.  |  4 Views

Secangkir kopi panas jadi kenikmatan hakiki yang tak terbantahkan. Tak ayal, tempat ngopi juga hadir dengan interior instagramable.

Taman Bacaan Inovator.jpg

Pendidikan

Taman Baca Inovator Lahir Atas Nama Literasi

19 February 2019, 4 a.m.  |  48 Views

Gerakan taman bacaan mungkin sudah banyak ditemukan. Namun, Yayasan Taman Baca Inovator punya sentuhan berbeda.


Comments

Please Login to leave a comment.

ads