Ulasan Film Netflix Gambaran Dunia Usai Pandami dalam Time to Hunt

Hobi dan Hiburan

Ulasan Film Netflix: Gambaran Dunia Usai Pandemi dalam Time to Hunt

Kesemrawutan Korea Selatan hingga membuat banyak orang kehilangan pekerjaan tergambar dalam Time to Hunt. Entah bagaimana, ilustrasi ini mungkin dapat mengingatkan penonton akan imbas pandemi COVID-19 pada perekonomian suatu negara.

Terlebih lagi, kisah yang dialami Jun Seok, narapidana yang telah bebas dari penjara dan tak punya rencana lain untuk menghidupi dirinya selain kembali melakukan tindakan kriminal. Potret ini mirip dengan banyak kisah napi Indonesia dalam pemberitaan yang mendapat asimilasi tetapi malah kembali berbuat jahat.

Keinginan berbuat jahat yang dialami Jun Seok dan napi lainnya tentu terpepet keadaan. Ekonomi Korea Selatan sedang terpuruk, banyak tempat usaha yang tutup, nilai won pun jatuh. Di tengah situasi ini, siapa yang ingin mempekerjakan mantan narapidana? tidak ada, pikirnya.

[Baca Juga: Lewatkan Tayang di Bioskop, ‘Time to Hunt’ Langsung Hadir di Netflix]

Jun Seok pun mengajak dua sahabatnya, Ki Hoon dan Jang Ho untuk menjadi armada perampokan kasino. Ia juga melibatkan Sang Soo, seseorang yang berhutang padanya tetapi tak sanggup membayar. Peran Sang Soo dalam merampok akan dianggap sebagai membayar lunas hutang oleh Jun Seok.

Setelah membobol kasino, Jun Seok memiliki mimpi untuk tinggal di Taiwan. Ia mengajak para sahabatnya juga, membuka usaha di sana dan hidup dalam ketenangan.

Lewatkan Tayang di Bioskop, Time to Hunt Langsung Hadir di Netflix

Akhirnya, mereka berempat merencanakan perampokan, dimulai dengan memeriksa cctv di sekitar kasino, kemudian mencari pintu masuk yang tepat.

Berbekal senjata api yang didapatkan Jun Seok dari kenalannya, perampokan itu terbilang sukses. Tumpukan dolar Amerika Serikat dalam brankas berhasil diambil oleh Jang Ho, tak lupa file cctv dalam diska yang merekam wajah mereka. Diska itu, bila tak diamankan akan menjadi senjata empuk untuk menangkap Jun Seok dan ketiga kawannya.

[Baca Juga: 3 Film Pendek Joko Anwar ini Bisa Anda Nikmati via YouTube]

Kesuksesan merampok hanya menjadi awalan cerita Time to Hunt. Diska yang mereka ambil ternyata menyimpan bukti pencucian uang dan aktivitas kotor yang melibatkan elite pemerintahan. Oleh karenanya, kawanan perampok itu diburu untuk dibunuh.

Time to Hunt pada dasarnya ingin menunjukkan nilai moral pada penontonnya, bahwa pekerjaan kotor seperti merampok takkan membuat hidup tenang. Rasa tak aman dan gelisah sudah tentu akan selalu menghantui para pelakunya.

Ulasan Film Netflix Gambaran Dunia Usai Pandami dalam Time to Hunt

Jun Seok bahkan sampai bermimpi buruk setiap tidur, dan harus mengajak sahabatnya pindah dari satu tempat ke tempat lain untuk bersembunyi.

Film ini layaknya film aksi Hollywood, penuh adegan perlawanan dengan senjata api yang menimbulkan simbahan darah. Rasa takut dan tegang saat bersembunyi yang dialami oleh Jun Seok dan kawan-kawannya juga digambarkan dengan baik oleh sang sutradara, Yoon Sung Hyun.

Rasa takut itu mampu ditangkap oleh saya sebagai penonton, hingga jantung saya pun berdebar. Itu tak dimungkiri pula berkat dukungan suara dan tampilan gelap dalam Time to Hunt yang biasa dijumpai di film horor.

Saat perlawanan dan persembunyian, Time to Hunt juga menampilkan nilai tolong menolong antar sahabat. Kala satu orang diserang, yang lainnya tak segan mengangkat senjata, meski belum terbiasa. Seperti Jang Ho yang keahliannya membobol mobil, namun terpaksa ikut menembak lantaran Jun Seok diserang.

Ulasan Film Netflix Gambaran Dunia Usai Pandami dalam Time to Hunt

Bagi Anda pecinta film aksi dan sangat menghindari cerita romantis, Time to Hunt bisa menjadi salah satu film yang masuk daftar tontonan Anda. Walau ini film Korea Selatan, tak ada bumbu romantis yang biasa menjadi ikon dalam film maupun serial produksi negara itu.

Hal lain yang patut dipuji adalah latar tempat dalam film. Gedung-gedung rusak, dan pertokoan yang sudah gulung tikar benar-benar dipersiapkan secara total, tak tanggung. Latar ini sangat berhasil menciptakan nuansa terpuruk di Negeri Gingseng.

Namun menurut penilaian pribadi, film ini tak sesukses Parasite, proyek Choi Woo Shik (pemeran Ki Hoon) sebelumnya. Meski tak bisa dibandingkan dengan Parasite yang memang beda aliran dan konsep cerita, Time to Hunt tidak membuat saya terkagum-kagum usai menonton.

Satu tanda tanya besar bagi saya, tentang diska. Tidak ada pembahasan lanjut mengenai diska yang menjadi dalang permasalahan dalam perburuan ini.

Time to Hunt bisa disaksikan di layanan streaming Netflix sejak 23 April 2020 lalu.

Read More

Artikel Lainnya

2 Sutradara Perempuan Indonesia Digandeng Netflix dalam Produksi 2 Film Original

Hobi dan Hiburan

2 Sutradara Perempuan Digandeng Netflix dalam Produksi 2 Film Original

13 August 2020, 18:00

Kerjasama Netflix dengan Starvision dan Kalyana Shira dengan menggandeng dua sutradara perempuan ini menandakan investasi jangka panjang Netflix terhadap perfilman Indonesia.

Lebih Dekat dengan Jutaan Penggemarnya, realme Fans Fest Tahun Kedua Digelar.jpg

Hobi dan Hiburan

Lebih Dekat dengan Jutaan Penggemarnya, realme Fans Fest Tahun Kedua Digelar

13 August 2020, 17:00

Dalam waktu dekat, realme akan menggelar acara realme Fan Fest untuk menunjukkan apresiasinya kepada jutaan penggemarnya sekaligus untuk meluncurkan ponsel terbarunya.

UMKM Solo Ramai-Ramai Daftar Bansos Berdampak Antrean Buka Rekening Ikut Membeludak

Bisnis

UMKM Solo Ramai-Ramai Daftar Bantuan Modal, Antrean Buka Rekening Ikut Membeludak

13 August 2020, 16:00

Ini tak terlepas dari salah satu syarat yang mesti dipenuhi pelaku UMKM untuk bisa mengajukan bantuan, yakni memiliki rekening di bank BUMN.

Gedung Pemerintahan Kota Tangerang Bisa Digunakan untuk PJJ

Pendidikan

Gedung Pemerintahan Kota Tangerang Bisa Digunakan Siswa untuk PJJ

13 August 2020, 15:00

Selain di lingkungan masyarakat, para siswa yang membutuhkan akses internet juga dapat menggunakan fasilitas internet gratis di gedung milik pemerintah.


Comments


Please Login to leave a comment.