Ulasan Film Sepuluh Meter, Karya Baru Yandy Laurens di Masa Pandemi

Hobi dan Hiburan

Ulasan Film Sepuluh Meter, Karya Baru Yandy Laurens di Masa Pandemi

Karya teranyar Sutradara Yandy Laurens Sepuluh Meter bisa menjadi nasihat ampuh bagi siapa pun yang gelisah dan mengalami stres kala beraktivitas dari rumah.

Film berdurasi dua puluh menit ini tidak menawarkan cerita dengan bumbu fantasi seperti yang Yandy ciptakan dalam Sore- Istri dari Masa Depan, Janji, dan Mengakhiri Cinta dalam 3 Episode. Dosen di Institut Kesenian Jakarta itu cukup memotret kisah keseharian dua keluarga di tengah pandemi lewat obrolan dua sahabat via aplikasi video conference call.

Ulasan Film Sepuluh Meter, Karya Baru Yandy Laurens di Masa Pandemi

Dua sahabat itu adalah Ringgo Agus Rahman dan Nirina Zubir, para pemain yang juga bergabung dalam Keluarga Cemara, film panjang Yandy yang rilis tahun 2019.

Ringgo merasa stres saat harus beraktivitas di rumah saja. Ia berupaya membuat pikirannya tetap “waras” dengan berselancar di internet, mencari cara mengurangi stresnya. Hingga pada akhirnya, Ringgo memutuskan untuk menceritakan kegelisahannya itu kepada Nirina.

Berbeda dengan Ringgo, Nirina justru merasa senang menjalani aktivitas di rumah. Ibu satu anak itu mengaku dirinya mendapatkan momen berharga bersama sang buah hati, kesempatan emas yang mungkin tak ia dapatkan di hari-hari biasanya.

[Baca Juga: Netflix Adaptasi Film Horor Ju On dalam Bentuk Serial Televisi]

Melihat sahabatnya yang seperti tanpa beban, Ringgo membawa kesimpulan pribadi bahwa Nirina bisa seperti itu karena merupakan “seorang ibu”, yang sudah terbiasa dengan aktivitas memasak dan mengurus anak. Akan tetapi, Ringgo rupanya salah. Karena Ernest, suami Nirina pun tak merasa stres seperti dirinya.

Ringgo kemudian mencoba menjalani hari seperti apa yang Nirina lakukan, berolahraga dan membuat jadwal kegiatan. Namun lagi-lagi, Ringgo tak bisa lepas dari stres. Ia bahkan mengungkapkan stres yang dialaminya semakin parah. Akhirnya, Ringgo merasa terbantu dengan nasihat Nirina di akhir cerita.

Makna “sepuluh meter” akan terjawab di penghujung film. Dua kata itu sekaligus menjadi resolusi konflik film persembahan Bank OCBC NISP ini.

Ulasan Film Sepuluh Meter, Karya Baru Yandy Laurens di Masa Pandemi

Yandy memang sudah terkenal digandeng beberapa perusahaan untuk mempromosikan produknya dalam web series. Namun kali ini, ia berhasil membuat nuansa yang berbeda dari karya-karya sebelumnya itu.

Tak perlu berlatar di tempat yang memanjakan mata seperti proyek web series-nya, Yandy sukses menghasilkan karya indah dengan memanfaatkan kekuatan skenario yang menyentuh.

Dialog Sederhana tapi Menyentuh

Scene pertamanya cukup mencuri perhatian. Tampilan aplikasi dan pergerakan kursor komputer ke sana ke mari bisa jadi mengingatkan penonton akan film Searching. Tipikal pengambilan gambar seperti di film thriller Amerika Serikat tahun 2018 itu tak dimungkiri membuat penonton fokus, mempertanyakan apa yang sedang terjadi, dan khawatir bila lengah sebentar saja akan melewatkan hal penting.

Lalu, percakapan didukung akting para pemain yang bagus mampu membuat Sepuluh Meter seperti tanpa naskah. Yandy yang juga berperan sebagai penulis skenario di film ini menyusun kalimat-kalimat sederhana dan tak berlebihan sama sekali. Ini membuat apa yang penonton lihat seperti bukan film, melainkan dua sahabat di dunia nyata yang memang sungguh bercakap-cakap lewat video call.

Ada beberapa kalimat yang cukup menyentil saya, seperti “Lu tuh dari dulu bukannya seneng di rumah aja ya”, kalimat yang diucap Ernest menanggapi keluhan Ringgo.

[Baca Juga: Ulasan Film Netflix: Gambaran Dunia Usai Pandemi dalam Time to Hunt]

Pun ada kalimat yang menyiratkan pesan untuk selalu bersyukur seperti ungkapan Ringgo “Gua merasa bersalah deh, gua masih bisa kerja di rumah, makan enak, nggak kayak tenaga medis atau orang-orang yang masih harus kerja di luar, tapi gua masih stres juga”

Di samping itu, Sepuluh Meter membawa pesan bahwa aktivitas yang katanya mendatangkan kesenangan tak bisa benar-benar menunjukkan khasiatnya bila pelaku tidak ikhlas menjalaninya. Itu seperti yang Ringgo tunjukkan saat sudah mengikuti saran Nirina untuk melakukan beberapa kegiatan, tetapi tidak “bekerja” lantaran Ringgo masih belum ikhlas.

Pada akhirnya saya merekomendasikan Sepuluh Meter untuk ditonton di tengah pandemi COVID-19. Film pendek ini tersedia di saluran Youtube Bank OCBC NISP sejak Kamis, 14 Mei 2020.


Read More

Artikel Lainnya

Setu Babakan Jadi Lokasi Temu Nasional Seni Budaya Muslimin Indonesia 2022.jpg

Berita Kawasan

Setu Babakan Jadi Lokasi Temu Nasional Seni Budaya Muslimin Indonesia 2022

02 December 2022, 18:12

Lesbumi-NU mulai hari ini hingga 3 Desember 2022 menjadikan Kampung Budaya Betawi Setu Babakan sebagai ‘rumah’ rakornas sekaligus Temu Nasional Ses Budaya Muslimin Indonesia 2022.

Dukung Pemberdayaan Difabel di Bidang Digital, Acer Serahkan Bantuan Laptop.jpg

Bisnis

Dukung Pemberdayaan Difabel di Bidang Digital, Acer Serahkan Bantuan Laptop

02 December 2022, 16:10

Acer baru-baru ini menggelar kegiatan CSR-nya dengan menargetkan kelompok difabel yang ingin mendalami sekaligus berkarya di bidang coding.

Sambut Akhir Tahun 2022, KFC Kembali Hadirkan Menu Golden Combo.jpg

Kuliner

Sambut Akhir Tahun 2022, KFC Kembali Hadirkan Menu Golden Combo

02 December 2022, 14:07

Dalam merayakan penghujung tahun 2022, KFC meluncurkan menu Golden Combo serta menggelar campaign Golden Moment yang berhadia voucher hingga iPhone Pro 14.

Infinix Note 12 2023 Akan Diperkenalkan Resmi di Indonesia Pekan Depan.jpg

Bisnis

Infinix Note 12 2023 Akan Diperkenalkan Resmi di Indonesia Pekan Depan

02 December 2022, 12:03

Setelah merilis Infinix Note 12 sekitar enam bulan lalu, Infinix kembali akan memperkenalkan versi terbaru dari ponsel pintarnya ini yang disinyalir lebih siap menjajal penggunaan multitasking.


Comments


Please Login to leave a comment.