Ulasan The Last of Us Part 2, Perjalanan Berat Demi Balas Dendam.jpg

Hobi dan Hiburan

Ulasan The Last of Us Part 2, Perjalanan Berat Demi Balas Dendam

Setelah beberapa hari rilis resmi dan penantian panjang para pengguna konsol Playstation 4 (PS4), pengembang Naughty Dog akhirnya resmi merilis The Last of Us Part 2. Tak kira-kira, Naughty Dog membutuhkan waktu enam tahun untuk mengembangkan sekuel dari The Last of Us itu. Tidak bisa dipungkiri lamanya proses produksi ini ditujukan untuk menghadirkan game yang memang layak menjadi penerus game yang dulu rilis pada tahun 2013. Dengan The Last of Us Part 2 hadir sebagai salah satu game terbaik yang hadir di PS4.

Seperti judul dalam artikel ini, fokus tema dari The Last of Us Part 2 adalah balas dendam. Berbeda dengan game sebelumnya, Anda kali ini mengendalikan Ellie sebagai karakter utamanya yang saat ini sudah berusia 19 tahun. Pada awal gameplay, Anda akan diberikan sedikit kilas balik mengenai apa yang terjadi di The Last of Us.

Untuk sedikit mengingatkan kembali, pada game sebelumnya Anda mengendalikan Joel, seorang pria yang kehilangan putrinya ketika terjadi wabah penyakit yang disebabkan jamur Cordyceps dan menyebabkan orang-orang yang terinfeksi menjadi monster yang dikenal dengan nama Infected. Dengan keadaan dunia yang kacau balau, Joel mendapatkan misi dari kelompok militan bernama Fireflies untuk mengantarkan seorang remaja bernama Ellie yang diketahui kebal terhadap infeksi dari wabah tersebut.

Pada awalnya menganggap Ellie hanya sebagai “misi” semata tapi lambat laun ia mulai membuka diri, bahkan setelah hampir setahun mereka menjalani perjalanan bersama, Joel mulai peduli dan menganggap Ellie sebagai putri angkatnya. Namun ketika sampai di lokasi akhir, diketahui bahwa pihak Fireflies dapat membuat vaksin untuk mengatasi wabah tapi harus mengambil otak Ellie untuk membuatnya dan ini akan membunuh remaja itu. Tak terima dengan keputusan tersebut, Joel membunuh semua anggota Fireflies di rumah sakit Salt Lake City dan membawa kabur Ellie. Ketika Ellie terbangun dari biusnya, Joel berbohong dengan mengatakan bahwa pihak Fireflies tak bisa membuat vaksin dan ternyata masih banyak orang yang kebal seperti Ellie.

The Last of Us Part 2 mengambil latar belakang lima tahun setelah kejadian itu dengan Joel dan Ellie yang saat ini tinggal di kota kecil yang dibangun di Kota Jackson, Negara Bagian Wyoming. Di sini Ellie sudah beradaptasi penuh dengan memiliki teman hingga menjalani hubungan dengan perempuan sebayanya bernama Dina. Ya, untuk bagian hubungan Ellie ini, The Last of Us Part 2 dibayangi kontroversi terkait isu LGBT.

Namun kehidupan damai Ellie mendadak berubah menjadi teror dan dibayangi amarah ketika sekelompok penyintas yang berasal dari kelompok militan bernama WLF dengan salah satu anggotanya bernama Abby, mengeksekusi Joel di depan matanya. Ia pun bersumpah untuk membalas dendam atas kematian sosok yang dianggap ayah angkatnya itu. Bersama Dina, Ellie pun melacak kelompok tersebut. Namun perjalanan balas dendam ini tidaklah mudah, karena Ellie harus siap berhadapan dengan berbagai Infected, bahkan jenis baru yang belum pernah dilihat sebelumnya, serta penyintas lainnya yang berada di area Seattle. Tak bisa dipungkiri, setiap area baru yang didatangi Ellie, dia harus siap mengambil nyawa orang-orang baru yang muncul di hadapannya.

Ulasan The Last of Us Part 2, Perjalanan Berat Demi Balas Dendam .jpg

Hal yang membuat The last of Us Part 2 memukau selain dramanya yang membuat setiap konfrontasi dapat memicu rasa gugup dari gamer, adalah kualitas grafik dan mekanik dalam gameplay-nya. Tak bisa dipungkiri ini adalah game yang sangat memanfaatkan kemampuan grafik PS4 walau konsol Sony ini sudah berusia 'uzur' dan siap digantikan oleh Playstation 5. Namun Naughty Dog tetap mampu memanfaatkan kemampuan PS4 hingga maksimal, setiap detail yang ditampilkan di The Last of Us Part 2 bisa dikatakan sangatlah memukau. Dari mulai detail pecahan kaca, rumput-rumput dan semak belukar yang tumbuh tak beraturan, bahkan sampai monster Infected terlihat sangat mengerikan berkat detail yang bisa memicu rasa jijik.

Kemudian dari sisi mekanik game-nya, Ellie sangatlah lincah dibandingkan Joel dulu. Dengan dirinya yang dapat melompat hingga tiarap dan lari dengan sangat cepat. Semua gerakan ini sangatlah dibutuhkan, karena ancaman yang muncul di The Last of Us Part 2 lebih berbahaya dibandingkan di The Last of Us. Apalagi saat ini musuh sering membawa anjing pelacak untuk mencari Ellie.

Dalam hal detail, tak hanya grafik saja yang membuat game ini terlihat mencolok. Salah satu detail yang paling menarik adalah bagaimana ekspresi Ellie ketika dia mengambil nyawa penyintas lain. Saat Ellie melawan musuh, Anda bisa mengendap-endap dan menangkap mereka untuk membunuhnya secara diam-diam. Pada momen inilah, Anda bisa melihat bagaimana ekspresi Ellie ketika dirinya menancapkan pisau di leher musuh untuk mengambil nyawa mereka.

Pada momen itulah terlihat beban psikologi itu membayanginya dengan darah yang terkadang menempel di baju Ellie. Bahkan setiap musuh penyintas yang dikalahkan, Anda bisa mendengar teman mereka memanggil namanya untuk memberi tahu bahwa musuh yang baru kita bunuh adalah seseorang yang memang “hidup”.

Selain itu masih banyak hal lagi yang membuat game ini perlu diacungi jempol. Namun The Last of Us Part 2 tak jauh dari kontroversi juga. Dari mulai gamer yang memandang Naughty Dog menjadi “social justice” dengan memasukan unsur LGBT (padahal bila Anda memainkan cerita tambahan The Last of Us: Left Behind, di sini diperlihatkan arahan seksualitas dari Ellie) sehingga dilarang di Timur Tengah dan bocornya jalan cerita Joel yang tewas sehingga memicu emosi dari penggemarnya. Tapi terlepas dari semua kontroversi yang membayanginya, hal yang tidak bisa dipungkiri adalah The Last of Us Part 2 merupakan salah satu game terbaik dari PS4 dan menjadi pengantar 'tidur' konsol itu sebelum PS5 resmi hadir.


Read More

Artikel Lainnya

Tak Sampai Rp2 Juta! Redmi 10A Resmi Hadir di Indonesi a.jpg

Hobi dan Hiburan

Tak Sampai Rp2 Juta! Redmi 10A Resmi Hadir di Indonesia

20 May 2022, 18:40

Xiaomi Indonesia secara resmi meluncurkan produk entry-level mereka yang terbaru dengan kehadiran Redmi 10A.

East Ventures Suntik Pendanaan Awal ke Startup Pendidikan MySkill.jpg

Bisnis

East Ventures Suntik Pendanaan Awal ke Startup Pendidikan MySkill

20 May 2022, 16:37

Startup yang berfokus meningkatkan skill para pencari kerja di Tanah Air, My Skill, disebut meraih pendanaan awal dari East Ventures.

Sampai 29 Mei 2022, Toys Kingdom Gandaria City Adakan Diskon Hingga 90 %.jpg

Bisnis

Sampai 29 Mei 2022, Toys Kingdom Gandaria City Diskon Hingga 90%

20 May 2022, 14:36

Bagi Anda yang berniat membelikan mainan untuk buah hati maka bisa memanfaatkan momen Crazy Sale di Toys Kingdom Mall Gandaria City.

CFD Akan Kembali Digelar di Wilayah Ibu Kot a.jpg

Berita Kawasan

CFD Akan Kembali Digelar di Wilayah Ibu Kota

20 May 2022, 11:34

Pemprov DKI Jakarta mengumumkan akan melakukan uji coba penerapan CFD alias Hari Bebas Kendaraan Bermotor di wilayahnya pada akhir pekan ini.


Comments


Please Login to leave a comment.