Ulasan Sonic The Hedgehog, Film Nostalgia Gamer dan Hiburan Keluarga

Hobi dan Hiburan

Ulasan Sonic The Hedgehog, Film Nostalgia Gamer dan Hiburan Keluarga

Di era modern seperti saat ini sudah banyak usaha bagi sejumlah studio film ternama Hollywood yang berusaha mengadaptasi video games ke layar lebar. Ada yang sukses dan ada juga yang memicu kekecewaan bagi para penggemar judul game yang diangkat tersebut.

Sega Sammy pun dengan menggandeng studio Paramount berusaha melakukan hal yang serupa dengan mengangkat karakter ikonik mereka Sonic ke layar lebar. Apakah usahanya sukses? Menurut PingPoint.co.id, langkah ini terbilang sukses dengan Sonic the Hedgehog, apalagi dengan plot serta visual yang sangat menghibur untuk keluarga serta gamer yang memang menyukai si landak biru.

Ulasan Sonic The Hedgehog, Film Nostalgia Gamer dan Hiburan Keluarga

Film Sonic the Hedgehog disturadarai Jeff Fowler yang membuat aksi di landak biru ini sebagai penampilan perdana Fowler di belakang kamera dalam membuat film panjang. Mengingat sebelumnya Fowler mayoritas fokusnya adalah membuat film animasi pendek dan salah satunya adalah Gopher Broke (2004) yang dinominasikan sebagai film animasi pendek terbaik dalam penghargaan Academy Award.

[Baca Juga: Ulasan Film Enter The Fat Dragon: Komedi Kungfu ala Donnie Yen]

Sesuai judulnya, Sonic the Hedgehog bercerita mengenai petualangan landak biru yang berasal dari dimensi lain bernama Sonic (Ben Schwartz sebagai pengisi suara) yang memiliki kemampuan lari sangat cepat yang mencapai kecepatan supersonik. Namun akibat permasalahan yang terjadi di tempat tinggalnya, ia diselamatkan pengasuhnya yang bernama Longclaw dengan membukakan portal ke bumi. Pada momen inilah Sonic datang ke bumi untuk bersembunyi.

Ulasan Sonic The Hedgehog, Film Nostalgia Gamer dan Hiburan Keluarga

Selama 10 tahun berada di bumi, Sonic tinggal di kota kecil bernama Green Hill di Negara Bagian Montana, Amerika Serikat. Dalam persembunyiannya itu, si landak biru memanfaatkan kekuatannya untuk tetap bisa bertahan hidup sekaligus menikmati hari-harinya. Sonic juga memiliki hobi untuk mengintip kehidupan keluarga sherif Kota Green Hill Thomas Michael Wachowski (James Marsden) dan istrinya Maddie Wachowski (Tika Sumpter).

[Baca Juga: Ulasan Film Birds of Prey: Aksi Menghibur Para Perempuan Jagoan DC]

Melihat dirinya hanya bisa mengawasi tanpa bisa berkomunikasi dengan si sherif serta warga Green Hill, Sonic pun merasa kesepian. Rasa frustasi ini memuncak di suatu malam yang membuatnya mengeluarkan kekuatannya secara berlebihan hingga memicu pemadaman listrik di Green Hill. Dari sinilah keberadaannya mulai dilacak militer Amerika Serikat yang mengutus seorang ilmuan gila bernama Dr. Robotnik (Jim Carrey) untuk memburu Sonic.

Dari segi cerita Sonic the Hedgehog memang ditujukan untuk penonton keluarga. Sehingga plot cerita dan humor yang disisipi sepanjang film pun bisa memicu senyuman sampai gelak tawa untuk anak-anak sampai orang dewasa. Walau terdapat humor cliché seperti candaan kentut tapi tak dipungkiri ini tetap bisa membuat anak-anak tertawa ketika menonton film ini.

Ulasan Sonic The Hedgehog, Film Nostalgia Gamer dan Hiburan Keluarga

Karena film ini merupakan adaptasi dari game Sega yang dirilis di tahun 1990-an, Jeff Fowler tak lupa untuk menyisipkan berbagai easter egg untuk menghibur para gamer. Dari mulai cincin emas yang harus dikumpulkan Sonic sampai nama kota Green Hill yang menjadi latar belakang Sonic the Hedgehog. Sekadar informasi, Green Hill merupakan nama level pertama di game Sonic the Hedgehog yang dirilis pada tahun 1991 untuk konsol Sega Genesis.

Setelah mendapatkan kesempatan melihat screening-nya, PingPoint.co.id memandang Sonic the Hedgehog sangat cocok untuk Anda tonton bersama buah hati atau bagi Anda yang ingin bernostalgia masa kecil dulu ketika pertama kali melihat aksi si landak biru di konsol sega. Namun catatan penting, bagi Anda gamer yang memang menggemari Sonic maka jangan langsung meninggalkan kursi bioskop ketika credit roll, karena terdapat kejutan pada post-credit-nya.

Read More

Artikel Lainnya

Ketika Sastra Alih Wahana ke dalam Sadiwara Audio di Tangan Puluhan Seniman

Hobi dan Hiburan

Puluhan Seniman Alih Wahana Karya Sastra Menjadi Sadiwara Audio

03 July 2020, 21:00

Pertunjukan ini bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia serta kawan-kawan media dengan nama Sandiwara Sastra.

Pra-AKB di Kota Bogor, Ojol Hingga Hotel Boleh Kembali Beroperasi

Bisnis

Pra-AKB di Kota Bogor, Ojol Hingga Kegiatan MICE Boleh Beroperasi

03 July 2020, 20:00

Dalam fase Pra-AKB ini, Bima Arya kembali membuka sektor baru, yakni transportasi seperti ojek online (ojol) dan ojek pangkalan (opang) serta kegiatan-kegiatan di hotel selain fasilitas penginapan.

Pengambilan Dokumen Sipil di Kota Tangerang Kini Kembali Normal

Berita Kawasan

Pengambilan Dokumen Sipil di Kota Tangerang Kini Kembali Normal

03 July 2020, 19:00

Semenjak PSBB jilid IV hingga saat ini, pengambilan dokumen sipil di kantor Disdukcapil sudah kembali normal. Sebelumnya, ada pembatasan waktu dan jumlah pemohon disetiap harinya.

Toko Roti Maison Weiner Sudah 83 Tahun di Kwitang, Jakarta Pusat

Kuliner

Toko Roti Maison Weiner Sudah 83 Tahun di Kwitang, Jakarta Pusat

03 July 2020, 18:00

Pertama didirikan tahun 1936, toko kue dan roti Maison Weiner masih terus menjual roti dan kue hingga sekarang. Produksinya ditangani oleh generasi ke-3, Heru Laksana.


Comments


Please Login to leave a comment.