UMKM Kota Semarang Luwes Adaptasi Protokol Kesehatan Selama Pandemi

Bisnis

UMKM Kota Semarang Luwes Adaptasi Protokol Kesehatan Selama Pandemi

Para pelaku UMKM di Kota Semarang, Jawa Tengah mulai menerapkan protokol kesehatan semasa pandemi. Mereka luwes beradaptasi dengan setiap tantangan dan perubahan. Pemerintah Kota Semarang mencatat, hungga awal Agustus, setidaknya 1.538 UMKM terdampak pandemi COVID-19. Dari jumlah tersebut, sekitar 700 UMKM bergerak di sektor olahan pangan. Adapun di tingkat provinsi Jateng, sedikitnya 40.000 UMKM terdampak pandemi.

Sulitnya pemasaran secara konvensional, mendorong digelarnya sejumlah pameran virtual. Salah satunya diinisiasi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jateng dan Pemprov Jateng melalui pameran virtual UMKM Gayeng yang dihelat 21-23 Oktober dengan tema UMKM Nganggo Digital.

UMKM Kota Semarang Luwes Adaptasi Protokol Kesehatan Selama Pandemi

Seperti diberitakan kompas.id (24/10/2020), Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jateng Soekowardojo menyatakan, jumlah peserta pameran UMKM Gayeng yang tahun ini dilakukan virtual meningkat signifikan. Tahun ini, ada 850 UMKM terlibat, atau naik lima kali lipat dari tahun sebelumnya.

Pameran ini menampilkan produk UMKM beserta foto dan kontak telepon. Pihak yang ingin bermitra dengan UMKM bisa langsung menghubungi melalui kanal temu bisnis. Untuk pembelian secara langsung panitia pameran juga menggandeng salah satu marketplace. Pihak BI Jateng juga menggandeng banyak influencer dalam berbagai sesi bincang daring seperti Wulan Guritno hingga Atta Halilintar.

[Baca Juga: Nasib UMKM Sumatera Utara Akibat Pandemi, Omzet Turun 50%]

Trisila Juwantara, pemilik CV Yuasafood Berkah Makmur, produsen makanan dan minuman olahan dari buah carica di Wonosobo yang juga mengikuti pameran virtual UMKM Gayeng tersebut mengatakan, inovasi menjadi kunci agar UMKM tetap bertahan setiap ada hambatan. Ia mencontohkan, berawal dari buah carica siap saji, kini usaha yang dirintisnya telah mengembangkan olahan lain seperti jus, dodol, sirup, jeli, hingga puding.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jateng Emma Rachmawati menyebut, 53,45 persen usaha di Jateng mengaku kesulitan melakukan pemasaran di masa pandemi. Hal itu karena terjadi perubahan skema jual beli saat pandemi. Masyarakat lebih gemar membeli secara daring, ketimbang langsung. Utnuk itu, pihaknya juga akan menggelar pameran virtual pada 25-27 Oktober.

UMKM telah menjadi tumpuan ekonomi nasional. Di masa pandemi, saatnya semua pelakunya mengubah hambatan menjadi tantangan untuk melahirkan peluang baru.

Terapkan Protokol Kesehatan

Kebiasaan baru semasa pandemi mulai dijalani para pelaku UMKM di Kota Semarang, Jawa Tengah. Mereka luwes beradaptasi dengan tantangan dan perubahan. Keterbatasan justru jadi celah melirik peluang lebih luas. Salah satunya di rumah produksi tas anyaman kulit "Rorokenes" di Kelurahan Ngesrep, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang.

Di ruang berukuran sekitar 15 meter x 10 meter itu juga terdapat sembilan mesin jahit yang masing-masing diberi jarak 1,5 meter. Para karyawan bagian jahit, dengan masker yang tak pernah lepas dari wajah, tetap fokus menuntaskan pekerjaan. Tak ada bincang-bincang atau mendekati satu sama lain.

"Ada dua CCTV (kamera pemantau) di tempat workshop. Begitu ada yang ketahuan melepas masker, langsung saya peringatkan," kata pemilik Rorokenes Syanaz Nadya Winanto masih dari sumber yang sama. Diakuinya, selama pandemi COVID-19, protokol kesehatan dia terapkan secara ketat di seluruh lingkup usahanya itu.

UMKM Kota Semarang Luwes Adaptasi Protokol Kesehatan Selama Pandemi

Belasan pekerja Rorokenes dibekali masker dalam bekerja dan selalu diganti secara berkala. Masker pertama digunakan mulai pukul 09.00-12.00. Kemudian, setelah istirahat, mereka diberi masker baru yang digunakan hingga pukul 15.00. Sirkulasi udara dan ketersediaan tempat cuci tangan juga diperhatikan.

Seluruh komponen protokol kesehatan, bagi Syanaz, mutlak diterapkan di saat pandemi COVID-19 masih mengancam. Aturan ketat juga diberlakukan bagi para pengunjung maupun tamu. Ia mencontohkan, semua calon pengunjung harus membuat janji terlebih dahulu.

Selain mencegah penularan COVID-19, penerapan etiket baru itu juga berkaitan dengan keberlangsungan produksi. Setelah terdampak pandemi seperti semua usaha kecil lain, belakangan usaha Rorokenes perlahan bangkit. Menurut Syanaz, dampak paling parah dirasakannya pada Mei lalu ketika penjualannya menurun hingga 50 persen.

[Baca Juga: Penyelamatan UMKM Percepat Pulihnya Perekonomian Nasional]

Untuk menyiasati hal itu, Syanaz terpaksa melakukan sejumlah efisiensi yang dapat menekan biaya pengeluaran. Di sisi lain, citra atau branding produk terus diperkuat melalui semua lini media sosial. Ia sadar, di saat pandemi, satu-satunya jalur interaksi dengan konsumen hanyalah melalui media sosial.

Syanaz mengakui, di tengah pandemi COVID-19 yang belum berakhir, ia enggan memasang target terlalu muluk. Yang bisa dia lakukan saat ini ialah bertahan sambil memperkuat produk dengan strategi baru, seperti menyasar pasar yang lebih muda, sambil terus berlari kencang mengejar penjualan.

Read More

Artikel Lainnya

Persetujuan Penggunaan Massal Vaksin COVID-19 Pfizer-BioNTech, Pertama di Dunia

Kesehatan

Persetujuan Penggunaan Massal Vaksin COVID-19 Pfizer-BioNTech, Pertama di Dunia

02 December 2020, 16:28

Inggris telah menjadi negara pertama di dunia yang menyetujui vaksin virus corona Pfizer-BioNTech untuk digunakan secara luas. Sebelumnya, Rusia dan China telah mengeluarkan perizinan vaksin lain untuk penggunaan terbatas.

Baru Diluncurkan Dua Bulan Lalu, Desty Raih Pendanaan Awal dari East Ventures.jpg

Bisnis

Baru Diluncurkan Dua Bulan Lalu, Desty Raih Pendanaan Awal dari East Ventures

02 December 2020, 15:36

East Ventures mengumumkan mengucurkan seed funding untuk perusahaan startup yang baru diluncurkan pada Oktober lalu.

Pemkot Tangerang Gelar Deteksi Dini HIV AIDS.jpg

Kesehatan

Pemkot Tangerang Gelar Deteksi Dini HIV AIDS

02 December 2020, 14:08

Baru-baru ini Pemkot Tangerang menggelar kegiatan pendeteksian dini penyakit HIV AIDS untuk warganya.

Anies Baswedan Positif COVID-19, Kang Emil Haturkan Do a.jpg

Berita Kawasan

Anies Baswedan Positif COVID-19, Kang Emil Haturkan Doa

02 December 2020, 13:07

Kang Emil mendoakan Gubernur DKI Jakarta lekas pulih usai Anies Baswedan positif terinfeksi COVID-19.


Comments


Please Login to leave a comment.