UN Ditiadakan, Kemendikbud Siapkan Opsi Ini

Pendidikan

UN Ditiadakan, Kemendikbud Siapkan Opsi Ini

Semakin hari, jumlah penderita COVID-19 di Indonesia semakin bertambah angkanya. Hal itu tentunya membuat khawatir banyak masyarakat dari berbagai bidang. Tak terkecuali dalam bidang pendidikan.

Bahkan karena hal tersebut, Komisi X DPR bersama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) pun sepakat untuk tidak menggelar pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tahun ini. Hal itu dilakukan, untuk melindungi siswa dari ancaman Virus Corona SARS-CoV-2 ini.

[Baca Juga: Kemendikbud Resmi Tunda Ujian Nasional SMK di Jakarta]

“Penyebaran wabah COVID-19 diprediksi akan terus berlangsung hingga April, jadi tidak mungkin kita memaksakan siswa untuk berkumpul melaksanakan UN di bawah ancaman wabah Covid-19 sehingga kami sepakat UN ditiadakan,” ucap Ketua Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Syaiful Huda dalam keterangan tertulis yang diterima PingPoint.co.id (24/3/2020)

Seperti yang telah dijadwalkan sebelumnya, pelaksanaan UN SMA seharusnya akan dilaksanakan pada 30 Maret 2020. Begitu juga UN SMP yang harus dijadwalkan paling lambat akhir April mendatang. Namun karena adanya kebijakan ini, maka mekanisme sistem kelulusan pun akan diubah dan tidak mengacu pada nilai UN.

UN Ditiadakan, Kemendikbud Siapkan Opsi Ini

Menurut Huda, saat ini Kemendikbud masih mengkaji beberapa mekanisme pengganti UN. Salah satunya adalah opsi pelaksanaan Ujian Sekolah Bersandar Nasional (USBN). Namun begitu Huda pesimis semua sekolah mampu untuk menyelenggarakan USBN. Sebab, USBN hanya bisa dijalankan menggunakan sistem online atau dalam jaringan (daring).

“Kami sepakat bahwa opsi USBN ini hanya bisa dilakukan jika dilakukan secara daring, karena pada prinsipnya kami tidak ingin ada pengumpulan siswa secara fisik di gedung-gedung sekolah,” ujarnya.

[Baca Juga: Seberapa Ampuh Obat Malaria Klorokuin untuk Atasi Virus Corona?]

Opsi lain yang muncul sebagai pengganti UN adalah menimbang nilai kumulatif siswa selama belajar di sekolah. Untuk tingkat SMA dan SMP maka kelulusan siswa akan ditentukan melalui nilai kumulatif mereka selama tiga tahun belajar. Begitu pula untuk siswa SD dimana kelulusan akan ditentukan dari nilai kumulatif selama enam tahun mereka belajar.

“Jadi nanti pihak sekolah akan menimbang nilai kumulatif yang tercermin dari nilai rapor dalam menentukan kelulusan seorang siswa, karena semua kegiatan kurikuler atau ekstrakurikuler siswa terdokumentasi dari nilai rapor,” kata Huda.


Read More

Artikel Lainnya

Unik! Brand Ini Hadirkan Produk Sepatu dari Ceker Ayam.jpg

Kecantikan dan Fashion

Unik! Brand Ini Hadirkan Produk Sepatu dari Ceker Ayam

03 October 2022, 17:32

Alih-alih menggunakan kulit sapi, kambing, atau reptil, salah satu brand di Kota Bandung menggunakan ceker ayam sebagai bahan baku produk sepatunya.

Melalui Buku Ini, Masyarakat Diajak Sajikan dan Lestarikan Kuliner Asli Betawi.jpg

Kuliner

Lestarikan Kuliner Asli Betawi Melalui Buku

03 October 2022, 14:30

Belum lama ini Yayasan Nusa Gastronomi Indonesia, istri Gubernur DKI Jakarta dan istri mantan Sekda DKI Jakarta berkolaborasi guna menghasilkan buku yang mengulas resep tradisional khas Betawi.

3 Startup Naungan East Ventures Ini Dukung Ekosistem Kopi Tanah Air.jpg

Bisnis

3 Startup Naungan East Ventures Ini Dukung Ekosistem Kopi Tanah Air

03 October 2022, 11:28

East Ventures setidaknya telah mendanai tiga perusahaan startup yang mendukung perkembangan ekosistem kopi di Tanah Air.

Semarakan 2022 PMPL SEA Championship, realme Gelar Esports Week.jpg

Bisnis

Semarak 2022 PMPL SEA Championship, realme Gelar Esports Week

30 September 2022, 15:45

Untuk merayakan pertandingam 2022 PMPL SEA Championship, realme memutuskan menghadirkan promo lucky draw bertajuk realme Esports Week.


Comments


Please Login to leave a comment.