ads
DEPOK_~1.JPG

Pendidikan

Universitas Indonesia Bantu Pemerintah Depok Atasi Masalah Sanitasi

Pengelolaan sanitasi merupakan hal yang penting dilakukan khususnya demi menjaga kesehatan suatu lingkungan. Karena itulah pihak Universitas Indonesia yang juga dikenal dengan nama UI Depok melakukan penelitian yang ditujukan untuk membantu Pemerintah Kota Depok dalam mengatasi masalah sanitasi yang ternyata masih membayangi sejumlah area di kawasan ini.

Sebenarnya bila menarik benang merah, masalah sanitasi di Depok sudah berusaha ditanggulangi semenjak 2015. Hal ini terlihat saat Pemerintah Kota Depok melaksanakan kegiatan deklarasi Open Defecation Free atau Stop Buang Air Besar Sembarangan.

Deklarasi ini dilakukan guna menghentikan kebiasaan buruk masyarakat yang buang air sembarangan sehingga dapat memicu terjadinya pencemaran sungai, pencemaran air bersih serta pencemaran tanah. Tentu saja masalah sanitasi ini dapat menjadi penghalang realisasi Depok sebagai Kota Sehat sepenuhnya. Demi membantu realisasi tersebut serta mencapai target pemerintah dalam perihal sanitasi nasional, UI Depok pun turut andil.

Sebagaimana dilansir dari depok.go.id, Ketua Pusat Kajian Kesehatan Lingkungan dan Industri Fakultas Kesehatan Masyarakat UI Depok, Bambang Wispriyono menjelaskan bahwa dirinya tengah melakukan penelitian sebagai bentuk pengabdian masyarakat UI terhadap Kota Depok. Isu yang diangkat dalam penelitian ini adalah sanitasi yang diambil guna meningkatkan kesadaran masyarakat pada umumnya untuk target sanitasi yang lebih baik.

Pembahasan penelitian diangkat ketika dilaksanakannya Focus Group Discussion (FGD) dengan tema Kajian Strategis tentang Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat. Diskusi itu bertempat di Gedung G Fakultas kesehatan Masyarakat UI Depok pada Senin 27 Agustus 2018.

“Kita ingin masyarakat ikut menciptakan upaya-upaya preventif yang dicetuskan oleh pemerintah untuk mencapai target sanitasi nasional yang lebih baik,” jelas Bambang terkait penelitian tersebut.

Kelak hasil dari Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat tersebut akan diberikan kepada Pemerintah Kota Depok yakni Wali Kota Depok, Mohammad Idris, beserta Sekretaris Daerah Depok dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Depok. Saat ini tahapan dalam penelitian tersebut sudah berada di pengumpulan data sekunder yang didapatkan dari dinas kesehatan serta perangkat daerah lainnya di Pemerintah Kota Depok.

Walau sudah mendapatkan data sekunder, pihak UI Depok masih merasa hal tersebut dirasa kurang dalam merampungkan penelitian ini. “Kami juga ingin mendapatkan informasi langsung dari masyarakat melalui FGD ini. Nantinya akan kami formulasikan dalam sebuah buku atau pun dibuat dalam sebuah jurnal, sebagai bahan masukan untuk Pemkot Depok juga dalam membangun sanitasi yang lebih baik,” tambah Bambang Wispriyono.

Sejalan dengan usaha UI Depok, pihak Dinas Perumahan dan Pemukiman Depok juga bergerak untuk menanggulangi masalah sanitasi di kota ini. Pasalnya, baru-baru ini dinas tersebut berhasil merampungkan pembangunan 434 septic tank untuk masyarakat yang digolongkan ke dalam kategori warga pra sejahtera.

Sebagaimana dilansir dari Palapanews.com, Kepala Bidang Permukiman di Dinas Perumahan dan Pemukiman Kota Depok, Sukanda, mengatakan bahwa pembangunan septic tank di 2018 telah memiliki target fokus. Target tersebut meliputi area yang dipandang memiliki tingkat pencemaran limbah rumah tangga yang cukup tinggi.

Ratusan septic tank tersebut tersebar di 11 kecamatan dan 63 kelurahan yang ada di Kota Depok. Dengan usaha dari pihak Pemerintah Kota Depok dan UI Depok, diharapkan realisasi Depok menjadi Kota Sehat pun terwujud dengan sanitasi warganya yang terkelola dengan baik.

ads
ads
ads

Artikel Lainnya

Perhatikan Hal ini Ketika Membuat Taman di Rumah.jpg

Properti dan Solusi

Perhatikan Hal ini Ketika Membuat Taman di Rumah

20 February 2019, 4 a.m.  |  4 Views

Banyak manfaat miliki taman di halaman rumah. Taman memberikan sirkulasi udara yang baik. Memandanginya juga baik untuk mata lelah.

Eka Kurniawan Jaga Kesehatan dengan Bersepeda.jpg

Kesehatan

Eka Kurniawan Jaga Kesehatan dengan Bersepeda

20 February 2019, 5 a.m.  |  6 Views

Mengetik berjam-jam di depan layar komputer dapat mengganggu kesehatan. Sastrawan Eka Kurniawan mengatasinya dengan rajin bersepeda.

Ngopi Instagramable di Serpong 1.jpg

Kuliner

4 Tempat Ngopi Instagramable di Serpong

20 February 2019, 3 a.m.  |  4 Views

Secangkir kopi panas jadi kenikmatan hakiki yang tak terbantahkan. Tak ayal, tempat ngopi juga hadir dengan interior instagramable.

Taman Bacaan Inovator.jpg

Pendidikan

Taman Baca Inovator Lahir Atas Nama Literasi

19 February 2019, 4 a.m.  |  48 Views

Gerakan taman bacaan mungkin sudah banyak ditemukan. Namun, Yayasan Taman Baca Inovator punya sentuhan berbeda.


Comments

Please Login to leave a comment.

ads