CEMPAKA PUTIH_PENDIDIKAN_UNIVERSITAS YARSI, PILIHAN UTAMA PENDIDIKAN KEDOKTERAN MUSLIM DI JAKARTA_EMIL_REVISI 02-01.jpg

Pendidikan

Universitas Yarsi, Kampus Kedokteran Muslim di Jakarta

Berbagai perguruan tinggi di Jakarta memiliki bermacam-macam program unggulan. Namun, bagi perguruan tinggi yang memiliki fakultas kedokteran, biasanya fakultas ini menjadi unggulan dan kebanggaan. Salah satu perguruan tinggi swasta yang memiliki fakultas kedokteran adalah Universitas Yarsi.

Berbicara mengenai Universitas Yarsi, tahukah Anda bahwa perguruan tinggi ini merupakan bagian dari cikal bakal pendidikan kedokteran Muslim di Jakarta? Bila tidak, maka artikel ini akan membantu Anda mengetahui asal berdirinya pendidikan kedokteran muslim di Jakarta.

Berdirinya Yarsi

Yarsi yang memiliki singkatan Yayasan Rumah Sakit Islam itu dicetuskan oleh empat dosen Fakultas Kedokteran dari Universitas Indonesia. Mereka terdiri dari Dr. H. Ali Akbar, Profesor. Dr. Asri Rasad, Msc, Phd, Drs. Med. Maksum Saleh Nasution, dan Prof. Dr. Jurnalis Uddin.

Keempatnya pada 1965 membicarakan keinginan untuk mendirikan fakultas kedokteran yang memfokuskan pada sumber daya Muslim dan dikelola oleh pihak lembaga Islam. Walau saat itu sebenarnya sudah ada Fakultas Kedokteran di Universitas Ibnu Khaldun, sebagaimana dilansir dari Yarsi.ac.id, keempatnya memandang perguruan tinggi tersebut tidak mengelolanya dengan profesional.

Selain dipicu oleh pengelolaan yang dipandang tidak profesional oleh Universitas Ibnu Khaldun, keempat dosen itu juga prihatin dengan gejolak perpolitikan di Indonesia. Mengingat adanya tragedi G30S/PKI yang membuat kondisi pendidikan pun ikut terpengaruhi. Bagaimana tidak, sepanjang tahun 1966, terjadi demonstrasi yang menuntut lengsernya Soekarno sebagai presiden sehingga kondisi di Tanah Air pun tidak kondusif.

Selain situasi tersebut, menjelang 1967, terjadi permasalahan dalam internal Fakultas Kedokteran Universitas Ibnu Khaldun yang memicu para dosen yang berasal dari Universitas Indonesia di sana mengajukan pemberhentian. Para mahasiswanya pun merasa gundah karena terjadinya kevakuman dalam kegiatan perkuliahan. Dari sinilah, keempat pendiri Yarsi membulatkan tekad untuk mendirikan Fakultas Kedokteran yang selama ini mereka bicarakan.

Yayasan Yarsi pun membuat badan hukum di mana ini merupakan salah satu syarat dalam pendirian perguruan tinggi di Indonesia. Saat pertama kali didirikan pada 15 April 1967, Perguruan Tinggi Kedokteran Yarsi pun resmi berdiri. Namun sesuai dengan UU No.22 tahun 1961, nama perguruan tinggi ini berubah menjadi Sekolah Tinggi Kedokteran Yarsi Jakarta pada 1969.

Yarsi Jadi Universitas

Pada awal perkembangannya, Yarsi masih tidak memiliki bangunan sendiri karena itu yayasan tersebut pun meminta bantuan dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia atau yang juga dikenal dengan nama UI Salemba. Baik dari elemen seperti kelas, laboratorium, perpustakaan hingga sarana pendukung lainnya, Sekolah Tinggi Kedokteran Yarsi Jakarta berstatus meminjam ke UI Salemba.

Baru pada 1968, Yayasan Yarsi pun mulai proyek pendirian bangunan untuk perguruan tinggi mereka di Jalan Lejten Suprapto, Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Saat itu peletakan batu pertama dilakukan oleh mantan Ibu Negara Indonesia, Tien Soeharto.

Berhasil dengan perkembangan Sekolah Tinggi Kedokteran Yarsi Jakarta, yayasan yang menauinginya pun memutuskan untuk membuat fakultas baru. Pada tahun 1989, Fakultas Hukum, Fakultas Ekonomi dan Fakultas Teknologi Informasi pun resmi dibuka dan Sekolah Tinggi Kedokteran Yarsi Jakarta berubah menjadi Fakultas Kedokteran. Di momen itulah nama Universitas Yarsi mulai diadopsi.

Saat ini, Universitas Yarsi pun kerap menjadi pilihan utama oleh para Muslim di Indonesia yang ingin menempuh pendidikan kedokteran di Tanah Air. Selain jurusan Kedokteran Umum, perguruan tinggi ini juga menyediakan program studi Kedokteran Gigi. Berikut ini daftar fakultas dan jurusan yang ada di sana:

  1. Fakultas Kedokteran dengan Jurusan Kedokteran Umum (S1), Jurusan Kedokteran Gigi (S1).
  2. Fakultas Ekonomi dengan Jurusan Manajemen (S1), Jurusan Akuntansi (S1), Pascasarjana Magister Manajemen (S2).
  3. Fakultas Hukum dengan Jurusan Hukum (S1).
  4. Fakultas Teknologi Informasi dengan Jurusan Teknik Informatika (S1), Jurusan Ilmu Perpustakaan dan Informasi (S1).
  5. Fakultas Psikologi dengan Jurusan Psikologi Kesehatan (S1).

Dengan beragamnya jurusan ini, mungkin Universitas Yarsi juga dapat menjadi opsi alternatif Anda yang saat ini tengah mencari universitas swasta. Apalagi bila Anda tinggal di area Cempaka Putih maka perguruan tinggi ini dapat menjadi rekomendasi juga mengingat Universitas Yarsi juga membuka kelas karyawan dan untuk informasi lebih lanjut bisa menghubungi (021) 4206675.

Read More

Artikel Lainnya

Sambut Perayaan Hari Kemerdekaan, Fit Gourmet Hadirkan Jajanan Khas Indonesia .jpg

Kuliner

Sambut Perayaan Hari Kemerdekaan, Fit Gourmet Hadirkan Jajanan Khas Indonesia

05 August 2020, 20:00

Fit Gourmet menghadirkan menu khusus di momen perayaan 17 Agustus ini dengan jajanan khas Indonesia yang sehat.

Unpad Uji Klinis Vaksin COVID-19, Ridwan Kamil Siap Jadi Relawan.jpg

Kesehatan

Unpad Uji Klinis Vaksin COVID-19, Ridwan Kamil Siap Jadi Relawan

05 August 2020, 19:00

Kang Emil mengumumkan siap membantu usaha uji klinis vaksin COVID-19 yang dilakukan PT Bio Farma dan Unpad.

Sisca Soewitomo Juru Masak Legendaris Itu Akhirnya Gantung Panci

Kuliner

Sisca Soewitomo: Juru Masak Legendaris Itu Akhirnya Gantung Panci

05 August 2020, 15:00

Perempuan kelahiran Surabaya, 8 April 1949 ini legendaris kerap disebut sebagai Ratu Boga Indonesia akibat penampilannya yang lincah kala memasak di program televisi Aroma.

Ledakan di Beirut dan Efek Amonium Nitrat pada Kesehatan

Kesehatan

Ledakan di Beirut dan Efek Amonium Nitrat pada Kesehatan

05 August 2020, 14:00

Apabila terhirup, amonium nitrat dapat menyebabkan iritasi pada saluran pencernaan dengan gejala batuk, sakit tenggorokan dan napas yang pendek.


Comments


Please Login to leave a comment.