Upaya Menumpas TBC Di Masa Pandemi Covid-19

Kesehatan

Upaya Menumpas TBC Di Masa Pandemi Covid-19

Sejak terdeteksi adanya warga yang positif COVID-19 di Indonesia(2/3/2020), jumlah kasusnya tiap hari mengalami peningkatan. Per 24 Maret 2020, total sudah ada 686 orang di Indonesia dinyatakan positif COVID-19.

Dari data tersebut, sebanyak 55 diantaranya meninggal dunia dan 30 orang dinyatakan sembuh. Adapun provinsi dengan dengan jumlah kasus terbanyak yaitu Jakarta. Ada 423 kasus di Jakarta dengan rincian sebanyak 29 orang meninggal dan 23 orang dinyatakan sembuh.

Dengan kata lain, dalam tiga pekan saja kasus COVID-19 mengalami lonjakan yang tajam. Namun pada saat yang bersamaan, penyakit Tuberkulosis atau TBC pun masih menjadi ancaman di Indonesia.

[Baca Juga: Masih Ada Ancaman TBC di Tengah Pandemi Covid-19]

Menurut data World Health Organization (WHO) pada tahun 2019 Indonesia menduduki peringkat ketiga sebagai negara dengan jumlah kasus TBC atau TB terbanyak. WHO memperkirakan sebanyak 845.00 orang di Indonesia mengalami penyakit TB. Hal ini membuat Indonesia menjadi salah satu negara penyumbang 60 persen kasus TB yang ada di dunia.

Dengan melihat kemiripan gejala dan potensi penyebaran virus yang sama bahayanya dengan COVID-19, WHO pun meminta agar penanganan terhadap TB tak dikesampingkan. Dilansir dari laman WHO (24/3/2020), setidaknya ada beberapa cara yang dapat dilakukan otoritas atau pihak terkait untuk menangani TB selama masa pandemi COVID-19.

Upaya Menumpas TBC Di Masa Pandemi Covid-19

Pencegahan

WHO menyarankan agar adanya upaya yang untuk menekan penularan TB dan COVID-19 sebagaimana dengan pedoman WHO. Meski ada sedikit perbedaan dalam proses penularannya, namun upaya perlindungan diri agar tak terjangkit kedua penyakit ini.

Pencegahan yang dapat dilakukan yakni dengan menutup mulut ketika batuk dan memisahkan diri dengan orang yang diduga terkena penyakit TB atau COVID-19. Khusus untuk TB, WHO mengatakan agar pasien terus minum obat serutin mungkin.

Upaya Menumpas TBC Di Masa Pandemi Covid-19

Diagnosis

Meski memiliki gejala yang sama, WHO menyarankan perlu adanya pemeriksaan terhadap orang yang mengalami gejala TB dan COVID-19. Laboratorium untuk tes TB tersedia di negara-negara yang bergabung dengan WHO dan jaringan internasional lainnya.

Perawatan

Tenaga medis yang khusus menangani TB dapat berbagi pengetahuan, pengalaman dan memberikan dukungan teknis dan logistik. Penggunaan teknologi kesehatan juga dapat mempermudah komunikasi, konseling, dan perawatan kepada pasien TB. Oleh karenanya, WHO merekomendasikan agar penggunaan teknologi seperti monitor obat elektronik dan video dukungan untuk terapi dapat membantu pasien TB dalam masa penyembuhan.

[Baca Juga: Inilah Penjelasan Kondisi Paru-Paru Ketika Menderita COVID-19]

Guna mencegah penularan, WHO juga menyarankan agar pasien TB yang masih dalam tahap ringan tidak perlu dirawat di rumah sakit. Selama masa pandemi COVID-19 pun juga ketersediaan obat bagi pasien TB harus dijamin agar mereka tidak perlu ke rumah sakit hanya untuk mendapatkan resep kembali.

Perencanaan, Pengadaan, Pasokan, dan Manajemen Risiko yang Proaktif

Perencanaan dan pengawasan dapat menjadi cara untuk menjamin ketersediaan obat TB. WHO sendiri juga menyuplai obat untuk TB. Akan tetapi lembaga lainnya seperti The Global Fund, Stop TB Partnership Global Drug Facility (GDF), USAID, Unitaid dan lembaga donor lainnya juga perlu terus terlibat dalam menyuplai obat TB.

Di masa pandemi Covid-19 ini, WHO menyarankan agar negara-negara yang membutuhkan obat TB dapat melakukan pengajuan secepat mungkin untuk menghindari penundaan pengiriman obat dan masalah pengiriman.

Inilah Penjelasan Kondisi Paru-Paru Ketika Menderita COVID-19

Sumber Daya Manusia

Keberadaan tenaga medis terkait sangat penting untuk menangani TB di masa pandemi COVID-19 ini. Tenaga medis seperti Dokter pernafasan, staf pulmonologi, spesialis TB dan perawat dapat menjadi rujukan utama bagi pasien yang mengalami komplikasi COVID-19. Kemampuan untuk mendeteksi dan melakukan pengobatan yang efektif dan mengurangi penyebaran penyakit dan kematian akibat COVID-19 dan TB.

[Baca Juga: Labkesda Tunjuk RSUD Tarakan Jakarta Pusat Sebagai LRI Tuberkulosis]

Pengembangan Kapasitas

Bersamaan dengan menekan penyebaran COVID-19, pengembangan kapasitas untuk penanganan TB justru dapat dilakukan. WHO menyebutkan bahwa penanganan TB dapat dilakukan beriringan dengan upaya pengendalian COVID-19, yakni dengan cara pencegahan infeksi, melacak jejak pasien, perawatan di rumah, pengawasan dan pemantauan. Hal tersebut mungkin dilakukan mengingat adanya kesamaan gejala pada penyakit COVID-19 dan TB.

Dengan bersama-sama melakukan pencegahan penularan COVID-19 dan TB, maka kita telah menjadi bagian dalam upaya menyelamatkan kehidupan. Perlu solidaritas bersama antar pihak agar dapat menekan penyebaran TB dan COVID-19 di Indonesia.


Read More

Artikel Lainnya

Harga Rp6 Jutaan, Xiaomi 12T Resmi Hadir di Indonesia.jpg

Bisnis

Harga Rp6 Jutaan, Xiaomi 12T 5G Resmi Hadir di Indonesia

01 December 2022, 15:55

Anggota keluarga baru di Xiaomi 12 Series pada hari ini secara resmi diboyong ke Tanah Air dengan membawa spesifikasi yang mumpuni serta kemampuan pengambilan gambar yang disebut tepat bagi para kreator konten.

Mulai Hari Ini! Tangerang Great Sale Digelar Hingga 31 Desember 2022.jpg

Bisnis

Mulai Hari Ini! Tangerang Great Sale Digelar Hingga 31 Desember 2022

01 December 2022, 13:32

Menjelang momen Natal 2022 dan Tahun Baru 2023, pesta diskon serta pameran UMKM bertajuk Tangerang Great Sale siap digelar sampai 31 Desember 2022.

Permudah Belanja Kebutuhan Natal dan Tahun Baru di ruparupa.co m.jpg

Bisnis

Permudah Belanja Kebutuhan Natal dan Tahun Baru di ruparupa.com

01 December 2022, 10:30

Bagi Anda yang saat ini sudah bersiap untuk berbelanja kebutuhan di rumah untuk sambut momen Natal 2022 dan Tahun Baru 2023, maka ruparupa.com dapat jadi solusi mudahnya.

Sambut Momen Akhir Tahun, realme Gelar Promo Golden Carnival.jpg

Bisnis

realme Gelar Promo Golden Carnival di Momen Akhir Tahun 2022

30 November 2022, 14:25

Dalam rangka mendekatkan diri dengan realme Fans, realme akan menggelar promo serta event dengan tema Let It Gold dalam rangka menyambut momen akhir tahun 2022.


Comments


Please Login to leave a comment.