UPI dan Pemkot Bandung Kembangkan Mesin Sampah Teknologi Jepang

Pendidikan

UPI dan Pemkot Bandung Kembangkan Mesin Sampah Teknologi Jepang

Salah satu universitas di Bandung yakni Universitas Pendidikan Indonesia tengah mengembangkan mesin pengolahan sampah ramah lingkungan. Mesin ini merupakan tindak lanjut kerja sama antara Pemerintah Kota Bandung dengan Jepang terkait penataan lingkungan serta teknologi bidang pengelolaan sampah pada Februari 2020 lalu.

Pengerjaan mesin tersebut berada di Kampus UPI Jalan Setiabudi. Menurut Ketua Tim Riset Mesin Pengelolaan Sampah UPI, Sriyono, mesin yang sedang dikembangkan ini memiliki kapasitas 0,5 meter kubik. Salah satu keunggulannya adalah mesin dapat dioperasikan tanpa menggunakan sumber energi listrik.

"Kapasitas produksinya 1/2 meter kubik itu sama halnya incinerator yang sudah ada. Hanya yang menjadi keunggulannya, tanpa menggunakan sumber energi listrik. Pembakarannya pun alamiah. Jadi hanya dengan meningkatkan asupan oksigen yang masuk dalam ruang bakar utama ini. Sehingga bisa dilakukan teknologi magnet ini," tuturnya sambil menunjukan mesin tersebut kepada Wali Kota Bandung serta wakilnya.

Ia juga mengungkapkan,mesin tersebut bertemperatur rendah, sehingga pembakarannya berkelanjutan. Pengoperasian mesin ini seperti memasak pada tungku menggunakan kayu. Dibakar dengan sampah yang mudah terbakar dulu, kemudian membakar yang sulit seperti sampah basah maupun plastik.

Vaksinasi UPI.jpg

Lebih lanjut Sriyono mengungkapkan, sampah yang masuk bisa hancur dalam hitungan jam. "Untuk sampah kering itu cepat hancurnya 2-3 jam. Sampah basah, seperti sisa makan dapur itu 5-6 jam. Pengoperasian mesin ini pun bisa hingga 24 jam," ujarnya seperti diberitakan humas.bandung.go.id (13/9/2021).

Kemudian hasil dari pembakaran sampah tersebut dalam bentuk abu dapat dimanfaatkan untuk penguatan bata, paving blok, atau pot bunga. "Hasilnya dalam bentuk abu. Itu bisa dimanfaatkan untuk bata, paving blok atau pot bunga," jelasnya.

Sementara itu, Anggota Tim Peniliti Mesin Sampah MGU-300 Jepang, Mori menerangkan, mesin tersebut sangat aman digunakan. Untuk kapasitas panasnya pun berbeda. Bagian bawah sekitar 1.700-2.000 derajat. Sedangkan bagian atasnya kurang dari 100 derajat, sehingga tidak membahayakan. Perlu Anda ketahui, asap yang keluar dari mesin ini sudah melalui uji coba, serta sudah dalam standar aman bagi lingkungan.

Terkait hal tersebut, Wali Kota Bandung Oded M. Danial berharap ketika mesin sudah sempurna, maka bisa digunakan di setiap RW. Karena mesin ini memiliki keunggulan yang berskala kecil. Sehingga bisa dikelola oleh hanya satu orang. Soal harga, wali kota belum bisa memastikan karena masih dalam tahap pengembangan yang ditargetkan secepatnya bisa beroperasi.


Read More

Universitas Pendidikan Indonesia

Universitas Negeri

+62222013163
None

Artikel Lainnya

Penanjakan

Berita Kawasan

Sensasi 8 Derajat dan Sunrise yang (Nyaris) Tidak Terlihat di Penanjakan

21 September 2021, 21:09

Sejak dini hari, tempat ini sudah mulai dikunjungi masyarakat, beberapa bersama pasangan, keluarga, atau pun rekan-rekannya.

Desa Wisata Edelweis

Berita Kawasan

Desa Wisata Edelweis, Tempat Baru dengan Hamparan Bunga Abadi

21 September 2021, 20:08

Baru sekitar satu bulan disediakan café bagi pengunjung di tempat ini. Sebelumnya, tempat ini hanya berupa perkebunan saja.

Permudah Konsultasi Dokter Spesialis via Telemedicine, AlteaCare Resmi Dilunc urkan.jpg

Kesehatan

Konsultasi Dokter Spesialis via Telemedicine, AlteaCare Resmi Diluncurkan

21 September 2021, 19:07

Dengan menggandeng RS Mitra Keluarga, AlteaCare permudah pasien, khususnya dengan penyakit kronis, berkonsultasi dengan dokter spesialis tanpa perlu keluar dari rumah.

Laque Outfit 3.jpg

Kecantikan dan Fashion

Model Baju Kekinian Ala Drama Korea? Cek di Laque Outfit

21 September 2021, 18:08

Sedang mencari aneka outfit ala Drama Korea? Cobalah untuk melihat-lihat di Laque Outfit, sebuah toko Butik di Bandung.


Comments


Please Login to leave a comment.