Kampung Siaga Candi Hebat

Hobi dan Hiburan

Urban Farming Metode Aquaponik, Solusi Ketahanan Pangan Berbasis Masyarakat

Kepala Dinas Pertanian, Hernowo Budi Luhur pernah menyampaikan jika kota Semarang memiliki potensi yang baik untuk menciptakan kedaulatan pangan, khususnya pertanian modern yang bisa diterapkan di pekarangan rumah. Ia berharap masyarakat masih memiliki lahan untuk melakukan urban farming guna menghijaukan kota Semarang dengan tanaman yang produktif.

Konsep yang bisa diterapkan untuk melakukan urban farming adalah menanam dengan media pot, polybag, hidroponik, atau pun aquaponik. Harapannya agar ada gerakan bagi semua masyarakat bisa memanfaatkan setiap jengkal tanahnya dengan tanaman yang tidak sekedar hijau tapi bisa dimanfaatkan dan diambil hasilnya, jadi pertanian perkotaan ini bisa membudaya di kalangan masyarakat. Apalagi melalui urban farming memiliki tujuan untuk menguatkan ketahanan pangan di lingkungan keluarga, khususnya saat pandemi COVID-19.

Hal ini yang terlihat dari kegiatan urban farming yang telah dilakukan oleh RW 03 Kelurahan Krobokan sejak didirikannya Kampung Siaga Candi Hebat (KSHC) ketika wabah COVID 19 terus mengalami peningkatan di wilayah Kota Semarang. Kegiatan ini diketahui pada saat redaksi Pingpoint.co.id mendatangi langsung lokasi pada Jumat (2/4/2020).

Kegiatan urban farming merupakan proyek percontohan dari didirikannya Kampung Siaga Candi Hebat dalam melakukan aksi nyata dengan tujuan memutus mata rantai penyebaran COVID-19 sekaligus meningkatkan ketahanan sosial warga. Artinya kegiatan urban farming adalah upaya peningkatan ketahanan pangan, ekonomi, dan penerapan konsep 'aman di rumah saja'.

Selanjutnya kegiatan urban farming di Kampung Siaga Candi Hebat RW 03 Kelurahan Krobokan sendiri menggunakan metode aquaponik agar menghasilkan dua produk sekaligus yakni sayur dan ikan dari satu unit produksi sebagai budidaya tanaman maupun ikan. Lantas seperti apa metode aquaponik yang diterapkan oleh warga RW 03 dalam kegiatan urban farming mereka?

[Baca Juga: Semangat Urban Farming, Panen Baroma di Taman Balaikota Semarang]

PingPoint.co.id berkesempatan berbicang langsung dengan Ketua RT 4 RW 03 untuk memperoleh penjelasan bagaimana cara pembuatan sekaligus perawatan dan pemeliharaan aquaponik di wilayahnya. Ketua RT bercerita jika alat dan bahan yang kami gunakan memanfaatkan bahan yang sudah tersedia seperti botol dan gelas plastik bekas, potongan kayu yang tidak terpakai, dan malah untuk kolam kami menggunakan terpal yang diikat di keempat sudut di sekeliling kayu sehingga membentuk bak kolam.

Cara ini kami lakukan karena kami membuat aquaponik melalui swadaya kesadaran dan keguyuban bersama serta semangat gotong royong dari warga tanpa bantuan dari pihak mana pun. Selain itu, kami memilih metode aquaponik karena sayur segar dan ikan yang dihasilkan sebagai sumber protein pada daerah- daerah kering dan ketersedian lahan terbatas. Metode ini bersifat berkelanjutan dengan perpaduan tanaman dan ikan sebagai siklus nutrisi.

Oleh karena aquaponik pada dasarnya menggunakan air sebagai daya utama dalam bertanam, maka diperlukan bahan sekam bakar sebagai media tanam dan pipa kecil media penyalur air. Setelah alat dan bahan sudah siap terpasang, baru bibit sayuran yang diinginkan ditanam. Kemudian yang terakhir ikan ditambahkan dalam kolam berisi air.

Lalu untuk menyirami tanaman sayuran menggunakan irigasi air yang mengalir sehingga mengairi akar tumbuhan yang terendam air, dan teknik nutrisi yang sangat cocok serta disesuaikan untuk bergabung dengan ikan yang hidup. Agar air bisa terus mengalir memamng menggunakan daya listrik. Namun, listrik tidak perlu menyala 24 jam, cukup dinyalakan tiga kali sehari yakni pagi, siang, dan malam secara rutin hanya beberapa jam saja. Bagaimana sistem dan konsep aquaponik dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

Urban Farming Metode Aquaponik, Ketahanan Pangan Berbasis Masyarakat

Hal yang perlu mendapat perhatian adalah ikan dan tanaman yang kamu pilih untuk sistem aquaponik harus memiliki kebutuhan yang sama, minimal untuk suhu. Sebagai aturan umum untuk suhu harus yang hangat dan cocok untuk ikan air tawar dan tanaman berdaun seperti selada dan kangkung menjadi tumbuhan terbaik dalam sistem aquaponik karena jenis sayuran tadi tidak membutuhkan nutrisi banyak. Hindari menanam tanaman yang membutuhkan air asam karena pasti dapat membahayakan ikan

Peran ikan dalam aquaponik adalah yang memberi makan tanaman. Ikan yang digunakan dalam jenis budidaya ini adalah ikan air tawar, yang paling popular adalah ikan nila, gurame, dan lele karena jenis-jenis ikan tersebut mudah beradaptasi dalam kondisi air yang beragam dan berkembang dengan cukup cepat.

“Kami telah membuat aquaponik setahun lalu bersama warga dan telah panen sayuran serta ikan sebanyak tiga kali. Hasil panen dimanfaatkan untuk kegiatan warga di Kampung Siaga Candi Hebat. Jika sebelumnya kami membudidayakan kangkung dan lele, tetapi sejak awal tahun ini kami mulai membudidayakan kangkung dan ikan nila biar warga tidak bosan dengan jenis ikan yang itu-itu saja,” ujar Ketua RT dengan sedikit berbangga karena keberhasilan aquaponik buatannya bersama warga.

[Baca Juga: Semangat Urban Farming Semarang, dari Taman Balaikota Hingga Kampung Siaga Candi Hebat]

PingPoint.co.id sempat menyinggung mengapa kegiatan urban farming di tempat lain sudah tidak lagi berlanjut? Ketua RT menjawab bahwa tidak semua warga memiliki pengetahuan memadai dalam merawat dan memelihara urban farming yang telah mereka buat. Selain karena kegiatan ini bersifat swadaya, ternyata tidak ada pembekalan untuk pengetahuan dan praktek dari dinas terkait urban farming.

Jika pemerintah menginginkan keberlanjutan untuk kegiatan urban farming di Semarang, maka organisasi perangkat daerah perlu melakukan pendampingan secara intens dan terfokus mulai dari pembekalan, implementasi, hinga melakukan monitoring, dan evaluasi setelah kegiatan selesai dibuat agar urban farming tetap terawat dan terpelihara. Tentu saja, kegiatan panen urban farming di Pemkot yang dihadiri oleh Walikota Semarang Hendrar Prihadi belum lama ini mampu menjadi inisiasi untuk kegiatan urban farming berbasis masyarakat ke depan.


Read More

Artikel Lainnya

UTBK di ITB Capai 23.705 Orang 3.jpg

Pendidikan

Sebanyak 23.705 Orang Ikuti UTBK di Institut Teknologi Bandung

15 April 2021, 09:00

Pelaksanaan UTBK di ITB terdapat di beberapa lokasi, yakni di Kampus ITB dan di sejumlah sekolah menengah

pusdai3.jpg

Berita Kawasan

Kasus Terkonfirmasi COVID-19 Menurun, Masjid Pusdai Bandung Gelar Salat Tarawih Berjamaah

15 April 2021, 08:30

Kota Bandung menunjukan grafik menurun, sehingga beberapa Masjid besar di Kota Bandung sudah diizinkan untuk melakukan salat tarawih berjamaah.

Vaksinasi UPi 3.jpg

Kesehatan

Universitas Pendidikan Indonesia Lakukan Vaksinasi untuk Ribuan Dosen dan Tenaga Kependidikan

15 April 2021, 08:00

Sebanyak 2.000 Dosen dan Tenaga Kependidikan melakukan vaksinasi di Gymnasium UPI pada 5-7 April kemarin. Vaksinasi kali ini mayoritas diperuntukan bagi dosen dan tenaga pendidikan UPI yang berusia di bawah 60 tahun.

Dekan Psikologi Undip

Pendidikan

Prof. Dian Ratna Sawitri, Sosok di Balik Prodi Terfavorit UNDIP

14 April 2021, 06:30

Prodi paling Favorit yang banyak diminati calon mahasiswa pada SBMPTN tahun 2021 di Universitas Diponegoro adalah Prodi Psikologi. Prodi ini memiliki peminat mencapai 3.538 orang.


Comments


Please Login to leave a comment.