Viral Kasus Anak yang Gugat Orangtua, Dosen Hukum Unpad Angkat Bicara.jpg

Pendidikan

Viral Kasus Anak yang Gugat Orangtua, Dosen Hukum Unpad Angkat Bicara

Jika Anda mengikuti perkembangan pemberitaan media massa serta hal-hal viral beberapa waktu terakhir maka Anda takkan asing lagi dengan kasus RE Koswara di Kota Bandung. Di mana kakek berumur 85 tahun ini digugat oleh anaknya sendiri ke pengadilan karena merasa dirugikan usai Koswara menjual tanah seluas 3.000 meter yang disewa oleh putranya. Kasus ini tentu saja langsung menimbulkan respons kontra dari warganet terhadap anak Koswara. Sayangnya ini bukan kali pertamanya muncul kasus anak yang gugat orangtuanya di pengadilan Tanah Air, kondisi ini pun membuat Dosen Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran (Unpad) Dr. Sonny Dewi Judiasih, M.H., C.N., angkat bicara.

Walau secara etika ini merupakan hal yang salah tapi menurut Sonny ini juga bisa dilihat dari segi norma yang tercantum dalam Undang-Undang (UU) Perkawinan. Karena ini merupakan sesuatu yang secara norma tidak diperbolehkan. “Ini sesuatu yang ironis,” tegas Dosen Hukum Unpad itu, sebagaimana dikutip dari unpad.ac.id (25/1/2021).

Viral Kasus Anak yang Gugat Orangtua, Dosen Hukum Unpad Angkat Bicara .jpg

Ia melanjutkan, berdasarkan pasal 46 ayat 1 dan dua di UU Perkawinan tercantum kewajiban anak untuk menghormati orangtua serta memelihara orangtua jika anak-anaknya sudah dewasa. Sehingga anak yang menggugat orangtua di pengadilan sudah jelas tak sesuai dengan UU Perkawinan apalagi rata-rata kasus seperti ini memiliki motif ekonomi.

“Seharusnya pembagian waris dilakukan nanti setelah orangtuanya meninggal. Karena itu perlu dikaji apakah gugatan ini karena ada kepentingan ekonomi atau bagaimana,” tutur dosen yang juga pakar hukum waris tersebut.

Bila melihat pernyataan ini dan realita dari beberapa contoh kasus anak gugat orangtua di pengadilan, motif ekonomi tampaknya mendominasi. Di kasus RE Koswara, anaknya yang bernama Deden dan istrinya menggugat kakek itu sebanyak Rp3 miliar serta ganti rugi material Rp20 juta dan immateriil Rp200 juta dengan alasan Deden harus pindah toko jika Koswara menjual tanah tersebut.

[Baca Juga: Muncul Kabar Mutasi Virus COVID-19, Ini Penjelasan Ahli Mikrobiologi Unpad]

Kemudian ada juga Alfian Prabowo di Salatiga yang menggugat orangtuanya sendiri Dewi Fairuz dan Agus Sunaryo (keduanya sudah bercerai) atas mobil Toyota Fortuner yang dipakai Dewi agar dikembalikan ke Alfian karena itu atas nama dirinya sendiri. Lalu ada kasus di Kendal antara Maryanah yang menuntut Ramisyah uang dengan nilai Rp15 juta. Hal ini dipicu Maryanah menuding ibunya yang berusia 64 tahun menggunakan uang yang diberikan Maryanah untuk anaknya saat perempuan berusia 45 tahun itu bekerja di luar negeri demi keperluan membeli tanah.

Atas dasar motif ekonomi ini tentu saja ini dipandang Sonny sudah tak sesuai dengan norma UU Perkawinan. Menurutnya berbeda kasus bila anak menggugat orangtua jika terjadi kekerasan dalam rumah tangga seperti kekerasan terhadap fisik, psikis, seksual, hingga penelantaran rumah tangga. Jika memang ini yang terjadi barulah anak sebagai korban berhak mendapatkan pendampingan serta perlindungan dari hukum berdasarkan UU Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga.

Read More

Artikel Lainnya

Pelepasan Perdana! UGM Gelar Peresmian Pengiriman Ribuan GeNose C19t.jpg

Pendidikan

Pelepasan Perdana! UGM Gelar Peresmian Pengiriman Ribuan GeNose C19

01 March 2021, 19:25

UGM secara resmi melepaskan ribuan GeNose C19 ke distributor untuk mulai dijual ke berbagai layanan kesehatan, institusi pendidikan hingga perusahaan.

Sebelum Terlalu Berharap, Ini 4 Hal yang Perlu Anda Tahu Tentang Vaksin Mandiri

Kesehatan

Sebelum Terlalu Berharap, Ini 4 Hal yang Perlu Anda Tahu Tentang Vaksin Mandiri

01 March 2021, 18:15

Pendanaan vaksinasi mandiri dibebankan kepada perusahaan sehingga semua penerima vaksinasi tidak dipungut biaya. Program ini diharapkan mempercepat terbentuknya kekebalan komunitas.

Wisata Kuliner Kota Malang Belum Lengkap Tanpa Sate Gebug 1920

Kuliner

Wisata Kuliner Kota Malang Belum Lengkap Tanpa Sate Gebug 1920

01 March 2021, 16:16

Saat memasuki warung sate legendaris ini, terdengar suara orang sedang menggebuk-gebuk sesuatu. Suara itu akan terdengar jelas saat Anda memasuki warung.

ASN, Pedagang Hingga Wartawan di Kota Bogor Siap Divaksin

Kesehatan

ASN, Pedagang Hingga Wartawan di Kota Bogor Siap Divaksin

01 March 2021, 15:17

Khusus untuk lansia kata Retno, masih diprioritaskan di ibu kota provinsi. Sementara, Kota Bogor belum mendapat alokasi vaksin.


Comments


Please Login to leave a comment.