PLUIT_KAWASAN_VPDS PELOPOR TEMPAT IBADAH UMAT BUDDHA DI PLUIT_EMIL_REVISI 01-01.jpg

Berita Kawasan

VPDS, Pelopor Tempat Ibadah Umat Buddha di Pluit

Kawasan Pluit yang mayoritasnya merupakan warga Tionghoa pemeluk agama Buddha memiliki satu vihara yang mereka banggakan. Mengapa? Karena vihara yang hanya berjarak 700 meter dari Pluit Village itu dipandang sebagai tempat ibadah pertama untuk umat Buddha yang berada di Pluit.

Vihara tersebut memiliki nama lengkap Vihara Pluit Dharma Sukha atau yang juga populer dengan singkatannya yakni VPDS. Mungkin banyak yang tidak mengetahui pada ketika awal berdirinya vihara ini, umat Buddha yang tinggal di Pluit merasa kesulitan untuk mencari tempat ibadah yang tidak jauh dari tempat tinggal mereka dan ini merupakan dasar dari pendirian Vihara Pluit Dharma Sukha.

Sebagaimana dilansir dari dharmasukha.or.id, pada era 1990-an, umat Buddha di Pluit sempat mengalami kondisi di mana mereka sulit mencari tempat kebaktian serta belajar Dhamma (hukum dan aturan di agama Buddha). Akhirnya salah satu pendiri dari Vihara Pluit Dharma Sukha yaitu Siwie Honoris mencetuskan untuk menjadikan rumah yang berlokasi di Jalan Pluit Permai VIII sebagai vihara. Nama Dharma Sukha pada vihara ini pun diberikan oleh Bhante Vin Mahathera.

Berdasarkan kesepekatan para pendirinya, mereka menginginkan Vihara Pluit Dharma Sukha memiliki tujuan utama sebagai tempat kebaktian serta ceramah Dhamma bagi umat Buddha yang tinggal di Pluit dan sekitarnya. Selain itu, vihara ini juga diharapkan menjadi wadah bagi siapa saja yang menginginkan mempelajari Buddha Dhamma.

Sebenarnya Vihara Pluit Dharma Sukha memiliki keunikan dibandingkan vihara lainnya yang ada di Jakarta. Pasalnya, vihara dengan singkatan VPDS ini diklaim sebagai vihara aliran Theravada (mazhab tertua di agama Buddha) pertama di Indonesia yang menyediakan tempat duduk bagi umat Buddha ketika menjalani kebaktian di Dharmasala (pusat kegiatan rohani di Vihara).

Tidak sampai di sana saja keunikannya, Vihara ini juga disebut memiliki alat musik organ untuk mengiringi nyanyian lagu rohani oleh para umatnya. Karena beberapa keunikannya tersebut banyak orang yang disinyalir tidak mengetahui bahwa bangunan Vihara Pluit Dharma Sukha merupakan sebuah tempat ibadah umat Buddha.

Namun karena seiring berjalannya waktu, Vihara ini semakin banyak umatnya, pendirian bangunan baru pun dirasa dibutuhkan. Pada Juli 2007, Graha Dharma Sukha yang berlokasi di Jalan Pluit Permai 1 No. 26, RT. 3 RW. 4 yang berjarak 700 meter dari Pluit Village itu pun diresmikan dan berbagai kegiatan Vihara Pluit Dharma Sukha dilakukan di bangunan ini.

Setelah berdiri selama lebih dari 20 tahun, Vihara Pluit Dharma Sukha telah berkembang pesat dan menjadi lokasi kegiatan yang bersifat kerohanian untuk umat Buddha di Pluit. Salah satunya adalah perayaan Asadha Puja yang baru-baru ini diadakan pada 11 Agustus 2018 dan dipimpin oleh Bhikkhu Sri Pannabaro Mahathera (Kepala Sangha Theravada Indonesia).

Tempat ibadah umat Buddha di Pluit ini juga memiliki beragam komunitas yang ingin terlibat dalam kegiatan rohani Vihara Pluit Dharma Sukha. Komunitas itu terdiri dari untuk yang umum, sekolah minggu, pemuda dan remaja, anjangsana, vokal group dan paduan suara.

Salah satu komunitas yang paling banyak aktivitas di Vihara ini adalah Komunitas Pemuda & Remaja. Komunitas di Vihara Pluit Dharma Sukha ini memiliki kegiatan rutin yang dibagi menjadi dua yaitu untuk pelajar SMP, Pelajar SMA dan Mahasiswa. Kegiatan ini biasanya diadakan setiap hari Minggu pagi hingga siang di tempat ibadah mereka yang berjarak 700 meter dari Pluit Village.

Read More

Artikel Lainnya

Kisah #AksiHidupBaik Sang Inisiator Penghijauan Kelurahan Karang Anyar

Berita Kawasan

Kisah #AksiHidupBaik Sang Inisiator Penghijauan Kelurahan Karang Anyar

18 November 2019, 19:00

Euis Kurniawati adalah salah satu nominasi Ibu Ibukota Awards Bidang Pelestarian Lingkungan. Simak #AksiHidupBaik yang dilakukannya di sini.

Kapal Pembersih Sungai Siap Dioperasikan di Kota Bekasi

Berita Kawasan

Kapal Pembersih Sungai Siap Dioperasikan di Kota Bekasi

18 November 2019, 18:00

Kapal pembersih sungai yang diberikan oleh Waste4Change ini mampu menjaring sampah setidaknya 200-300 kilogram.

Ini Dia Tips Memilih Sepatu Lari Untuk Pemula

Kesehatan

Ini Dia Tips Memilih Sepatu Lari untuk Pemula

18 November 2019, 17:00

Pemilihan sepatu lari yang pas berpengaruh terhadap performa loh. Salah-salah malah bikin kaki kamu terkilir. Berikut tips bagi kalian yang ingin membeli sepatu lari.

Sekolah Pribumi Pertama di Batavia Ada di Cikini

Berita Kawasan

Sekolah Pribumi Pertama di Batavia Ada di Cikini

18 November 2019, 16:00

Gedung sekolah yang kini menjadi SMPN 1 Jakarta ini ternyata memiliki sejarah yang cukup panjang. Inilah sejarah sekolah pribumi pertama di Batavia.


Comments


Please Login to leave a comment.