Wakil Wali Kota Bogor Sosialisasi Pelestarian Budaya Sunda

Pendidikan

Wakil Wali Kota Bogor Sosialisasi Pelestarian Budaya Sunda

Wakil Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim mengajak berbagai pihak di luar Dinas Pariwisata dan Budaya (Disparbud) untuk turut serta melestarikan budaya Sunda. Hal tersebut disampaikannya saat membuka Sosialisasi Perwali Nomor 55 Tahun 2020 tentang Pelestarian Budaya Sunda secara daring di Posko GTPP Kota Bogor, Jalan Pajajaran pada Senin, 13 Juli 2020.

Di sektor pendidikan ia meminta untuk aktif melestarikan budaya sunda. Di antaranya bisa dengan upaya meningkatkan kapasitas atau kemampuan anak didik dalam menerima pelajaran Bahasa Sunda dan ekstrakurikuler berbasis budaya daerah khas sunda. "Jadi, porsinya bisa ditambah," jelas Dedie.

Wakil Wali Kota Bogor Sosialisasi Pelestarian Budaya Sunda

Untuk sektor kepariwisataan, para pelaku restoran dan perhotelan diminta untuk memanfaatkan budaya dan seni tradisional sunda menjadi bagian dari seluruh proses bisnis. “Sehingga ada keterkaitan antara pelestarian budaya dengan mengangkat tingkat perekonomian masyarakat di bidang seni tradisi dan kuliner tradisional," dia menambahkan.

Dedie menyatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor harus memiliki landasan seni budaya yang kuat, misalnya pemakaian baju adat sunda di momen tertentu lebih diformalkan. "Ke depan masyarakat umum dan sektor lainnya diajak untuk melestarikan,” tuturnya.

[Baca Juga: Belajar Budaya Sunda di Kampung Budaya Sindangbarang]

Bahkan, ada beberapa ide untuk menjadikan totopong sebagai souvenir khas Kota Bogor, penggunaan pakaian budaya khas sunda oleh para pegawai hotel, termasuk potensi batik Bogor sebagai bagian atribut dan yang lainnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Bogor Atep Budiman menuturkan, pihaknya membentuk Gerakan Sunda Teh Abdi yang terdapat dalam Perwali Nomor 55 Tahun 2020.

Ada sembilan strategi yang akan dilaksanakan, diantaranya:

  1. Memanfaatkan ruang publik untuk aspek budaya
  2. Penerapan budaya sunda dalam penyelenggaraan pendidikan
  3. Penggunaan adat Sunda (nyunda)
  4. Memperkenalkan kerajinan, souvenir dan kuliner tradisional khas Kota Bogor
  5. Menciptakan seni yang kreatif, responsif, proaktif, dan dinamis
  6. Mendorong fasilitas media dalam pelestarian budaya Sunda
  7. Mengusulkan penetapan warisan budaya Kota Bogor
  8. Penerapan teknologi untuk mempermudah pemahaman generasi muda
  9. Masyarakat serta membangun sistem pendataan kebudayan terpadu

[Baca Juga: Kedubes Prancis Gelar Konser Musik Prancis-Sunda di Aula Simfonia]

Atep menjelaskan, dalam perwali tersebut dimaksudkan untuk mengatasi permasalahan masih rendahnya minat atau rasa cinta generasi muda dan masyarakat terhadap pelestarian budaya sunda. Sedangkan budaya lain masuk dengan sangat mudah karena teknologi informasi. "Dikhawatirkan budaya sunda semakin terkikis," ujarnya.

Dalam sosialisasi tersebut diikuti 150 peserta yang terdiri dari pengelola hotel dan restoran, rumah sakit, sekolah negeri maupun swasta, pengelola museum, pengelola pusat perbelanjaan dan tempat wisata.

Read More

Artikel Lainnya

Selama Ramadan, Kafe dan Restoran di Bandung diperbolehkan Buka Sampai Pukul 23.00 3.jpg

Bisnis

Selama Ramadan, Kafe dan Restoran di Bandung Boleh Buka Sampai Pukul 23.00

11 April 2021, 11:44

Pemerintah Kota Bandung memperbolehkan usaha kuliner buka sampai pukul 23.00 WIB. Hal ini disampaikan oleh Oded M. Danial, Ketua Komite Penanganan Covid-19 Kota Bandung.

Gempa 3.jpg

Berita Kawasan

“Bangun Ayo Bangun Cah” Senandung Ibu-Ibu Dusun Kajar Ketika Gempa Malang Terjadi

11 April 2021, 11:09

Tradisi pun dimunculkan sebagai cara menanggulangi akibat emosional calon bayi setelah gempa terjadi.

Gempa 1.jpg

Berita Kawasan

Gempa 6,7 Skala Richter di Malang Sambung Rentetan Musibah di Indonesia

11 April 2021, 10:02

Gempa Malang menjadi rentetan bencana di Indonesia yang perlu diwaspadai kelanjutannya.

Ilustrasi Gempa Bumi

Pendidikan

Negeri Seribu Gempa, Ini Mitigasi Bencana Gempa Bumi yang Perlu Diketahui Masyarakat

11 April 2021, 09:07

Gempa bumi di Indonesia adalah sesuatu yang tidak bisa dihindarkan dan menjadi konsekuensi bagi masyarakat yang tinggal di Indonesia. Alih-alih mengindari dan lari dari bencana, pada akhirnya kita harus hidup berdampingan dengan bencana alam.


Comments


Please Login to leave a comment.