Wali Kota Depok Imbau ASN Tak Gunakan Ojek Payung

Berita Kawasan

Wali Kota Depok Imbau ASN Tak Gunakan Ojek Payung

Pemandangan yang sering menyeruak di kala musim hujan datang adalah munculnya remaja serta anak-anak yang memberikan jasa ojek payung. Kerap kali dalam keadaan basah kuyup dan tanpa alas kaki, mereka menunggu di depan perkantoran atau pusat perbelanjaan untuk orang-orang yang hendak menggunakan jasa mereka.

Pekerjaan ini tentu dapat berdampak negatif dari sisi kesehatan serta tumbuh kembang anak-anak. Hal inilah yang memicu Pemerintah Kota (Pemkot) Depok mengeluarkan imbauan agar Aparatur Sipil Negara (ASN) tidak menggunakan jasa ojek payung anak-anak.

Surat imbauan itu dikeluarkan Wali Kota Depok Mohammad Idris untuk para kepala Perangkat Daerah. Pada surat tersebut, ia memberikan instruksi agar ASN tidak menggunakan jasa anak-anak yang menawarkan ojek payung, khususnya yang berada di area Balai Kota Depok.

Wali Kota Depok Imbau ASN Tak Gunakan Ojek Payung

Langkah imbauan tersebut juga didukung oleh Kepala Dinas Perlindungan Anak Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga (DPAPMK) Kota Depok Nessi Anisa Handari. Menurutnya, dengan ASN yang menolak menggunakan ojek payung yang dilakukan anak-anak maka mereka sudah membantu proses pengentasan Bentuk-Bentuk Pekerjaan Terburuk untuk Anak atau BPTA di Kota Depok.

[Baca Juga: Vaksin Rabies Gratis, Binatang Lucu Ramaikan Kantor Wali Kota Depok]

“Langkah Wali Kota Depok Mohammad Idris saya nilai tepat. Sebab dengan menggunakan anak ojek payung artinya turut mendung upaya mempekerjakan anak-anak. Padahal, pekerjaan ini sangat membahayakan kesehatan mereka,” tutur Nessi, sebagaimana dikutip dari antaranews.com (10/7/2019).

Menurutnya, surat imbauan ini juga dapat dipandang sebagai bagian dari komitmen Pemkot Depok untuk merealisasikan wilayah mereka sebagai Kota Layak Anak. Pasalnya, upaya dalam menarik anak keluar dari BPTA memang menjadi wujud kepedulian terhadap anak-anak yang sesuai dengan indikator Kabupaten atau Kota Layak Anak.

[Baca Juga: Rayakan Hari Anak Nasional, Depok Gelar GEAS]

Hal yang sama sebenarnya sempat digaungkan pada tahun 2015. Kala itu surat imbauan tidak menggunakan jasa ojek payung anak-anak di lingkungan Balai Kota Depok. Kemudian saat itu, langkah tersebut dilanjutkan dengan Dinas Pendidikan Depok yang mendata anak-anak tersebut. Saat itu, setidaknya ada sekitar 20 anak yang menjadi ojek payung di sana dan ditemukan fakta bahwa sekitar enam di antara mereka ternyata berstatus putus sekolah atau bukan pelajar.


Read More

Artikel Lainnya

Semarakan 2022 PMPL SEA Championship, realme Gelar Esports Week.jpg

Bisnis

Semarak 2022 PMPL SEA Championship, realme Gelar Esports Week

30 September 2022, 15:45

Untuk merayakan pertandingam 2022 PMPL SEA Championship, realme memutuskan menghadirkan promo lucky draw bertajuk realme Esports Week.

Peresmian Selma Ciledug, Konsumen Diberikan Edukasi Kesehatan Jantung - Copy.jpg

Bisnis

Peresmian Selma Ciledug, Konsumen Diberikan Edukasi Kesehatan Jantung

30 September 2022, 13:44

Pada momen pembukaan cabang Selma terbaru di daerah Ciledug, ritel mebel di bawah naungan Kawan Lama Group itu menggelar program edukasi kesehatan jantung.

Romokalisari Adventure Land Bawa Berkah untuk UMKM Setempat - Copy.jpg

Bisnis

Romokalisari Adventure Land Bawa Berkah untuk UMKM Setempat

30 September 2022, 11:42

Ternyata Romokalisari Adventure Land yang belum lama ini diresmikan disebut berhasil meningkatkan pemasukan para pelaku UMKM di sana.

Rayakan Peningkatan Okupansi Berkat tiket.com, RedDoorz Berikan Penghargaa n.jpg

Bisnis

Rayakan Peningkatan Okupansi Berkat tiket.com, RedDoorz Berikan Penghargaan

29 September 2022, 19:46

Usai berkolaborasi selama empat tahun terakhir, tiket.com baru-baru ini mendapatkan penghargaan dari RedDoorz yang memandang perusahaan OTA itu berhasil membantu peningkatan industri pariwisata di Tanah Air.


Comments


Please Login to leave a comment.