Warga Rusun Marunda Raih Penghasilan dari Batik Marunda

Bisnis

Warga Rusun Marunda Raih Penghasilan dari Batik Marunda

Setiap batik di berbagai daerah memiliki kekhasannya sendiri. Terutama batik Jakarta yang bernama Batik Marunda. Batik ini dibuat dengan motif yang sudah menjadi ciri khas batik Marunda, yaitu motif yang menampilkan berbagai jenis flora dan fauna asli Jakarta, seperti Kembang Teleng, Kembang Kelapa, Daun Bandotan, Nona Makan Sirih, Bulus, Kupu-kupu dan Elang Bondol.

Dalam kecintaannya membatik, seorang warga Rusun Marunda Surini meneruskan kegiatannya membatik di Rumah Rusun yang hanya seluas 300 meter persegi. Kegiatan mencanting di atas selembar kain berwarna hitam itu dilakukan bersama dengan tujuh perempuan warga Rusun Marunda lainnya. Kegiatan membuat Batik Marunda dilakukannya setiap Senin hingga Sabtu mulai pukul 10.00-17.00.

Warga Rusun Marunda Raih Penghasilan dari Batik Marunda

Sebagaimana dilansir laman beritajakarta.id (3/7/2019). Surini dengan beberapa temannya mendapatkan keahlian membatik setelah ikut pelatihan pada 2013. Namun sayangnya, aktivitas tersebut sempat tak berjalan selama dua tahun. Lalu pada tahun 2015 mereka kembali menekuni keahlian tersebut hingga saat ini, setelah Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) DKI Jakarta membuka kelas batik.

[Baca Juga: Warga Rusun Marunda Ubah Sampah Plastik Jadi Kreasi Layak Jual]

Surini menjelaskan proses membatiknya yang butuh waktu sekira tiga sampai dua pekan tergantung tingkat kesulitannya. Dari hasil membatiknya, Surini mendapatkan keuntungan dalam menjual Batik Marunda ini. "Untuk setiap lembar hasil produksi batik, kami diberikan upah bervariasi antara Rp50.000 hingga Rp400.000, tergantung kerapian dan kerumitan pola," ujarnya.

Surini dan rekan-rekannya dalam setiap bulan dapat memproduksi empat sampai tujuh lembar kain batik dengan penghasilan sekitar Rp500.000 hingga Rp2 juta. "Tadinya saya berdagang. Tapi sekarang sudah mau fokus mencanting saja karena bisa disambi," tuturnya.

[Baca Juga: Pemkot Jakarta Utara Wacanakan Marunda Kepu Jadi Lokasi Wisata]

Sementara itu, Pembina Komunitas Membatik Rusun Irma Gamal Sinurat menjelaskan teknik dalam mencanting Batik Marunda cenderung menggunakan warna dasar hitam dan terang. Irma mengakui pemasaran Batik Marunda belum meluas yang hingga kini masih menjadi salah satu tantangan. Selama ini, pemasaran baru sebatas melalui Galeri Batik Marunda yang terletak di Lebak Bulus dan sejumlah pameran saja.

Irma mengharapkan dukungan promosi dan campur tangan stakeholder lain di Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk memperluas pemasaran Batik Marunda. "Kami harap, pemberdayaan ini akan memotivasi mereka agar dapat memulai hidup baru yang lebih baik," tandasnya.

Read More

Artikel Lainnya

Toyota Hadirkan Aplikasi mToyota Guna Tingkatkan Layanan Digital

Bisnis

Toyota Hadirkan Aplikasi mToyota Guna Tingkatkan Layanan Digital

09 December 2019, 18:00

Toyota berikan pelayanan digital kepada konsumen setia lewat Mobile Apps mToyoya

Film Kucumbu Tubuh Indahku Borong Piala Citra FFI 2019

Berita Kawasan

Film Kucumbu Tubuh Indahku Borong Piala Citra FFI 2019

09 December 2019, 17:00

Dari 12 nominasi yang didapat, film Kucumbu Tubuh Indahku karya Garin Nugroho sukses meraih delapan penghargaan di ajang FFI 2019.

Rayakan 10 Tahun Pernikahan, Musisi Endah N Rhesa Luncurkan Sebuah Biografi

Berita Kawasan

Rayakan 10 Tahun Pernikahan, Musisi Endah N Rhesa Luncurkan Biografi

09 December 2019, 16:00

buku ini akan mengangkat bagaimana peran sosok-sosok inspiratif yang ada di kehidupan Endah dan Rhesa selama berkarir di dunia musik.

LOKALisme By Ninja Xpress, Gandeng UKM untuk Tingkatkan Value Produk Lokal

Bisnis

LOKALisme By Ninja Xpress, Gandeng UKM untuk Tingkatkan Value ProdukLokal

09 December 2019, 15:00

Semangat yang digaungkan oleh LOKALisme ini disambut positif oleh brand dan kreator lokal berkualitas global yang berkolaborasi melalui Pop Up Market.


Comments


Please Login to leave a comment.