2.jpg

Berita Kawasan

Warna-warni Kampung Pelangi Ubah Citra Johar Baru

Johar Baru adalah salah satu kecamatan di Jakarta Pusat. Wilayah dengan empat kelurahan ini merupakan hasil pemekaran Kecamatan Cempaka Putih. Jika kita mencari informasi tentang Johar Baru di internet melalui mesin pencarian (search engine) Google belakangan ini, dan menggunakan ‘Johar Baru’ sebagai kata kuncinya, maka kebanyakan informasi yang keluar cenderung negatif. Tautan soal tawuran bahkan mendominasi halaman pencarian tersebut.

Banyaknya tautan soal tawuran ini memang tidak bisa dipungkiri. Sebab memang, bentrokan antarwarga kerap terjadi di wilayah tersebut. Bahkan beberapa waktu lalu, sebuah jembatan yang menghubungkan dua kampung di Kelurahan Galur, Kecamatan Johar Baru ditutup lantaran sering jadi akses massa tawuran. Ini tentu mengesankan Kecamatan Johar Baru sebagai wilayah berbahaya. Padahal sejatinya, Johar Baru tidaklah demikian.

[Baca Juga : Cerita di Balik Hadirnya Kampung Makassar di Jakarta]

Selain tawuran, sejatinya ada lebih banyak kabar baik yang datang dari Johar Baru. Salah satu contohnya adalah kemunculan Kampung Pelangi. Kampung yang kini meliputi wilayah RT 01, RT 02, dan RT 03 RW 04 Kelurahan Galur ini awalnya muncul karena aktivitas dan kesadaran warga akan keindahan lingkungan tempat tinggal.

Mereka mewarnai lingkungan dengan gambar dan cat warna-warni sehingga kampung nampak seperti pelangi. Hal ini membuat Johar Baru terlihat lebih indah dari sebelumnya, bahkan mampu mengubah citra kecamatan tersebut secara perlahan. Dari yang awalnya terkesan menyeramkan karena kerap terjadi tawuran, menjadi wilayah penuh warna dan diselimuti keceriaan.

Mulai Berwarna Sejak 2017

Kampung Pelangi ini sebenarnya sudah mulai ada dari tahun 2017 dan wilayahnya terus meluas sampai sekarang. Hingga April 2018 ini, totalnya sudah lebih dari 40 rumah di Kelurahan Galur yang dihias dengan gambar dan cat warna-warni. Secara otomatis, kondisi ini membuat jalan dan gang di kelurahan itu juga jadi penuh warna.

Lurah Galur Fajar Laksono seperti dikutip dari wartakota.tribunnews.com, Selasa (14/8/2018) menegaskan, memang ide Kampung Pelangi ini awalnya berasal dari warga sekitar. Kemudian, program Pemerintah Provinsi (Pemprov DKI) terkait Kampung Warna-Warni ikut berkontribusi. Dengan demikian, wilayah Kampung Pelangi di kelurahan tersebut pun semakin luas. "Sebenarnya sudah dari tahun 2017 permukiman ini diwarna-warni oleh warga. Tapi tidak sebanyak sekarang ini, yang kita cat bersama warga jauh lebih luas dan bervariasi lukisan," ucap Fajar Laksono.

Fajar menyebut ‘kita’ dalam pernyataannya karena memang setelah digabung dengan program Pemprov DKI, pengecatan tidak hanya dilakukan oleh warga, tapi juga oleh pihak kelurahan (pejabat dan petugas Penangananan Prasarana dan Sarana Umum atau PPSU), Polisi, dan TNI. Hasilnya, wilayah permukiman warga yang sebelumnya sudah tersentuh tangan-tangan kreatif, jadi terlihat semakin indah dan penuh warna.

"Warga, pihak kelurahan, polisi, TNI, ikut melukis permukiman warga. Kita juga ingin wilayah kami dikenal sebagai kampung warna-warni dan bukan dikenal sebagai kampung bronx," tuturnya. Bronx yang dimaksud Fajar ialah wilayah di Pulau Manhattan, New York City, Amerika Serikat (AS) yang rawan akan kejahatan.

[Baca Juga : Kisah Dua Patung di Jalan Sudirman Jakarta Selatan]

Kampung Pelangi memang baru hadir di Kelurahan Galur, khususnya di wilayah RT 01, RT 02, dan RT 03 RW 04. Namun demikian, keberadaan kampung ini berdampak besar. Kabar soal Kecamatan Johar Baru pun jadi tak melulu negatif, bahkan semakin berubah ke arah positif setiap harinya. Dengan kata lain, secara perlahan, kemunculan Kampung Pelangi di Kelurahan Galur telah mengubah citra Johar Baru secara keseluruhan.


Read More

Artikel Lainnya

UTBK di ITB Capai 23.705 Orang 3.jpg

Pendidikan

Sebanyak 23.705 Orang Ikuti UTBK di Institut Teknologi Bandung

15 April 2021, 09:00

Pelaksanaan UTBK di ITB terdapat di beberapa lokasi, yakni di Kampus ITB dan di sejumlah sekolah menengah

pusdai3.jpg

Berita Kawasan

Kasus Terkonfirmasi COVID-19 Menurun, Masjid Pusdai Bandung Gelar Salat Tarawih Berjamaah

15 April 2021, 08:30

Kota Bandung menunjukan grafik menurun, sehingga beberapa Masjid besar di Kota Bandung sudah diizinkan untuk melakukan salat tarawih berjamaah.

Vaksinasi UPi 3.jpg

Kesehatan

Universitas Pendidikan Indonesia Lakukan Vaksinasi untuk Ribuan Dosen dan Tenaga Kependidikan

15 April 2021, 08:00

Sebanyak 2.000 Dosen dan Tenaga Kependidikan melakukan vaksinasi di Gymnasium UPI pada 5-7 April kemarin. Vaksinasi kali ini mayoritas diperuntukan bagi dosen dan tenaga pendidikan UPI yang berusia di bawah 60 tahun.

Dekan Psikologi Undip

Pendidikan

Prof. Dian Ratna Sawitri, Sosok di Balik Prodi Terfavorit UNDIP

14 April 2021, 06:30

Prodi paling Favorit yang banyak diminati calon mahasiswa pada SBMPTN tahun 2021 di Universitas Diponegoro adalah Prodi Psikologi. Prodi ini memiliki peminat mencapai 3.538 orang.


Comments


Please Login to leave a comment.