Generasi milenial susah beli rumah

Properti dan Solusi

Waspada! Generasi Milenial Terancam Susah Beli Rumah

Tidak seperti pada zaman dahulu atau orang menyebutnya “zaman old” di mana orang lebih giat bekerja dari siang hingga malam untuk menabung dan memprioritaskan membeli rumah, tanpa memperdulikan gaya hidup. Dulu orang dikatakan sukses ketika sudah mampu mempunyai tempat tinggal sendiri ketimbang menyewa rumah atau pun mengontrak.

Semakin majunya zaman serta pemikiran seseorang, tren pun juga sudah berubah, Daripada untuk memprioritaskan membeli sebuah hunian tempat tinggal, banyak dari generasi milenial memprioritaskan untuk mencari pengalaman baru dengan cara jalan-jalan ke luar negeri. Sayangnya dengan berjalannya waktu, harga properti rumah dan tanah semakin melonjak tiap tahunnya, bahkan ada lokasi yang tiap bulan harganya selalu naik.

Menengok Jakarta saat ini, dilansir dari Detik harga rata-rata rumah dengan kelas cluster 1 adalah Rp1 Miliar, sedangkan penghasilan dari generasi milenial saat ini hanyalah kurang lebih Rp7 juta per bulannya itupun jika belum dipotong oleh pajak dan asuransi yang disediakan oleh kantor. Bergesernya tren pada generasi milenial dengan memilih berlibur ke luar negeri adalah sebuah achievement unlock yang bisa dibanggakan ketimbang memikirkan sebuah hunian.

Hal tersebut tidak dapat disalahkan. Sah-sah saja jika generasi milenial lebih memilih menuruti tren lifestyle ketimbang kebutuhan jangka panjang mereka, di tambah juga dengan gaya hidup dan teknologi yang semakin berkembang setiap saat tanpa melihat efeknya kepada generasi milenial. Untuk Anda yang masih ingin punya rumah atas nama sendiri, sebaiknya jangan terlalu terlena dengan tren saat ini, cukup sederhana dan yakin bahwa Anda bisa membeli rumah esok hari.

Peran Pemerintah sendiri untuk mengatasi hal itu menurut pendapat Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan Kementrian PUPR, Lana Winayanti yang dilansir oleh Detik(26/17) bahwa ada dua cara Pemerintah dalam menyediakan rumah bagi masyrakat yakni supply and demand. Melihat dari sisi supply Pemerintah mencoba untuk menekan pembangunan rumah dengan cara perizinan dalam membangun dan memanfaatkan teknologi yang lebih hemat. Sedang pada sisi demand Pemerintah melakukan sistem Kredit Pemilikan Rumah (KPR), dan juga ada subsidi uang untuk masyarakat.

Adanya bantuan dari Pemerintah tentu akan mempermudah generasi milenial dalam memiliki hunian atas nama sendiri. Tinggal bagaimana cara untuk mengejar kesana, hidup hemat dan rajin menabung adalah hal yang pasti. Setiap individu pasti punya caranya sendiri untuk bahagia dan jadi tentukan rumus kebahagian itu pada diri Anda.

Read More

Artikel Lainnya

Kampung Kepo Dukung Wanita Lebih Peduli dengan Kanker Serviks

Kesehatan

Kampung Kepo Dukung Wanita Lebih Peduli dengan Kanker Serviks

18 August 2019, 20:00  |  2 Views

Untuk meningkatkan kepedulian serta mendorong wanita untuk melakukan deteksi dini kanker, Kampung Kepo diresmikan.

Ampas Kopi Ternyata Punya Manfaat Istimewa

Properti dan Solusi

Ampas Kopi Ternyata Punya Manfaat Istimewa

18 August 2019, 19:00  |  3 Views

Biasanya ampas kopi selalu berakhir di tempat sampah, namun ternyata endapan hasil akhir dari minuman lezat ini masih dapat Anda manfaatkan.

Bayar Ongkos Kirim Barang di Gerai JNE Kini Bisa Pakai GoPay

Bisnis

Bayar Ongkos Kirim Barang di Gerai JNE Kini Bisa Pakai GoPay

18 August 2019, 18:00  |  6 Views

GoPay menjadi uang elektronik pertama yang dapat menjadi opsi pembayaran biaya kirim barang melalui JNE. Kirim barang pun jadi lebih praktis.

Kader JKN Dekatkan BPJS Kesehatan untuk Pelayanan Masyarakat

Kesehatan

Kader JKN Dekatkan BPJS Kesehatan untuk Pelayanan Masyarakat

18 August 2019, 17:00  |  5 Views

Kader JKN berperan aktif menyukseskan Program JKN-KIS. Selain itu, berbagi informasi dan membawa manfaat kepada masyarakat.


Comments


Please Login to leave a comment.