Ancol-Kawasan-Wisata-Rumah-Tokoh-Legendaris-Betawi-di-Kampung-Marunda-Emil-02.jpg

Berita Kawasan

Wisata Rumah Tokoh Legendaris Betawi di Kampung Marunda

Kampung Marunda merupakan sebuah area yang berada di kawasan Cilincing Jakarta Utara. Kampung ini dulunya terkenal sebagai tujuan wisata karena dekat area laut dan terdapat tempat makan yang menyajikan beragam olahan seafood. Namun saat ini Kampung Marunda lebih terkenal karena bangunan bersejarah yang ada di sana. Bangunan tersebut memiliki bentuk yang khas dan acap kali dikunjungi oleh para wisatawan yang berasal dari Jakarta dan sekitarnya. Nama bangunan tersebut adalah Rumah Si Pitung.

Rumah Si Pitung memiliki bentuk layaknya rumah panggung kuno yang eksteriornya memilik dominasi warna cat coklat. Bangunan ini disinyalir memiliki hubungan dengan kisah perjalanan tokoh legendaris di Betawi, Si Pitung.

[Baca Juga: Melestarikan Budaya Betawi Lewat Festival Condet]

Rumah si Pitung di Kampung Marunda, Cilincing, Jakarta Utara

Sekadar informasi, Si Pitung dikenal sebagai jawara yang dipandang sebagai bandit oleh pemerintah Kolonial Belanda. Ia diketahui sebagai pencuri yang mengambil harta orang-orang kaya serta orang Belanda yang tinggal di area Batavia dan Ommelanden. Namun setelah ia berhasil mencuri, Si Pitung membagikan hasil curiannya tersebut kepada warga Pribumi. Karena itulah, ia dipandang sebagai “Robin Hood” Betawi.

Rumah Si Pitung sebagai objek wisata sebenarnya telah beberapa kali berganti nama. Pertama adalah Rumah Tinggi Marunda, kemudian berganti menjadi Langgar Tinggi dan akhirnya menjadi Museum Kebaharian Rumah Si Pitung. Namun warga di Kampung Marunda tetap mengenal bangunan bersejarah itu sebagai Rumah Si Pitung.

Menariknya walau memiliki nama Rumah Si Pitung, jawara Betawi itu dipercaya tidak pernah menetap di sini. Sebagaimana dilansir dari checkinjakarta.id, rumah itu sebenarnya dimiliki seorang saudagar kaya bernama H. Syaifuddin. Namun ketika tahun 1883, rumah itu pernah dirampok si Pitung. Selain itu ada versi lain dari bangunan ini yang diklaim Pitung memang kerap singgah di rumah tersebut dan terjadilah kesepakatan terkait kepemilikan bangunan itu antara Pitung dan Haji Syaifuddin.

Rumah si Pitung di Kampung Marunda, Cilincing, Jakarta Utara

Saat memasuki bangunan di Kampung Marunda tersebut, Anda disambut dengan interior kuno yang menggambarkan suasana Betawi lama. Ada lampu minyak tua yang tergantung di langit-langit ruangan dengan lantai rumah yang terbuat dari kayu. Namun lantai kayu ini sebenarnya merupakan hasil renovasi dari pihak Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada tahun 70-an. Karena awalnya, lantai di Rumah Si Pitung menggunakan material bambu tapi karena terkikis usia maka lantai kayu pun digunakan.

[Baca Juga: 4 Serangga Perusak Kayu Bangunan dan Cara Mengatasinya]

Terdapat dua hiasan yang menarik di bangunan yang berlokasi di Kampung Marunda tersebut. Pertama adalah baju Pangsi (adat) Betawi yang tergantung di dinding dan seperti menjadi representasi sifat jawara dari Pitung. Kedua adalah artikel tulisan Ridwan Saidi yang berbunyi, “Selama delapan tahun Si Pitung melakukan aksi perampokan dengan sasaran saudagar yang dinilainya bersekutu dengan Belanda telah mengeruk uang dan emas permata yang tidak sedikit nilai dan jumlahnya.”

Read More

Artikel Lainnya

Perbedaan Takut, Cemas, dan Gangguan Kecemasan

Kesehatan

Perbedaan Takut, Cemas, dan Gangguan Kecemasan

19 February 2020, 09:00

Takut, cemas, dan gangguan kecemasan adalah hal yang berbeda. Anda perlu mengetahui perbedaan masing-masing agar tahu cara mengatasinya.

Sang Ratu Salon, Berikan Kesempatan Transpuan untuk Berkarya

Bisnis

Sang Ratu Salon, Berikan Kesempatan Transpuan untuk Berkarya

18 February 2020, 18:00

Memanusiakan kaum marjinal dengan memberikan kesempatan mereka berkarya merupakan visi dari program Yes I Can melalui Sang Ratu Salon.

10 Sumur Resapan di Kelurahan Pulau Kelapa Selesai Dibuat

Berita Kawasan

10 Sumur Resapan di Kelurahan Pulau Kelapa Selesai Dibuat

18 February 2020, 17:00

Ada 10 dari 32 sumur resapan telah rampung dibuat di Kelurahan Pulau Kelapa, Kepulauan Seribu. Sumur ini akan menampung air hujan untuk mencegah genangan.

PT Transjakarta Siapkan Bus Gratis Menuju Gereja Katedral

Berita Kawasan

Catat Perubahan Rute Transjakarta Selama Pembangunan Underpass Senen

18 February 2020, 16:00

PT Transjakarta melakukan penyesuaian layanan sampai pembangunan underpass Senen selesai dikerjakan


Comments


Please Login to leave a comment.