Wisma Atlet Kemayoran Bakal Jadi Lokasi Penanganan Pasien COVID-19

Kesehatan

Wisma Atlet Kemayoran Bakal Jadi Lokasi Penanganan Pasien COVID-19

Terjadi peningkatan 55 Kasus wabah COVID-19. Hingga 18 Maret 2020 tercatat jumlah kasus telah menyentuh angka 227 dari sebelumnya sebanyak 127 kasus. Dari jumlah tersebut, diketahui sebanyak 19 pasien yang positif terinfeksi dilaporkan telah meninggal dunia.

Sejauh ini pemerintah sudah melakukan segala upaya untuk menghadapi Virus Corona jenis baru bernama SARS-CoV-2 ini, dan telah mempersiapkan sebanyak 132 rumah sakit baik milik pemerintah atau swasta. Akan tetapi belajar dari pengalaman Negara-negara tetangga, pemerintah pun akan mengambil langkah preventif yang cepat apa bila sewaktu-waktu rumah sakit yang telah tersedia, tidak mampu menampung.

[Baca Juga: Amankah Berada di Dekat Pasien COVID-19 yang Sudah Sembuh?]

Hal itu disampaikan Wakil Presiden Ma’ruf Amin. Dia membeberkan bahwa pemerintah berencana mengubah fungsi Wisma Atlet Kemayoran menjadi tempat isolasi bagi pasien positif COVID-19. Namun lokasi yang semulanya memang bukan peruntukan sebagai balai kesehatan ini tentunya membutuhkan banyak persiapan. Pemerintah sedang menyiapkannya.

"Sebab bagi mereka yang bisa dirawat di rumah, dianjurkan perawatannya di rumah, dan kalau mereka tidak bisa maka juga selain rumah sakit yang sudah ada, juga disiapkan Wisma Atlet, yang sekarang ini, sementara ini disiapkan untuk 1.800 tempat tidur," jelasnya sebagaimana diberitakan detik.com (19/3/2020) dini hari.

Bagaimana Cara Tangani Jenazah ODP COVID-19

Selain itu, Ma'ruf mengatakan pemerintah juga akan melengkapi alat-alat kesehatan. Ma'ruf menyebut alat-alat tersebut saat ini masih dalam proses pendataan. "Saat rumah sakit sudah penuh. Kemudian mengenai perlengkapan-perlengkapan seperti alat-alat, masker dan lain-lain juga. Maka Pemerintah mengambil langkah cepat. Kalau memang memperbanyak produk dalam negeri dan yang tidak bisa diproduksi dalam negeri, kita sudah melakukan langkah untuk mengimpor secepatnya, dan sekarang dalam proses pendatangan. Jadi semuanya seperti ya masker dan lain sebagainya," sambungnya.

[Baca Juga: Waspada COVID-19, Jakarta Barat Pertimbangkan Pengadaan Area Isolasi]

Selain isolasi pasien, lokasi ini rencananya juga akan dimanfaatkan sebagai tempat karantina dan observasi ODP COVID-19. Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona Achmad Yurianto mengatakan, rencananya pemerintah akan memberlakukan rapid test.

"Kan harus ada tempatnya. Itu satu kesatuan. Kita harus siapkan dulu tempatnya. Baru kita lakukan pemeriksaan massal. Kalau tidak begitu, mau ditaruh di mana nanti? Kalau jumlahnya banyak kan akan menjadi masalah untuk RS rujukan," bebernya sebagaimana diberitakan kompas.com, Rabu malam (18/3/2020).

Wisma Atlet Kemayoran Bakal Jadi Lokasi Penanganan Pasien COVID-19

Mekanisme Rapid Test

Menurut Yuri, rapid test merupakan mekanisme yang berbeda dengan tes yang selama ini digunakan oleh pemerintah untuk menentukan status positif COVID-19 pada pasien. Karena rapid test ini menggunakan spesimen darah bukan dari tenggorokan atau kerongkongan. Metode ini, kata dia, punya keunggulan. Salah satunya, tidak membutuhkan sarana pemeriksaan laboratorium pada bio security level II.

Artinya tes ini bisa dilaksanakan di hampir seluruh rumah sakit di Indonesia. Namun, tes semacam ini juga masih memliki kendala tersendiri. Karena rapid test menggunakan imunoglobin, maka dibutuhkan imunoglobin dari pasien COVID-19 lainnya. "Maka kita membutuhkan reaksi dari imunoglobulin seseorang yang terinfeksi paling tidak seminggu. Kalau belum terinfeksi atau terinfeksi kurang dari seminggu, kemungkinan bacaan imunoglobulinnya akan negatif," papar Yuri.

Sementara itu, Menteri Badan Usaha Milik Negara ( BUMN) Erick Thohir telah menginstruksikan perusahaan pelat merah yang dibawahinya untuk memesan ratusan ribu alat rapid test dari Tiongkok. “Kami sudah pesan sekitar 500.000 alat. Juga lagi jalin kerja sama dengan Tiongkok yang ingin produksi rapid test corona,” ujar Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga.


Read More

Artikel Lainnya

Hindari Obat, Ini Tips Tidur dari Pakar Unair Bagi Penderita Insomnia.jpg

Kesehatan

Hindari Obat, Ini Tips Tidur dari Pakar Unair Bagi Penderita Insomnia

29 June 2022, 16:22

Menurut pakar Unair, demi mendapatkan tidur yang berkualitas, penderita insomnia seharusnya berupaya menghindari penggunaan obat tidur.

wuling_bakti_pendidikan_3.jpg

Pendidikan

Wuling Bakti Pendidikan Jalin Kerja Sama Bersama SMK Negeri 1 Singosari

29 June 2022, 15:00

Wuling terus membuktikan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di sekolah kejuruan.

Ini Organisasi Non-profit di Kota Malang dengan Fokus Pemberdayaan Difabel.jpg

Pendidikan

Ini Organisasi Non-profit di Kota Malang dengan Fokus Pemberdayaan Difabel

29 June 2022, 14:20

Sejak awal berdirinya, Percacita bergerak untuk menghilangkan stigma dari kaum difabel dan menunjukkan kepada publik bahwa mereka juga mampu berkarya.

Ford Foundation Jakarta Impact Investing Kunci Atasi Ketimpangan.jpg

Bisnis

Ford Foundation Jakarta: Impact Investing Kunci Atasi Ketimpangan

29 June 2022, 10:18

Organisasi filantropi mendorong lebih banyak investor di Tanah Air memilih ranah impact investing yang tak hanya menargetkan profit semata tapi juga turut mendukung mengatasi ketimpangan di Indonesia


Comments


Please Login to leave a comment.