Workshop Tempe Inovatif Kenali Lebih Jauh Makanan Asli Indonesia 1.jpg

Pendidikan

Workshop Tempe Inovatif, Kenali Lebih Jauh Makanan Asli Indonesia

Kini tempe tidak hanya dikonsumsi masyarakat di Indonesia, melainkan sudah menjadi makanan sehat yang mendunia. Selain itu, tempe juga bisa dibuat dari aneka ragam bahan dan pembungkus serta diolah untuk beragam jenis makanan seperti yang dilakukan Indonesian Tempe Movement.

Javara Culture yang berlokasi di Kemang, Jakarta Selatan, mengajak Indonesian Tempe Movement dalam workshop Tempe Inovatif yang membahas inovasi aneka ragam bahan dan pembuatan tempe yang berlangsung pada 27 Februari 2019 dan dipandu pendiri Indonesian Tempe Movement Wida Winarno.

Javara Culture yang berdiri pada September 2018 dan dinaungi Eksplor Rasa yang merupakan ide dari Founder dan Chairperson Javara Helianti Hilman ini sudah membuat berbagai macam workshop untuk memberikan pengalaman mengenai kultur Javara yang menyediakan beragam bahan pangan dari petani yang ada di seluruh Indonesia sebagaimana dikatakan Marketing Communication and Activation Javara Culture Sutji Sosrowardojo di awal workshop (27/2).

[Baca Juga: Cantik dari Luar dan Dalam dengan Bahan Alami Javara]

Dalam workhop yang memiliki tagline ‘Mari Menempe!’ ini, peserta tidak hanya diberikan edukasi tentang tempe yang bisa dibuat dari berbagai bahan maupun membahas berbagai kandungan dan manfaat, tetapi juga diadakan praktik membuat tempe dengan metode baru dari Indonesian Tempe Movement.

‘Mari Menempe!’ merupakan kata yang dibuat Indonesian Tempe Movement sebagai istilah untuk apapun yang dilakukan dengan tempe.

“Jadi sebetulnya kita membuat suatu kata sendiri, jadi apapun yang kita lakukan dengan tempe itu kita sebut menempe. Seperti kita belajar bikin tempe, makan tempe, cobain tempe chips dan lain lain itu kita sebut menempe. Jadi segala hal yang berhubungan dengan tempe, kita sebut mari menempe. Dan biasanya kita mengucapkannya dengan semangat,” ujar Wida saat memulai workshop Tempe Inovatif (27/2).

Workshop Tempe Inovatif, Kenali Lebih Jauh Makanan Asli Indonesia

Manfaat Tempe

Selama workshop berlangsung, Wida menjelaskan tempe bisa dikonsumsi semua orang mulai dari bayi hingga tua. Tempe bisa menambahkan probiotik untuk proses pencernaan bayi, sedangkan bagi orangtua di atas 40 tahun, tempe bisa menjadi sumber vitamin B12.

“Pada saat kita sudah tua, sistem pencernaan sudah berubah sehingga menyerapnya vitamin B12 lebih sedikit dan mengakibatkan sering lupa, tanpa sadar menjatuhkan barang. Ada sebagian orang mengatakan minum suplemen vitamin B12, tapi tempe bisa menjadi sumber vitamin B12 dari ragi yang ada di tempe dan lebih mudah diserap oleh tubuh,” jelas Wida.

[Baca Juga: Pelatihan Pangan Nusantara di Kabupaten Tangerang]

Tempe memiliki protein yang tinggi dan lemak yang rendah, jadi tidak perlu takut gemuk mengonsumsi tempe. Kini sudah ada anak-anak muda yang mengonsumsi tempe untuk membentuk tubuh sixpack.

“Di Tempe Movement yang anak-anak muda, mereka kalau liat hastag Tempe Challenge, anak-anak muda itu membuat sixpack dengan tempe. Mereka tidak makan susu atau suplemen apapun, tetapi mereka mengonsumsi tempe untuk membentuk tubuhnya,” tuturnya.

Selain itu, tempe juga memiliki kandungan yang bagus untuk kulit wajah dan Indonesian Tempe Movement mengembangkan kandungannya dari tempe untuk dijadikan tempe masker.

Tempe movement tidak hanya mengembangkan kandungan tempe, tetapi juga menggali berbagai cara membuat tempe untuk bisa dilakukan dengan mudah, bahkan bisa dibuat oleh anak-anak. Metode pembuatan tempe yang dibuat Indonesian Tempe Movement dinamakan Green Tempe Method, yang juga diajarkan dan dipraktikkan langsung oleh peserta workshop Tempe Inovatif di Javara Culture Kemang.

Ragi Produk Indonesian Tempe Movement

Peserta workshop dibagikan masing-masing kacang kedelai yang sudah direndam dengan perendam tempe khusus dari Indonesian Tempe Movement yang juga merupakan produknya, kemudian diarahkan untuk dikipaskan kedelai tersebut hingga kering. Kemudian, peserta diminta memberi ragi produk Indonesian Tempe Movement pada kacang kedelai hingga merata, kemudian dimasukkan ke dalam daun-daun yang bisa digunakan untuk menggunakan tempe, seperti daun waru, daun jati dan daun pisang yang disediakan dalam workshop.

Metode baru ini dibuat agar seluruh masyarakat Indonesia bisa mudah membuat tempe di rumah dan mengonsumsinya dengan kebersihan yang sudah terjamin untuk kemudian diolah dengan ragam jenis masakan. Untuk bisa membuat tempe menggunakan Green Tempe Method, tentu bisa lebih mudah dengan menggunakan perendam kedelai tempe dan ragi tempe produk tim Indonesian Tempe Movement.

Workshop Tempe Inovatif Javara Culture

Menariknya, workshop Tempe Inovatif kali ini, menurut Etty tim Indonesian tempe Movement kepada PingPoint.co.id di sela workshop, ini kali pertama Indonesian Tempe Movement memberikan praktik pembuatan tempe dengan menggunakan lima jenis bahan, yaitu kacang kedelai, sorbung, daun kelor bubuk, biji chia lokal dan biji kacang hijau. Selain itu, dalam workshop juga tersedia hasil tempe dari lima bahan tersebut yang sudah dibuat sebelumnya oleh tim Indonesian Tempe Movement dan dibagikan ke para peserta untuk dicicipi.

Berdasarkan pengamatan tim PingPoint.co.id yang turut hadir dalam workshop, para peserta terlihat sangat antusias mulai dari pemberian edukasi dari Wida mengenai tempe hingga menyelesaikan praktik pembuatan tempe. Dengan kualitas workshop yang sangat bermutu, tentu para peserta tidak akan merasa rugi mengeluarkan biaya Rp350.000 untuk ikut workshop Tempe Inovatif ini dengan sajian cerita tempe, belajar menempe hingga mencicipi hidangan makan siang serba tempe yang dibuat Javara Culture.

Read More

Artikel Lainnya

Meningkatkan Hormon Serotonin Mampu Mencegah Depresi

Kesehatan

Meningkatkan Hormon Serotonin Mampu Mencegah Depresi

19 August 2019, 23:00  |  2 Views

Tubuh manusia memiliki komponen ajaib yang dirancang untuk menghadapi tantangan dalam beraktivitas. Serotonin ialah hormon yang dapat diandalkan untuk mencegah depresi.

Pelaku Industri Diharapkan Terlibat Aktif Dalam Pendidikan Vokasi

Pendidikan

Pelaku Industri Diharapkan Terlibat Aktif Dalam Pendidikan Vokasi

19 August 2019, 22:00  |  1 Views

Kementerian Perindustrian terus mendorong pelaku industri untuk terlibat aktif dalam pelaksanaan kegiatan pendidikan dan pelatihan vokasi.

Kiat Memilih Toner Sesuai 4 Jenis Kulit

Kecantikan dan Fashion

Kiat Memilih Toner Sesuai 4 Jenis Kulit

19 August 2019, 21:00  |  5 Views

Toner memiliki fungsi yang baik untuk kesehatan kulit Anda, namun sebelum menggunakannya coba perhatikan kiat memilih toner sesuai jenis kulit.

Kendalikan Polusi Udara Jakarta, Pemprov DKI Tanam Bougenville

Berita Kawasan

Kendalikan Polusi Udara Jakarta, Pemprov DKI Tanam Bougenville

19 August 2019, 20:00  |  4 Views

Pemprov DKI memutuskan untuk menanam bougenville di sejumlah titik Jakarta Pusat demi mengendalikan polusi udara Ibu Kota.


Comments


Please Login to leave a comment.