Yayasan Kampung Silat Petukangan Lestarikan Silat Beksi

Berita Kawasan

Yayasan Kampung Silat Petukangan Lestarikan Silat Beksi

Salah satu bela diri yang memadukan budaya asli Indonesia dengan budaya Tionghoa adalah Silat Beksi. Seni bela diri ini merupakan ilmu bela diri yang mencampurkan antara seni, keindahan, ketepatan, kekuatan, kecepatan dan kedinamisan dalam gerakan dan pukulan. Kata beksi diambil dari kata Bek yang artinya pertahanan dalam bahasa Belanda. Sedangkan Tsi artinya empat dari bahasa Tiongkok. Dan bila diartikan secara kata keseluruhan, maksud kata Beksi adalah pertahanan dari empat penjuru.

Silat Beksi memiliki banyak jurus gerakan yang ampuh mengalahkan lawannya. Keunikan dari mempelajari Silat Beksi ini, para murid sebelum mempelajari jurus-jurus silatnya, harus memulainya dengan kegiatan bertawasul disertai zikir tahlil sambil memohon doa pada Allah agar diberi kemudahan, kekuatan, ketabahan dan kesabaran.

[Baca Juga: Kampung Silat Beksi Direncanakan Jadi Tempat Wisata]

Seni bela diri ini merupakan warisan tak berbentuk yang patutnya dilestarikan anak-anak muda saat ini. Seperti yang dilakukan Yayasan Kampung Silat Petukangan (YKSP) yang bermarkas di Ciledug Raya No 46, Gang Durian I/II, RT 6/4, Kelurahan Petukangan Utara, Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan terus melestarikan seni beladiri silat Beksi.

Melansir laman tangerangkota.go.id (11/10/2019), Ketua Umum Yayasan Kampung Silat Petukangan Naupal Haryawan mengungkapkan, dalam rangka mencintai seni dan budaya Betawi, pihaknya setiap seminggu dua kali melakukan latihan seni bela diri silat Beksi. “Latihan digelar pada hari Sabtu pukul 20.00 sampai selesai dan Minggu pukul 08.00 hingga selesai,” ujarnya.

[Baca Juga: Silat Beksi Haji Hasbullah Atraktif dan Energik]

Naufal menjelaskan lebih lanjut tentang yayasan yang telah berdiri sejak 1910. Yayasan Kampung Silat Petukangan kini memiliki lima perguruan silat beraliran Beksi yang masing-masing perguruannya mengacu pada sanad keilmuan lima tokoh Silat Beksi Petukangan, yaitu Haji Godjalih, Haji Hasbullah, Kong Simin, Kong Noer dan Mandor Minggu.

Ditambahkan Naupal yang juga salah satu cicit Almarhum Haji Godjalih ini, dari lima perguruan yang ada di Petukangan ada sekitar seribu murid berusia SD, SMP, SMA hingga orang dewasa. "Harapannya, Kampung Petukangan juga bisa dijadikan Destinasi Wisata Budaya Sejarah Religi Berbasis Silat Beksi Petukangan," tandasnya.


Read More

Artikel Lainnya

Unik! Brand Ini Hadirkan Produk Sepatu dari Ceker Ayam.jpg

Kecantikan dan Fashion

Unik! Brand Ini Hadirkan Produk Sepatu dari Ceker Ayam

03 October 2022, 17:32

Alih-alih menggunakan kulit sapi, kambing, atau reptil, salah satu brand di Kota Bandung menggunakan ceker ayam sebagai bahan baku produk sepatunya.

Melalui Buku Ini, Masyarakat Diajak Sajikan dan Lestarikan Kuliner Asli Betawi.jpg

Kuliner

Lestarikan Kuliner Asli Betawi Melalui Buku

03 October 2022, 14:30

Belum lama ini Yayasan Nusa Gastronomi Indonesia, istri Gubernur DKI Jakarta dan istri mantan Sekda DKI Jakarta berkolaborasi guna menghasilkan buku yang mengulas resep tradisional khas Betawi.

3 Startup Naungan East Ventures Ini Dukung Ekosistem Kopi Tanah Air.jpg

Bisnis

3 Startup Naungan East Ventures Ini Dukung Ekosistem Kopi Tanah Air

03 October 2022, 11:28

East Ventures setidaknya telah mendanai tiga perusahaan startup yang mendukung perkembangan ekosistem kopi di Tanah Air.

Semarakan 2022 PMPL SEA Championship, realme Gelar Esports Week.jpg

Bisnis

Semarak 2022 PMPL SEA Championship, realme Gelar Esports Week

30 September 2022, 15:45

Untuk merayakan pertandingam 2022 PMPL SEA Championship, realme memutuskan menghadirkan promo lucky draw bertajuk realme Esports Week.


Comments


Please Login to leave a comment.