ads
ASAL USUL KAWASAN KELAPA GADING JAKARTA

Berita Kawasan

Asal-Usul Kawasan Kelapa Gading Jakarta

Bila membahas wilayah Jakarta Utara maka kawasan ikonik di sana adalah Kelapa Gading. Walau namanya sederhana, pernahkan terbersit di benak Anda, dari manakah asal nama Kelapa Gading Jakarta muncul serta bagaimana perkembangannya dari awal berdiri?

Percaya atau tidak, pada awalnya Kelapa Gading Jakarta merupakan kawasan yang dipenuhi oleh area rawa dan sawah. Nama kawasan itu diambil dari nama pohon-pohon yang tumbuh subur di sana, yaitu tanaman Kelapa Gading. Sekadar informasi, Kelapa Gading merupakan varietas dari tanaman kelapa dengan nama latin Cocos nudfera varietas ebinea. Tanaman ini memiliki ciri pohon yang tidak tinggi dan buah berukuran kecil dengan warna kuning gading.

Pada awal 1970-an, kawasan Kelapa Gading Jakarta memiliki panggilan “tempat jin buang anak” karena sepi. Namun semua itu berubah beberapa tahun kemudian. Namun, perusahaan properti, PT Summarecon Agung melihat adanya potensi terhadap wilayah itu. Barulah pada 1975, proyek pembangunan di Kelapa Gading dimulai. Saat itu, perusahaan tersebut memiliki visi untuk membangun sebuah kawasan yang mengintegrasi pemukiman warga, komersial serta berbagai fasilitas pendukungnya.

Ketika awal perkembangannya, kawasan Kelapa Gading Jakarta masih kalah ramai dengan daerah Pluit. Namun, saat kawasan ini mulai tertata dengan baik dengan beragam sarana dan pra-sarana yang mumpuni, banyak warga yang memilih untuk tinggal di sana, khususnya ketika dibangunnya infrastruktur jalan bebas hambatan atau tol yang melintasi area pemukiman di sana pada 1990.

Nama Kelapa Gading Jakarta pun semakin menjadi buah bibir warga DKI Jakarta, ketika dibangunnya Mal Kelapa Gading pada 24 Maret 1990. Seiring berkembangnya kawasan tersebut, Mal yang juga dikenal dengan istilah MKG ini juga turut mengalami perluasan hingga tahap lima pada 2008 dan menambah nilai komersil dari Kelapa Gading Jakarta. Saat ini MKG memiliki luas 150.000 meter persegi dan berada di area komersial terpadu yang tergabung dengan La Piazza dan Gading Food City.

Masuk ke 2018, wajah Kelapa Gading Jakarta yang sebelumnya mendapatkan panggilan “tempat jin buang anak” pun berubah menjadi kawasan yang berkembang pesat dan dikenal sebagai kawasan elit. Bahkan Pemerintah Jakarta Utara ingin menjadikan Kelapa Gading layaknya Singapura. Pasalnya, kawasan itu lengkap dengan berbagai restoran yang menawarkan berbagai jenis kuliner, tempat tinggal yang bagus, hingga institusi pendidikan yang memiliki standar internasional, dan lain-lain.

Walau menjadi kawasan elit, wilayah Kelapa Gading Jakarta juga terkenal sebagai area yang menjadi langganan banjir. Namun, hal ini dipandang memiliki hubungan dengan feng shui (ilmu topografi kuno dari China yang mempercayai bagaimana hubungan manusia, surga, dan geografi dapat hidup dalam harmoni untuk membantu memperbaiki kehidupan) positif di sana.

Menurut Pakar Feng Shui Suhu Yo seperti dikutip dari tirto.id, kawasan Kelapa Gading dan sekitarnya sering dikaitkan dengan kawasan “kepala naga” yang dianggap memberikan keberuntungan bagi kegiatan bisnis. Dirinya menerangkan istilah kepala naga adalah kawasan bisnis dan hunian yang dekat dengan pusat pemerintahan kota atau negara.

Sementara itu, Pengamat Properti Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda menjelaskan kawasan yang kerap banjir di Kelapa Gading maupun daerah lainnya tak lepas dari kelengkapan fasilitas kawasan yang sangat menentukan. Kawasan yang memiliki fasilitas lengkap meski jadi langganan banjir, akan tetap menjadi pilihan konsumen dalam menentukan pilihan memiliki properti hingga memengaruhi harga properti.

ads
ads
ads

Artikel Lainnya

Perhatikan Hal ini Ketika Membuat Taman di Rumah.jpg

Properti dan Solusi

Perhatikan Hal ini Ketika Membuat Taman di Rumah

20 February 2019, 4 a.m.  |  4 Views

Banyak manfaat miliki taman di halaman rumah. Taman memberikan sirkulasi udara yang baik. Memandanginya juga baik untuk mata lelah.

Eka Kurniawan Jaga Kesehatan dengan Bersepeda.jpg

Kesehatan

Eka Kurniawan Jaga Kesehatan dengan Bersepeda

20 February 2019, 5 a.m.  |  6 Views

Mengetik berjam-jam di depan layar komputer dapat mengganggu kesehatan. Sastrawan Eka Kurniawan mengatasinya dengan rajin bersepeda.

Ngopi Instagramable di Serpong 1.jpg

Kuliner

4 Tempat Ngopi Instagramable di Serpong

20 February 2019, 3 a.m.  |  4 Views

Secangkir kopi panas jadi kenikmatan hakiki yang tak terbantahkan. Tak ayal, tempat ngopi juga hadir dengan interior instagramable.

Taman Bacaan Inovator.jpg

Pendidikan

Taman Baca Inovator Lahir Atas Nama Literasi

19 February 2019, 4 a.m.  |  48 Views

Gerakan taman bacaan mungkin sudah banyak ditemukan. Namun, Yayasan Taman Baca Inovator punya sentuhan berbeda.


Comments

Please Login to leave a comment.

ads