Potensi Zoonosis dalam Sistem Kandang Baterai Peternakan Ayam Petelur

Kesehatan

Potensi Zoonosis dalam Sistem Kandang Baterai Peternakan Ayam Petelur

Pernahkah Anda mendengar istilah kandang baterai? Kandang atau kerangkeng baterai adalah sebuah sistem kurungan intensif yang digunakan peternakan skala industri seperti peternakan telur ayam di Indonesia. Sebuah penelitian yang diunggah di Econstor menunjukkan bila 88 persen produksi telur di Indonesia menggunakan sistem ini.

Bila dipahami, sistem kurungan menimbulkan banyak dampak buruk, bagi manusia dan bahkan hewan itu sendiri. Bagaimana tidak, pada sistem ini setiap kerangkeng mampu memuat hingga dua belas ekor ayam. Dalam situs actforfarmedanimals.org (25/4/2020) dijelaskan, ayam-ayam dalam kerangkeng baterai tidak bisa berjalan atau sekadar merentangkan sayap. Setiap ekor ayam hanya diberi ruang yang lebih kecil dari selembar kertas A4.

Potensi Zoonosis dalam Sistem Kandang Baterai Peternakan Ayam Petelur

Video yang diunggah oleh organisasi non-profit internasional Sinergia Animal menunjukkan, ayam-ayam yang diternak dalam kandang baterai menderita penyakit tulang, mengalami stres berkepanjangan hingga kehilangan banyak bulu, dan beberapa terpapar penyakit infeksi Coryza. Nahasnya peternakan-peternakan yang tergambar dalam video ini adalah peternakan ayam yang ada di Indonesia.

[Baca Juga: Zoonosis, Kata yang Jadi Akrab di Telinga Kala Pandemi COVID-19]

Selain berefek buruk pada ayam ternak, Koordinator Act For Farmed Animals Among Prakosa mengungkapkan, kandang baterai memicu munculnya penyakit berbahaya. Act For Farmed sendiri adalah koalisi LSM yang terdiri dari Sinergia Animal dan Animal Friends Jogja. ”Lebih dari sebelumnya, kita harus memerhatikan cara hewan diternakkan. Ada terlalu banyak hewan berjejalan dalam satu tempat, dan ini bisa menjadi tempat berkembangnya penyakit berbahaya yang dapat muncul atau menyebar,” kata Among dalam keterangan tertulis yang diterima PingPoint.co.id (24/3/2020).

PBB juga menjelaskan sistem kurungan intensif ini dapat meningkatkan risiko munculnya zoonosis, penyakit yang berasal dari hewan seperti flu burung, COVID-19, dan Salmonellosis. Studi yang dilakukan Otoritas Keamanan Pangan Uni Eropa (EFSA) menunjukkan kontaminasi bakteri Salmonella secara signifikan lebih tinggi dalam peternakan kerangkeng dibandingkan peternakan non-kerangkeng.

Potensi Zoonosis dalam Sistem Kandang Baterai Peternakan Ayam Petelur

Dampak buruk yang ditimbulkan oleh kerangkeng baterai membuat lebih dari 30 negara menghapus sistem kurangan ini, termasuk di antaranya Uni Eropa, Selandia Baru, dan Kanada. Tujuh negara bagian Amerika Serikat juga telah menyetujui undang-undang larangan terhadap sistem kerangkeng ini.

Ada beberapa cara untuk menghentikan sistem kurungan kerangkeng baterai di Indonesia. Para aktivis meminta berbagai jaringan besar perusahaan makanan seperti McDonald’s untuk berhenti menggunakan telur dengan sistem kerangkeng di Indonesia.

Potensi Zoonosis dalam Sistem Kandang Baterai Peternakan Ayam Petelur

Sebenarnya, McDonald’s sudah memiliki komitmen bebas kerangkeng di banyak negara tempat mereka beroperasi. Namun, perusahaan makanan itu belum menerapkan standar yang sama di Indonesia. Act For Farmed Animals mengajak Anda untuk menandatangani petisi demi mendesak McDonald’s Indonesia berhenti memasok telur dari ayam yang dikurung dalam kerangkeng baterai. Petisi dapat diakses melalui situs ini.

[Baca Juga: Hari Bumi di Tengah Ancaman Investasi Saat Pandemi]

“Alternatif sudah tersedia. Produsen terkemuka sudah menjual telur non-kerangkeng di Indonesia. Selain itu, banyak orang yang beralih ke pola makan nabati dan berhenti mengonsumsi produk hewani termasuk telur. Yang akami minta dengan kampanye ini adalah agar konsumen membuat pilihan yang lebih sadar dan bijaksana,” tutur Among.

Act For Farmed Animals berharap pemerintah Indonesia menaruh perhatiannya terhadap sistem kerangkeng hewan ternak ini dan dengan segera mengambil langkah preventif munculnya zoonosis baru di masa depan.


Read More

Artikel Lainnya

Konser Full Team Dewa 19 Siap Digelar di Solo.jpg

Hobi dan Hiburan

Konser Full Team Dewa 19 Siap Digelar di Solo

23 September 2022, 15:57

Setelah sukses digelar di Candi Prambanan, konser Dewa 19 yang menghadirkan full team akan kembali manggung bersama dan kali ini digelar di wilayah Solo.

Perkuat Kehadirannya di Jawa Timur, Amartha Kolaborasi dengan BPR Jatim.jpg

Bisnis

Perkuat Kehadirannya di Jawa Timur, Amartha Kolaborasi dengan BPR Jatim

23 September 2022, 13:56

Baru-baru ini Amartha dan BPR Jatim resmi berkolaborasi dalam upaya menyalurkan Rp250 miliar untuk membantu pengembangan bisnis perempuan pengusaha mikro di wilayah Jawa Timur serta Jawa Tengah.

Ini Pandangan Pakar Unpad Terkait Pencegahan HIVAIDS.jpg

Kesehatan

Ini Pandangan Pakar Unpad Terkait Pencegahan HIV/AIDS

23 September 2022, 11:54

Setelah bulan lalu sempat ramai pembahasan kabar ribuan orang di Kota Bandung yang menderita HIV/AIDS, pakar Universitas Padjadjaran memberikan masukan terkait metode pencegahannya, khususnya di wilayah kampus.

Konsistensi Bambang Suprapto dalam Berkarya Melalui Solo Exhibition Uncertainty

Hobi dan Hiburan

Konsistensi Bambang Suprapto dalam Berkarya Melalui Solo Exhibition ‘Uncertainty’

22 September 2022, 18:20

Seniman muda Kota Malang, Bambang Suprapto, menggelar pameran tunggal yang bertajuk ‘Uncertainty’ di Kedai Lantjar Djaya, Kota Malang.


Comments


Please Login to leave a comment.

  • Sindi 2 years, 5 months lalu
    sindi

    Bosan di rumah terus karena wabah ini ❓ ❔ Buruan join di ⁣poker165.co ,permainan poker paling seru. Dan jangan lewatkan bonus atau event dengan hadiah mencapai Milyaran. Menjadi ⁣Milyarder bukan mimpi lagi untuk pemain poker165.co 👍