Terdapat tiga penyakit menular yang dapat mudah ditularkan dari ibu kepada calon bayinya pada masa persalinan. Penyakit itu terdiri HIV, sifilis, dan hepatitis B yang risiko penularannya bisa mencapai angka puluhan persen. Demi memastikan kesehatan ibu hamil serta janinnya, Pemerintah Kota Tangerang pun mengadakan sosialisasi Skrining Triple Eliminasi terhadap tiga penyakit menular tersebut.
Kegiatan sosialisasi yang berbentuk seminar itu diadakan pada 15 Agustus 2019 yang juga digelar dalam rangka menyambut HUT ke-74 RI.
Pada kegiatan Seminar dan Skrining Triple Eliminasi di Gedung MUI Kota Tangerang itu, turut hadir juga Wakil Wali Kota Tangerang H. Sachrudin. Pada pidatonya, ia menyebut, Triple Eliminasi merupakan salah satu masalah nasional yang memerlukan penanganan bersama secara komprehensif.
“Saya berharap melalui seminar ini kita bisa memahami tentang gejala-gejala penyakit, karena lebih baik mencegah daripada mengobati,” ucap H. Sachrudin, sebagaimana dikutip dari tangerangkota.go.id (16/8/2019). Ia menambahkan, Pemkot Tangerang selalu memberikan upayanya untuk mencegah penularan HIV, sifilis, dan hepatitis B dari ibu ke bayi dan realisasinya melalui sosialisasi mengenai skrining triple eliminasi pada ibu hamil.
Upaya tersebut memang dapat dipahami mengingat berdasarkan data dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, risiko penularan penyakit di triple eliminasi dari ibu ke anaknya masuk ke dalam kategori yang besar. Untuk HIV, risikonya adalah 20-45 persen. Sedangkan untuk sifilis adalah 69-80 persen dan hepatitis B berada di angka risiko lebih dari 90 persen.
Sekadar informasi, upaya untuk menghilangkan risiko penularan tiga penyakit ini biasanya dikenal dengan istilah Triple Eliminasi yang dilakukan sedini mungkin, biasanya pada ibu hamil, melalui proses skrining. Hal ini sesuai dengan peraturan Menteri Kesehatan No.52 Tahun 2017 terkait eliminasi penularan HIV, sifilis, dan hepatitis B dari ibu ke anaknya.
Hal ini pun kembali diingatkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang Liza Puspadewi yang turut hadir di Seminar dan Skrining Triple Eliminasi. Ia menjelaskan, masyarakat perlu tahu mengenai bahaya serta langkah pencegahan terhadap tiga penyakit yang mudah menular di masa kehamilan tersebut. “Kita harus antisipasi melalui pencegahan dini agar kita bisa meyakinkan para ibu bawa janin yang dikandungnya terbebas dari penyakit menular,” ucapnya.
