Bisnis Kerajinan Unik dengan Memanfaatkan Eceng Gondok

Bisnis

Bisnis Kerajinan Unik dengan Memanfaatkan Eceng Gondok

Eceng Gondok merupakan salah satu jenis tumbuhan air yang mengapung. Mungkin Anda sering melihat tumbuhan ini menutupi sungai, danau, atau pun situ. Tumbuhan ini memiliki nama yang berbeda-beda di beberapa daerah di Indonesia.

Sayangnya tumbuhan ini dinilai memiliki dampak negatif untuk habitatnya. Eceng gondok dinilai mampu meningkatkan evapotranspirasi yaitu penguapan dan hilangnya air karena daunnya lebar dan pertumbuhannya cepat, selain itu menurunnya jumlah cahaya yang masuk ke dalam perairan sehingga menurunkan oksigen yang masuk dalam air, dan lain sebagainya.

Bisnis Kerajinan Unik dengan Memanfaatkan Eceng Gondok

Namun tumbuhan yang disebut mengganggu dan limbah bagi beberapa orang ini dimanfaatkan sebagai bahan utama usaha milik wanita asal Tangeran, Ieko Damayanti. Sejak tahun 2008, Ieko memulai usaha kerajinan eceng gondok yang diberi nama Sahabat Alam, ia menghasilkan produk-produk kerajinan dan kriya yang dinamai Ratu Eceng.

Sebelum memulai usaha, Ieko dipilih Kelurahan Kunciran yang bekerja sama dengan Dinas Industri dan Perdagangan Kota Tangerang untuk Diklat (Pendidikan dan Pelatihan) menganyam di Jogjakarta. Usai pelatihan tersebut, dirinya memutuskan untuk mengembangkan usaha tersebut.

[Baca Juga: Kerajinan Koran Bekas Bisa Capai Omzet 15 Juta per Bulan]

Awalnya Ieko memulai usahanya sendiri tanpa alat, ia masih mengerjakan semuanya sendiri dengan tangan hingga kini ia memiliki 10 pegawai yang turut menciptakan produk berupa, tas, vas bunga, keranjang, tikar, sofa, dan lainnya. Pada dasarnya, Ieko menerima pesanan berdasarkan keinginan pelanggannya. Para pembeli bisa meminta produk apa yang harus dibuat, ukuran, dan warnanya pun bisa ditentukan sesuai selera.

Saat ditemui Pingpoint pada (14/8/2019) lalu, Ieko menyebutkan, ia memanfaatkan eceng gondok yang melimpah yang ada di Situ Cipondoh. “Lokasinya itu sangat dekat dengan tempat tinggal saya yang berada di Kunciran. Karena bahan bakunya melimpah, saya berpikir, kenapa tidak dimanfaatkan saja?” kata Ieko.

Ieko menyebutkan, dirinya memang sejak dahulu sudah bertekad untuk memiliki usaha yang hanya membutuhkan modal kecil namun untungnya besar. Eceng gondok merupakan hal yang tepat untuk apa yang ia mimpikan, bermodalkan Rp100.000 –Rp150.000 dirinya sudah bisa memulai kerajinan ini.

[Baca Juga: Warga Rusun Marunda Ubah Sampah Plastik Jadi Kreasi Layak Jual]

“Saya ingin mengangkat derajat eceng gondok, tanaman yang dikira pengganggu, limbah jadi barang cantik yang bisa masuk mall, apartemen, dan rumah mewah,” ujar wanita yang kadang dipanggil Ratu Eceng.

Menurutnya, dalam usaha kerajinan eceng gondok ini yang dijual adalah kreatifitas dan proses yang panjang. “Memang saya hanya membutuhkan Rp10.000-Rp15.000 per kilo untuk eceng gondok, namun ketika sudah jadi tas saya bisa jual dengan harga Rp175.000. Saya bukan hanya menjual eceng gondok namun kreatifitas dan proses panjang itu yang harus dihargai,” ucap Ieko.

Bisnis Kerajinan Unik dengan Memanfaatkan Eceng Gondok

Proses pembuatan kerajinan eceng gondok memang membutuhkan waktu yang cukup lama, proses pengeringan eceng gondok saja membutuhkan waktu selama satu hingga empat minggu, kemudian masuk ke proses anyam dua hingga tiga jam atau tergantung kerumitan produk, tak sampai di sini, agar produknya layak jual, kami harus melakukan proses bleach dengan matahari, kemudian dipernis lagi dan dikeringkan lagi dengan matahari.

Bagi Anda yang ingin membeli produk Ratu Eceng, Anda bisa mengunjungi booth-nya di pameran UMKM yang ada di TangCity Mall, Anda juga bisa kunjungi workshopnya yang berada di Jl. H. Jali, Gg. Asy Syukur 1 No.45 RT02/02, Kel. Kunciran Jaya, Kec. Pinang, Kota Tangerang, Prov Banten, atau hubungi via media sosial Instagram @ieko_ratueceng.

Read More

Artikel Lainnya

100 Kolaborator dan 150 Sukarelawan Rayakan Hari Hutan Indonesia

Berita Kawasan

100 Kolaborator dan 150 Sukarelawan Rayakan Hari Hutan Indonesia

08 August 2020, 15:00

Para Kolaborator ini bergotong royong menyiapkan platform dengan berbagai materi audio visual menarik untuk menumbuhkan dan meningkatkan rasa cinta masyarakat Indonesia pada hutan.

Bangkitkan Semangat Belajar di Rumah, Pemkot Depok Beri Penghargaan

Pendidikan

Kemendikbud Siapkan Kurikulum Darurat dengan 2 Komponen untuk PJJ Masa Pandemi COVID-19

08 August 2020, 09:15

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menyatakan pihaknya sudah menyusun kurikulum darurat untuk situasi pandemi COVID-19.

Tumbuhkan Bibit eSport, Kemenpora Dukung Turnamen Free Fire Fall Season 2020.jpg

Hobi dan Hiburan

Tumbuhkan Bibit eSport, Kemenpora Dukung Turnamen Free Fire Fall Season 2020

07 August 2020, 19:00

Menpora sangat mendukung usaha Garena Indonesia dalam mencari bibit eSport Tanah Air melalui turnamen Free Fire Fall Season 2020.

Ini Cara TCS untuk Dukung Pemulihan Sektor Pendidikan Tanah Air.jpg

Pendidikan

Ini Cara TCS untuk Dukung Pemulihan Sektor Pendidikan Tanah Air

07 August 2020, 18:00

Dari mulai warga sampai Pemkot Jakarta Utara sudah mulai bergerak untuk menyambut perayaan Hari Kemerdekaan nanti.


Comments


Please Login to leave a comment.