Kiat Berkontribusi Membangun Potensi Anak Dengan Autisme

Kesehatan

Kiat Menjalin Komunikasi Bersama Anak dengan Autisme

Anak dengan autisme atau Autism Spectrum Disorder (ASD) memiliki cara pandang terhadap sesuatu yang berbeda dengan orang pada umumnya. Itulah mengapa cara anak ASD berinteraksi dengan orang lain juga berbeda dari anak non ASD. Hal ini diungkap Akademisi Komunikasi sekaligus Komisioner Konsil Kedokteran Indonesia Leila Mona Ganiem.

Mona, yang juga merupakan Wakil Ketua Umum Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia mengatakan, anak ASD, karena memiliki kemampuan komunikasi yang berbeda, kerap dianggap punya keterbatasan dalam berkomunikasi dan bersosialisasi dengan orang lain.

“Misalnya terkait kemampuan verbal anak [dengan] autisme. Mereka penggunaan bahasanya berulang, kaku, dan baku. Mereka sulit mengekspresikan perasaan gembira dan cenderung tidak spontan, juga sulit berteman. Dari non verbalnya juga dapat dibedakan dari tatapan mata, gerak tubuh, dan lainnya,” ujar Mona kepada PingPoint.co.id (9/4/2020).

Akademisi Komunikasi sekaligus Komisioner Konsil Kedokteran Indonesia Leila Mona Ganiem

Namun, bukan berarti karena kemampuan komunikasi yang demikian, orang-orang non ASD menjadi enggan berkomunikasi dengan anak-anak dengan autisme. Oleh karenanya, Mona memberikan kiat bagi non ASD untuk menjalin komunikasi dengan anak ASD.

Kiat yang pertama adalah membuat kontak mata sejajar dengan anak ASD saat berinteraksi. Dengan demikian, mereka dapat mendengar dan melihat lawan bicaranya. Namun, kontak mata ini dilakukan secukupnya saja agar anak dengan autisme tidak merasa terintimidasi karena dipandangi terus-menerus.

[Baca Juga: Kiat Berkontribusi Membangun Potensi Anak dengan Autisme]

Kiat yang kedua, Mona menyarankan untuk menyebut nama anak ASD saat berinteraksi dengan mereka. Kiat ini tak lain agar anak merasa percakapan tersebut ditujukan padanya dan membutuhkan responsnya.

“Saat berbicara kepada mereka [anak ASD], upayakan menggunakan bahasa yang sederhana, jelas, spesifik, dan perlahan sehingga mudah dipahami,” jelas Mona.

Hal yang dituturkan Mona senada dengan kiat berkomunikasi pada ASD yang disampaikan Psikolog Anak Afada Alhaque. “Kalau berbicara sama anak ASD, harus jelas. Maksud kita A ya bahasa yang disampaikan juga A.,” tutur Afada kepada PingPoint.co,id melalui sambungan telepon pada Sabtu (11/4/2020).

Mona melanjutkan, bila berkomunikasi dengan anak ASD, cobalah meniru perilakunya yang bisa diterima. Misalnya, ikut bermain boneka atau mobil-mobilan dengannya. Namun, ketika anak tersebut merusak mainannya, jangan ikut meniru. Hal yang dapat dilakukan adalah menjelaskan pada mereka bahwa tindakan tersebut tidak baik dilakukan.

[Baca Juga: Membumikan Kepedulian Masyarakat Terhadap Anak dengan Autisme]

Komunikasi non verbal yang dapat mengganggu interaksi dengan anak ASD juga sebaiknya dihindari, contohnya suara bising, sentuhan-sentuhan, dan bau-bau yang menyengat.

Hal terpenting yang perlu diperhatikan adalah tidak menunjukkan ekspresi yang membuat kecewa anak ASD. Tidak jarang, orang menertawakan perilaku unik ASD dan menjaga jarak dengan mereka. Perilaku itu, kata Mona justru tidak baik ditampakkan. Kesabaran memang menjadi poin yang sangat dibutuhkan dalam menunggu reaksi anak-anak ASD saat berinteraksi dengan mereka.

“Jangan lupa, semua orang punya kelebihan dan kekurangan. Anak penyandang autisme bisa jadi punya talenta yang sangat baik di bidangnya,” tegas Mona.

Sementara itu, orang tua anak ASD berperan penting membantu anak mereka berkomunikasi. Mona menyarankan orang tua dari anak penyandang autisme untuk mengikuti pelatihan khusus serta berkonsultasi pada ahli sebelum mengajarkan komunikasi kepada anak.

Kiat Menjalin Komunikasi dengan Penyandang Autisme

Orangtua juga dapat mengikuti minat anak yang dirasa positif, seperti bermain permainan tertentu dan merespons anak dengan kata-kata (verbal) dan non verbal. Dengan begitu, anak ASD memiliki kesempatan belajar bahasa secara halus, terus-menerus, tanpa disadari oleh mereka.

Mona pun menyampaikan pandangannya terhadap pemberitaan anak ASD dalam media, baik itu media massa maupun media sosial.

Menurutnya, jurnalis memiliki peran besar dalam memotret autisme di media massa baik cetak maupun online. Jurnalis sangat perlu meningkatkan kompetensinya terkait isu autisme. Dengan begitu, media massa dapat menjadi sumber informasi dan sarana pendidikan bagi masyarakat.

Lain halnya dengan media sosial. Tantangan lebih tinggi lagi di media sosial karena setiap orang dapat menerima dan membuat pesan. Setiap pengguna media sosial harus bijak dalam bermedia sosial.

“Candaan atau celetukan ringan tanpa beban seperti 'kamu autis deh' [di media sosial] bisa menyakiti orang dengan autisme dan keluarganya,” tandasnya.


Read More

Artikel Lainnya

Rangkaian Radiance Up! dari Y.O.U Beauty Atasi Wajah Kusam Akibat Polusi Udara

Kecantikan dan Fashion

Rangkaian Radiance Up! dari Y.O.U Beauty Atasi Wajah Kusam Akibat Polusi Udara

25 June 2022, 13:03

SymWhite 377, Vitamin C, dan Ekstrak Licorice membantu menghambat produksi melanin, sedangkan Niacinamide (B3) membantu menghambat transfer melanin di kulit.

Puluhan Karya Seni Mahasiswa ISBI Kota Bandung Dipamerkan di Galeri YP K.jpg

Pendidikan

Puluhan Karya Seni Mahasiswa ISBI Kota Bandung Dipamerkan di Galeri YPK

24 June 2022, 16:06

Bertajuk Archipelago, puluhan karya seni dari mahasiswa ISBI dipamerkan di Galeri YPK Kota Bandung hingga 30 Juni 2022.

Kreatif! Warga Bandung Cari Cuan dengan Olah Sampah Plastik Jadi Produk Kreatif.jpg

Bisnis

Kreatif! Warga Bandung Cari Cuan dengan Olah Sampah Plastik Jadi Produk Kreatif

24 June 2022, 14:04

Dengan brand Newhun, warga di Kota Bandung berhasil mengolah limbah sampah plastik bisa menjadi produk jam tangan.

Terintegrasi dari MRT Hingga Ojol di Ibu Kota, Masyarakah Diajak Unduh Apps JakLingk o.jpg

Berita Kawasan

MRT Hingga Ojol Ibu Kota Terintegrasi, Warga Diajak Unduh Apps JakLingko

24 June 2022, 11:02

Pemprov DKI mengajak masyarakat Ibu Kota mengunduh apps JakLinko guna mempermudah serta menghemat waktu untuk memanfaatkan berbagai transportasi di Jakarta bahkan termasuk mendapatkan tiket malam puncak HUT Jakarta ke-495.


Comments


Please Login to leave a comment.