MariBuat, Proyek untuk Kenalkan SDG kepada Anak Sekolah

Pendidikan

MariBuat, Proyek untuk Kenalkan SDG kepada Anak Sekolah

Mengenalkan agenda Sustainable Development Goals (SDG) atau tujuan pembangunan berkelanjutan kepada anak-anak sekolah dasar bukanlah perkara yang mudah. Mengingat bagaimana cara untuk membahas 17 tujuan yang disepakati ratusan negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengenai agenda pembangunan dunia untuk kemaslahatan manusia serta bumi? Jawaban yang dipilih Darina Maulana adalah melalui proyek MariBuat.

Desainer asal Indonesia itu berusaha merealisasikan proyeknya melalui program What if Lab yang mempertemukannya dengan desainer Belanda bernama Mitchell Jacobs. Semenjak Oktober 2018, keduanya pun saling bertukar pikiran dalam merealisasikan ide Darina dalam mengenalkan SDG untuk siswa-siswi sekolah dasar. Akhirnya ide kedua desainer ini pun mengerucut kepada penggunaan majalah dinding atau mading.

MariBuat, Proyek untuk Kenalkan SDG kepada Anak Sekolah

“MariBuat ini adalah alat edukasi untuk menggabungkan kurikulum Indonesia dengan kurikulum SDG PBB. Di mana prosesnya dimulai dengan membuat anak-anak bertanya terlebih dahulu. Jadi tidak hanya guru yang mengajar tapi anak-anak juga dapat memberikan ide mereka. Kemudian dari ide itu mereka mencoba melakukan sesuatu,” tutur Darina terkait konsep MariBuat pada pameran What if Lab: Design for a Sustainable Society kepada PingPoint.co.id di Erasmus Huis, Kuningan, Jakarta Selatan (14/5/2019).

[Baca Juga: Kedubes Belanda Gelar Pameran Kolaborasi Desainer Dua Negara]

Penggunaan mading dipandang dapat memberikan visualisasi kepada siswa-siswi sekolah dasar untuk riset mereka terkait SDG. Mading yang digunakan pun bukan mading biasanya. Mengingat material yang digunakan adalah plastik daur ulang yang dapat dipakai beberapa kali oleh para siswa untuk menorehkan ide mereka terkait SDG.

“Jadi ada tema sesuai sekolah mereka, kemudian mereka melihat dari 17 goal di SDG yang kira-kira relevan. Contohnya tema ‘negaraku’ lalu mereka ambil (tujuan 15 di SDG-red) mengenai kekayaan alam bawah laut. Dari sana mereka berpikir kira-kira di laut bisa membuat apa saja, setelah itu mereka memberikan ide kegiatan apa yang akan dilakukan dalam satu minggu ini. Contohnya kemarin akhirnya anak-anak membawa bekal ikan, hal-hal simpel sebenarnya,” ucap Darina.

[Baca Juga: Dubes Belanda Apresiasi Pemilu 2019 di Indonesia]

Sejauh ini, purwarupa dari MariBuat sudah diterapkan di SDN 024 Coblong dan SDN 001 Merdeka. Pada dua sekolah di Kota Bandung ini terbukti sukses. Oleh karena itulah menurut perwakilan dari Dutch Design Foundation Dries van Wagenberg, proyek Darina ini merupakan salah satu proyek yang dipamerkan di What if Lab: Design for a Sustainable Society yang tergolong siap diimplementasikan di publik, khususnya sekolah-sekolah dasar di Jakarta.

“Jika ini bisa diimplementasikan di sekolah-sekolah Indonesia, harapannya (mengingat-red) anak-anak sudah terbiasa bertanya, berpikir kritis, mereka juga dapat melakukan sesuatu yang menurut mereka ‘saya percaya dengan hal ini, maka saya akan melakukannya’. Sebenarnya tujuannya agar anak-anak lebih percaya diri untuk mengemukakan pendapatnya,” tambah Darina.

Read More

Artikel Lainnya

Pelebaran Kreteg Wesi Sampangan, Kota Semarang Selesai Akhir November

Berita Kawasan

Pelebaran Kreteg Wesi Sampangan, Kota Semarang Selesai Akhir November

26 September 2020, 17:46

Menelan anggaran sebesar 20 milyar rupiah, pelebaran akses yang menghubungkan Gunungpati dan Gajahmungkur itu ditargetkan rampung November 2020.

Serunya Nonton Film Bareng di Drive-In Senja Bandung

Hobi dan Hiburan

Serunya Nonton Film Bareng di Drive-In Senja Bandung

26 September 2020, 11:39

Ini dilakukan outdoor. Mudah-mudahan tidak terlalu khawatir juga sama COVID-19. Karena kita berada di mobil sendiri relatif lebih aman.

Di Bawah Rp500 Ribuan, Amazfit Neo Siap Diluncurkan .jpg

Bisnis

Di Bawah Rp500.000-an, Amazfit Neo Siap Diluncurkan

25 September 2020, 18:43

Perusahaan Huami siap meramaikan pasar jam tangan pintar di Indonesia dengan produk Amazfit Neo yang memiliki harga tak sampai Rp500 ribuan.

Memadukan Seni, Sains, dan Teknologi dalam Batik Fractal

Kecantikan dan Fashion

Memadukan Seni, Sains, dan Teknologi dalam Batik Fractal

25 September 2020, 16:06

Ternyata algoritma matematika bisa menghasilkan corak batik. Begini cara membuat batik frctal dengan apliksi yang diciptakan anak bangsa.


Comments


Please Login to leave a comment.