Saling Berintegrasi Tuntaskan Kasus Bullying

Pendidikan

Saling Berintegrasi Tuntaskan Kasus Bullying

Pemahaman tentang perundungan yang marak terjadi di berbagai lingkungan harus selalu ditanamkan sejak dini. Hal ini bertujuan agar menjadi bagian edukasi yang berkelanjutan bagi anak, maupun para orangtua melalu program parenting.

Dari data Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), selama Januari hingga April 2019, kasus pelanggaran hak anak di bidang pendidikan masih didominasi perundungan. Kasus perundungan itu berupa kekerasan fisik, kekerasan psikis, dan kekerasan seksual.

Melihat kondisi tersebut, Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Universitas Mercu Buana berinisiatif mengelar kegiatan bertajuk Berteman Tanpa Bully di Sekolah Dasar (SD) Negeri Kebayoran Lama Utara 07 Pagi, Jakara Selatan pada 3 Mei 2019 lalu.

[Baca Juga: Pemkab Bogor Cegah Tindak Kekerasan Terhadap Anak]

Kepala Sekolah SD Negeri Kebayoran Lama Utara 07 Pagi Cicih Sulastri mengatakan, penguatan nilai positif mengenai dampak negatif bully sangat diperlukan. Hal ini bisa disampaikan dalam berbagai bentuk, tidak hanya pada kegiatan belajar mengajar, namun juga seperti kegiatan sosialisasi soal bully yang bisa diikuti seluruh siswa, guru, komite, dan orangtua.

Dengan tujuan adanya sosialisasi ini baik di rumah, sekolah, dan lingkungan anak bermain tidak ada lagi kasus bullying. Sesuai dengan sekolah kami, sekolah ramah anak amak dalam kegiatan sehari-hari seluruh siswa bisa berada di sekolah dengan perasaan nyaman, senang, dan bahagia.

[Baca Juga: Peran Orangtua Cegah Pedofilia di Media Sosial]

“Sesuai tema Berteman Tanpa Bully, guru-guru mengajar, mendidik, dan membimbing peserta didik dengan penuh kasih sayang dan tanggung jawab tanpa bully,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima PingPoint.co.id (6/5/2019).

Melalui kegiatan edukasi soal bullying, diharapkan agar kasus bullying di Indonesia tidak kembali terjadi. Tentunya, seluruh pihak saling berintegrasi mulai dari murid, guru, kepala sekolah, orangtua, hingga pemerintah, serta masyarakat untuk peduli agar dunia pendidikan Indonesia berjalan dengan baik.

Read More

Artikel Lainnya

Anda Hanya Egois atau Benar Narsistik Ini 3 Tendensi Penentunya

Kesehatan

Anda Hanya Egois atau Benar Narsistik? Ini 3 Tendensi Penentunya

30 September 2020, 15:03

Mengartikan tingkat narsistik "normal" itu rumit, tetapi tiga tendensi penentu berikut dapat lebih memperjelas apa masalah yang Anda hadapi.

Pasca Kafe Broker, Wali Kota Bekasi Kumpulkan Pengusaha Kafe dan Hiburan Malam .jpg

Bisnis

Pasca Kafe Broker, Wali Kota Bekasi Kumpulkan Pengusaha Kafe dan Hiburan Malam

30 September 2020, 14:02

Pepen baru-baru ini mengumpulkan semua pengusaha kafe hingga hiburan malam demi mencegah keadaan seperti di Kafe Broker Galaxy Bekasi kembali terjadi.

Bodebek Zona Merah, Ridwan Kamil Turun Langsung untuk Ngantor di Depok .jpg

Berita Kawasan

Bodebek Zona Merah, Ridwan Kamil Turun Langsung untuk Ngantor di Depok

30 September 2020, 13:05

Mulai pekan depan Gubernur Jawa Barat akan berkantor di Kota Depok untuk langsung mengawasi penangangan COVID-19 di wilayah Bodebek.

Wali Kota Jakarta Barat Kembali Ngantor Usai Pulih dari COVID-19 .jpg

Berita Kawasan

Wali Kota Jakarta Barat Kembali Ngantor Usai Pulih dari COVID-19

30 September 2020, 12:10

Setelah menjalani perawatan di rumah sakit akibat COVID-19, Wali Kota Jakarta Barat akhirnya kembali beraktivitas setelah pulih sepenuhnya.


Comments


Please Login to leave a comment.